Tour de Singkarak: Bambang Suryadi Masuk Sembilan Besar
Editor Bolanet | 7 Juni 2012 20:30
- Pebalap Polygon Sweet Nice, Bambang Suryadi melakukan kejutan besar pada etape keempat Tour de Singkarak. Dia mampu finis di urutan ketiga kategori pebalap Indonesia, setelah menaklukkan etape Anai Golf-Bukittinggi, sejauh 157,7 km, hari Kamis (7/6).
Bambang tertinggal 1 menit 56 detik dari pemenang etape, John Ebsen dari CCN Cycling dengan catatan waktu, 4.14.30. Pebalap asal Probolinggo itu finis di belakang dua climber asal Putra Perjuangan Bandung, Tonton Susanto dan Dadi Suryadi.
Secara keseluruhan, Bambang kini melompat ke posisi kedelapan klasemen sementara dengan total waktu, 11.58.55. Sedangkan pebalap senior Polygon Sweet Nice, Hari Fitrianto masih berada di urutan ketujuh dengan total waktu, 11.58.37.
Manajer Tim Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo, mengaku puas dengan pencapaian anak didiknya. Ini hasil kerja keras anak-anak. Mestinya Bambang dan Hari bisa memperbaiki posisi finis tadi sore,” ungkapnya. Sayangnya Hari 'Kacong' Fitrianto mengalami pecah ban dan mengubur ambisinya untuk bersaing di garis terdepan.
”Tidak masalah. Kami bisa memperbaiki hasil pada etape kelima besok. Mudah-mudahan besok anak-anak dalam kondisi yang lebih baik lagi,” lanjutnya.
Untuk peluang mengintip di posisi Red White Jersey (kategori pebalap Indonesia tercepat), Harijanto mengaku masih ada peluang. Tetapi untuk mengimbangi dua pebalap asal Putra Perjuangan butuh perjuangan berat.
Lepas dari itu, Polygon Sweet Nice kini memperbaiki posisinya di klasemen tim kategori tim Indonesia. ”Kita tertinggal sekitar 15 menit dengan Putra Perjuangan. Sekali lagi, tiga etape tersisa, harapan memangkas jarak waktu masih terbuka,” pria kelahiran Surabaya itu
Saat ini Polygon Sweet Nice mengoleksi total waktu 35.57.00, sedangkan Putra Perjuangan masih kokoh di puncak klasemen kategori tim Indonesia dengan total waktu, 35.41.58.
Pada etape kelima besok akan menempuh rute tidak kalah berat, Padang Panjang-Singkarak dengan total jarak 149 km, dengan perebutan satu tanjakan kategori satu dan satu intermediate sprint. (psn/kny)
Bambang tertinggal 1 menit 56 detik dari pemenang etape, John Ebsen dari CCN Cycling dengan catatan waktu, 4.14.30. Pebalap asal Probolinggo itu finis di belakang dua climber asal Putra Perjuangan Bandung, Tonton Susanto dan Dadi Suryadi.
Secara keseluruhan, Bambang kini melompat ke posisi kedelapan klasemen sementara dengan total waktu, 11.58.55. Sedangkan pebalap senior Polygon Sweet Nice, Hari Fitrianto masih berada di urutan ketujuh dengan total waktu, 11.58.37.
Manajer Tim Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo, mengaku puas dengan pencapaian anak didiknya. Ini hasil kerja keras anak-anak. Mestinya Bambang dan Hari bisa memperbaiki posisi finis tadi sore,” ungkapnya. Sayangnya Hari 'Kacong' Fitrianto mengalami pecah ban dan mengubur ambisinya untuk bersaing di garis terdepan.
”Tidak masalah. Kami bisa memperbaiki hasil pada etape kelima besok. Mudah-mudahan besok anak-anak dalam kondisi yang lebih baik lagi,” lanjutnya.
Untuk peluang mengintip di posisi Red White Jersey (kategori pebalap Indonesia tercepat), Harijanto mengaku masih ada peluang. Tetapi untuk mengimbangi dua pebalap asal Putra Perjuangan butuh perjuangan berat.
Lepas dari itu, Polygon Sweet Nice kini memperbaiki posisinya di klasemen tim kategori tim Indonesia. ”Kita tertinggal sekitar 15 menit dengan Putra Perjuangan. Sekali lagi, tiga etape tersisa, harapan memangkas jarak waktu masih terbuka,” pria kelahiran Surabaya itu
Saat ini Polygon Sweet Nice mengoleksi total waktu 35.57.00, sedangkan Putra Perjuangan masih kokoh di puncak klasemen kategori tim Indonesia dengan total waktu, 35.41.58.
Pada etape kelima besok akan menempuh rute tidak kalah berat, Padang Panjang-Singkarak dengan total jarak 149 km, dengan perebutan satu tanjakan kategori satu dan satu intermediate sprint. (psn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesepeda Junior Sukses Harumkan Nama Indonesia di Turki
Olahraga Lain-Lain 5 Maret 2022, 14:18
-
Pebalap Nasional, Influencer, Hingga Selebgram Ramaikan Balap Sepeda di Manado
Lain Lain 2 Februari 2022, 19:44
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:34
-
Luis Diaz, Pilar Mimpi Besar Kolombia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 23:00
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
-
3 Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Tersingkir Bersamaan di Babak 16 Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 19:43
-
Nazriel Alfaro Bidik Kesempatan Emas di Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 7 Juli 2026, 19:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











