IHSG Tembus 8.003 di Tengah Demo Buruh, Saham Apa Saja yang Jadi Bintang?

Editor Bolanet | 28 Agustus 2025 13:37
IHSG Tembus 8.003 di Tengah Demo Buruh, Saham Apa Saja yang Jadi Bintang?
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan hari ini. (c) ilustrasi dibuat ai

Bola.net - Pasar modal Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 8.000.

Pencapaian ini terjadi di tengah kondisi domestik yang cukup menantang. Aksi unjuk rasa buruh yang berlangsung sejak pagi tidak menyurutkan animo investor di pasar.

Advertisement

Selain itu, sentimen dari pasar valuta asing juga turut mewarnai perdagangan. Nilai tukar rupiah terpantau mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat.

Hingga penutupan sesi pertama perdagangan Kamis (28/8/2025), IHSG tercatat menguat signifikan. Indeks ditutup naik 0,84% ke posisi 8.003,12.

Kinerja positif ini ditopang oleh penguatan mayoritas indeks sektoral. Sektor industri dan teknologi tampil sebagai motor penggerak utama kenaikan indeks hari ini.

Meskipun diwarnai sentimen eksternal, sejumlah saham individu justru bergerak liar. Dinamika ini menarik untuk dicermati lebih dalam, baik dari sisi saham yang paling untung maupun yang paling merugi.

1 dari 3 halaman

Top Gainers-Losers

Di tengah penguatan indeks secara umum, sejumlah emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga yang fantastis. Saham-saham ini menjadi bintang pada perdagangan sesi pertama.

Berikut adalah saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers:

  • Saham ATLA melonjak 30%
  • Saham BSBS melonjak 29,58%
  • Saham KONI melonjak 25%
  • Saham TEBE melonjak 25%
  • Saham TALF melonjak 24,85%

Di sisi lain, tidak sedikit pula saham yang harus terkoreksi cukup dalam. Tekanan jual pada saham-saham ini cukup masif hingga akhir sesi pertama.

Berikut adalah saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers:

  • Saham VERN merosot 10,14%
  • Saham TAMU merosot 10%
  • Saham DEFI merosot 9,81%
  • Saham CSMI merosot 9,56%
  • Saham CTTH merosot 9,52%

Secara keseluruhan, peta pergerakan saham menunjukkan dominasi sentimen positif. Sebanyak 386 saham berhasil menguat, sementara 266 saham melemah dan 149 saham lainnya stagnan.

2 dari 3 halaman

Motor Penggerak Indeks dan Saham Teraktif

Penguatan IHSG hari ini didorong oleh kinerja solid mayoritas sektor saham. Hanya satu dari sebelas sektor yang tercatat bergerak di zona merah.

Sektor industri menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan mencapai 2,81%. Kinerja impresif ini diikuti oleh sektor teknologi yang melesat 2,59% dan sektor kesehatan yang menanjak 1,65%.

Sementara itu, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi. Sektor ini tercatat turun tipis sebesar 0,11 persen.

Dari sisi nilai transaksi, beberapa saham menjadi yang paling aktif diperdagangkan oleh investor. Berikut adalah daftarnya:

  • Saham TOBA senilai Rp 406,4 miliar
  • Saham WIFI senilai Rp 347,4 miliar
  • Saham DSSA senilai Rp 335,4 miliar
  • Saham WIRG senilai Rp 293,3 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 284,5 miliar

Adapun berdasarkan frekuensi perdagangan, saham-saham dengan kapitalisasi lebih kecil tampak lebih ramai ditransaksikan. Berikut rinciannya:

  • Saham BSBK tercatat 60.143 kali
  • Saham ATLA tercatat 48.414 kali
  • Saham WIRG tercatat 43.427 kali
  • Saham TOBA tercatat 38.596 kali
  • Saham CPRO tercatat 30.499 kali
3 dari 3 halaman

Analisis Teknikal dan Proyeksi ke Depan

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono, memberikan pandangannya terkait pergerakan IHSG. Menurutnya, penguatan indeks hari ini tidak lepas dari peran emiten teknologi.

Salah satu pendorong utamanya adalah kenaikan signifikan pada saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Saham emiten pusat data tersebut tercatat melesat 7,68% ke posisi Rp 346.450 per saham.

"Penguatan IHSG hari ini didorong oleh emiten teknologi DCII, penguatan IHSG ini di tengah melemahnya nilai tukar dan demo yang sedang berlangsung,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Meskipun telah menguat dalam dua hari terakhir, ia melihat pergerakan IHSG secara teknikal masih cenderung berada dalam fase konsolidasi. Namun, peluang penguatan lebih lanjut masih terbuka.

Menurutnya, peluang tersebut akan semakin besar apabila IHSG mampu menembus area resistance-nya. Area krusial yang perlu dicermati berada di rentang 8.008 hingga 8.017.

TAG TERKAIT

LATEST UPDATE