Bahlil Respons Isu IUP Raja Ampat: Saya Belum Lahir Barang Itu Sudah Ada
Editor Bolanet | 13 November 2025 17:37
Bola.net - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan kinerja sektornya. Paparan ini disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI. Fokus utama adalah realisasi APBN dan evaluasi program 2025.
Bahlil melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sudah di jalur yang tepat. Produksi minyak nasional juga dilaporkan telah mencapai target. Di sisi lain, Bahlil meminta dukungan DPR terkait tantangan sumur tua.
Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM menegaskan prioritas kementeriannya. Ia berfokus penuh menjalankan mandat Presiden Prabowo dan mencapai Key Performance Indicator (KPI). Urusan legislasi seperti RUU Migas dinilai bukan fokus eksekutif saat ini.
Bahlil juga menanggapi isu tata kelola pertambangan yang menjadi sorotan. Ia mengklarifikasi polemik pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Raja Ampat. Bahlil menegaskan IUP tersebut adalah warisan lama.
Kinerja 2025 ini menjadi fondasi untuk target strategis ke depan. Pemerintah menargetkan kedaulatan energi, termasuk penghentian impor solar. Berikut adalah rincian capaian dan fokus Kementerian ESDM.
Realisasi PNBP dan Lifting Minyak 2025
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan hasil kerja serta evaluasi 2025. Laporan ini disampaikan langsung di hadapan Komisi XII DPR RI.
Realisasi PNBP sektor ESDM menunjukkan capaian positif. Bahlil menyebut angkanya telah melampaui 78 persen dari target APBN.
"Alhamdullilah, dari target APBN kita sudah bisa kita realisasikan sebesar 78,74% dari target PNBP," kata Bahlil, Rabu (12/11/2025).
Di sisi produksi minyak, Bahlil melaporkan capaian hingga Oktober 2025.
"Dalam APBN produksi minyak sampai bulan Oktober 2025 ini sudah mencapai 605,8 ribu barel per day," jelasnya.
"Kami mohon dukungan dari pimpinan dan seluruh anggota Komisi XII dalam mewujudkan ini, karena sumur-sumur kita ini semakin tua dan dibutuhkan akselerasi," kata Bahlil.
Prioritas Eksekutif: Fokus KPI
Dalam Raker tersebut, Bahlil merespons pertanyaan mengenai kelanjutan legislasi. Anggota fraksi PDI Perjuangan menanyakan progres UU Migas dan EBTKE.
Bahlil menegaskan bahwa inisiatif legislasi berada di tangan DPR. Ia meminta agar isu ini tidak diarahkan ke eksekutif.
"Jadi jangan bermain pingpong dilepas ke sini," ujar Bahlil.
Ia secara tegas menyatakan prioritas utamanya saat ini. Yaitu, menjalankan mandat yang diberikan Presiden Prabowo.
"Urusan undang-undang silakan, tapi saya lagi fokus untuk mencapai KPI yang ada dalam APBN," tegasnya.
Klarifikasi Isu IUP Raja Ampat
Bahlil turut menanggapi kebingungannya atas protes terkait pencabutan IUP. Ia mencontohkan kasus tata kelola pertambangan di Raja Ampat.
"Raja Ampat 5 IUP. Lima IUP itu, satu yang dikelola oleh BUMN yang namanya PT Gag Nikel," kata Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa PT Gag Nikel adalah anak usaha PT Antam Tbk. Kontrak karya perusahaan tersebut bahkan sudah terbit sejak era 1970-an.
"Ibu saya sama ayah saya belum ketemu, Pak. Barang ini (IUP Raja Ampat) sudah ada," kata Bahlil.
"Saya belum ada di muka bumi, tapi dikaitkan seolah-olah itu saya yang urus. Tugas kita adalah yang sudah bagus kita lanjutkan, yang belum bagus kita sempurnakan," Bahlil menambahkan.
Target Kedaulatan Energi dan Listrik Desa
Progres program strategis ini juga telah dilaporkan Bahlil kepada Presiden Prabowo. Salah satu target utamanya adalah mencapai kedaulatan energi.
Bahlil optimistis Indonesia akan berhenti mengimpor solar pada 2026. Hal ini didukung oleh pengoperasian RDMP Kilang Balikpapan.
"RDMP kilang kita yang di Balikpapan insyaallah 10 November ini akan kita resmikan," jelasnya dalam keterangan resmi (4/11/2025).
Target jangka panjang lainnya adalah program listrik desa.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, untuk listrik desa 2029-2030 dari 5.700 desa dan 4.400 dusun, itu harus selesai semua," tegas Bahlil.
Kementerian ESDM akan mempercepat penyediaan akses listrik pada 2025. Targetnya menyasar 1.285 lokasi untuk 77.616 pelanggan.
Disadur dari: Liputan6.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harga Pangan Jelang Nataru Mulai Terkendali, Cabai Berangsur Turun dan Beras Tetap Aman
News 24 Desember 2025, 16:43
-
Daftar UMP 2026 di 13 Daerah, Siapa Paling Tinggi?
News 24 Desember 2025, 16:38
-
Kiai Ma'ruf Amin Mundur dari MUI: Pilih Istirahat demi Regenerasi Ulama
News 23 Desember 2025, 20:16
-
11 OTT Sepanjang 2025: KPK Ungkap Sisi Gelap Layanan Publik hingga Jual Beli Jabatan
News 23 Desember 2025, 20:14
LATEST UPDATE
-
Gak Balik ke MU! Napoli Putuskan Permanenkan Jasa Rasmus Hojlund
Liga Inggris 1 Januari 2026, 09:50
-
Manchester United Siap Lepas Joshua Zirkzee ke AS Roma, Tapi Ada Syaratnya!
Liga Inggris 1 Januari 2026, 09:10
-
Jadwal Premier League Malam Ini: Liverpool dan Man City Tanding
Liga Inggris 1 Januari 2026, 08:41
-
Daftar Lengkap Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Afrika 2025
Bola Dunia Lainnya 1 Januari 2026, 08:29
-
Prediksi Sunderland vs Man City 2 Januari 2026
Liga Inggris 1 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Liverpool vs Leeds United 2 Januari 2026
Liga Inggris 1 Januari 2026, 00:30
-
Mohamed Salah Bertahan di Liverpool Usai Rumor Kepindahan ke Arab Saudi Meredup
Liga Inggris 31 Desember 2025, 23:39
-
Cristiano Ronaldo Siapkan 'Istana' Rp600 Miliar di Portugal untuk Masa Pensiun
Bolatainment 31 Desember 2025, 23:30
-
Mental Pemenang Arsenal yang Mulai Terbentuk
Liga Inggris 31 Desember 2025, 22:14
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
-
3 Pemain yang Bisa Cabut dari Arsenal pada Bursa Transfer Januari 2026
Editorial 29 Desember 2025, 14:13
-
5 Transfer Manchester United yang Bisa Terealisasi di Januari 2026
Editorial 29 Desember 2025, 13:59






