Progres Tol Probolinggo-Banyuwangi Tembus 86%, Kapan Segmen Pertama Bisa Dilewati?

Editor Bolanet | 18 Agustus 2025 14:27
Progres Tol Probolinggo-Banyuwangi Tembus 86%, Kapan Segmen Pertama Bisa Dilewati?
Gerbang tol Paiton. (c) dok.Jasa Marga

Bola.net - Progres konstruksi Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Tahap I telah mencapai 86,43 persen. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Pembangunan tahap pertama ini mencakup ruas krusial yang menghubungkan wilayah Probolinggo hingga Besuki. Ruas ini memiliki total panjang lintasan mencapai 49,68 kilometer.

Advertisement

Jasa Marga melaporkan bahwa proses pembebasan lahan untuk tahap ini bahkan sudah tuntas 100 persen. Hal ini menjadi modal penting untuk percepatan pengerjaan konstruksi di lapangan.

Jika sudah beroperasi penuh, ruas Probolinggo-Besuki ini akan memangkas waktu tempuh secara drastis. Perjalanan yang semula memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit akan menjadi hanya 30 menit.

Kehadiran infrastruktur ini diyakini akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur. Sektor pariwisata, industri, hingga pertanian diperkirakan akan ikut terdongkrak secara signifikan.

Lantas, kapan target penyelesaian untuk setiap segmennya dan bagaimana BUMN konstruksi menggeber pengerjaan proyek ini? Simak ulasan mendalamnya berikut ini.

1 dari 3 halaman

Optimisme Jasa Marga dan Target Penyelesaian

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyatakan optimismenya terhadap dampak positif proyek ini. Menurutnya, penyelesaian Tahap I diharapkan dapat menekan kesenjangan infrastruktur antar wilayah di Jawa Timur.

"Dengan selesainya Tahap I, kami optimis dapat mendukung penguatan ekonomi wilayah Jawa Timur sekaligus menekan kesenjangan infrastruktur antar wilayah. Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ruas Probolinggo-Besuki akan memangkas waktu perjalanan yang semula sekitar 1 jam 15 menit menjadi 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 km per jam."

Jelas Rivan dalam keterangannya pada hari Senin (18/8/2025).

Ia kemudian merinci target penyelesaian konstruksi untuk setiap segmen pekerjaan dalam Tahap I. Target ini sangat bergantung pada kelancaran dan finalisasi proses di lapangan.

"Jika pembebasan lahan sesuai dengan target, maka pengerjaan kontruksi untuk Segmen Gending-Paiton ditargetkan dapat selesai pada tahun 2025. Sedangkan untuk Segmen Paiton-Besuki ditargetkan selesai di tahun 2026," terang dia.

2 dari 3 halaman

Peran Strategis dan Komitmen TKDN

Rivan menambahkan bahwa fungsi jalan tol ini jauh lebih luas dari sekadar memperlancar arus logistik. Proyek ini secara strategis dirancang sebagai katalisator pengembangan berbagai sektor ekonomi potensial di kawasan.

Sektor-sektor yang dimaksud meliputi pariwisata, pertanian, dan industri. Ketiga sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.

Di sisi lain, Jasa Marga juga memegang teguh komitmen untuk menjaga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pemanfaatan sumber daya lokal menjadi salah satu prioritas utama dalam pengerjaan proyek strategis ini.

"Kami juga menjaga TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dalam proyek ini, sebanyak mungkin menggunakan sumber daya setempat dalam pekerjaan. Termasuk penyediaan tenaga kerja, peralatan serta bahan dalam negeri," ungkap Rivan.

Untuk mendukung kelancaran operasional nantinya, ruas Probolinggo-Besuki akan dilengkapi tiga Gerbang Tol (GT). Ketiganya adalah GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Situbondo Barat yang tersebar di titik-titik strategis.

3 dari 3 halaman

Percepatan Konstruksi oleh Brantas Abipraya

Dari sisi pelaksanaan konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) menjadi salah satu BUMN karya yang terlibat. Perusahaan tersebut kini tengah menggenjot pembangunan Tol Probowangi untuk Paket 1 (Gending-Kraksaan).

Brantas Abipraya menargetkan pengerjaan paket sepanjang 12,88 kilometer tersebut dapat rampung pada September 2025. Proyek yang digarapnya ini sendiri telah dimulai sejak Februari 2023.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan signifikansi proyek ini dari sisi konektivitas. Menurutnya, tol ini akan berdampak langsung pada efisiensi dan penurunan biaya logistik nasional.

“Proyek ini merupakan bagian strategis dari upaya kami untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Timur, mendukung ketahanan infrastruktur transportasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan. Sehingga tidak hanya berdampak pada efisiensi logistik, tetapi juga membawa manfaat sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.”

Untuk mengoptimalkan pengerjaan, proyek ini dibangun dengan memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM). Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan mengelola risiko secara lebih efektif.

TAG TERKAIT

LATEST UPDATE