'Kesalahan' Maverick Vinales Jadi Pelajaran Para Rider Suzuki
Anindhya Danartikanya | 20 Agustus 2019 11:55
Bola.net - Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, menyebut performa Maverick Vinales bersama Monster Energy Yamaha selama tiga musim terakhir menjadi pelajaran penting bagi kedua pebalap mudanya, Alex Rins dan Joan Mir, dalam menentukan masa depan. Hal ini disampaikan Brivio dalam wawancaranya dengan Marca.
Brivio sangat puas atas pebalapnya yang masing-masing masih berusia 23 dan 21 tahun tersebut. Meski masih belia, keduanya telah menunjukkan keseriusan dalam meraih hasil baik. Atas alasan ini, Brivio tak berniat mengubah line up pebalapnya, dan ingin mempertahankan mereka di MotoGP pada 2021 mendatang.
"Kami belum bicara, tapi kami akan segera memulainya. Kami sangat senang dengan Alex dan Joan, jadi bakal menyenangkan bila kami bisa tetap bersama. Kami ingin mempertahankan mereka untuk melanjutkan kerja baik yang sudah kami lakukan. Semoga mereka juga ingin bertahan," ujar Brivio.
Optimisme Brivio soal peluang mempertahankan Rins dan Mir juga didasari oleh satu alasan lain, yakni Maverick Vinales.
'Investasi' Lewat Vinales
Vinales, yang membela Suzuki pada 2015 dan 2016, secara mengejutkan memilih pindah ke Yamaha pada 2017. Keputusan ini ia ambil berdasar keinginan menjadi juara dunia. Sayangnya, sejak membela Pabrikan Garpu Tala, Vinales justru mengalami performa yang naik turun meski sudah lima kali menang.
Pengalaman Vinales inilah yang diyakini Brivio membuat Rins dan Mir berpikir dua kali soal kemungkinan meninggalkan Suzuki pada akhir 2020 mendatang, yakni saat kontrak mereka habis.
"Saya bisa katakan bahwa Maverick adalah bukti bahwa kami telah melakukan 'investasi' besar, karena kini para pebalap yang ingin meninggalkan Suzuki bakal berpikir dua kali. Dari sudut pandang ini, saya rasa peristiwa kala itu sangat menguntungkan kami," ungkapnya.
Tak Mau Mengekang Pebalap
Di lain sisi, pria asal Italia ini mengaku tetap sedih melihat Vinales meninggalkan Suzuki. Pihaknya bisa saja tak mengizinkan Top Gun untuk pergi ke Yamaha, namun Brivio menyebut Suzuki tak suka mengekang pebalapnya. Sahabat Valentino Rossi ini juga mengaku Suzuki tak ingin Vinales membela mereka hanya karena 'terpaksa'.
"Sejatinya, kami punya pilihan dengan Maverick , tapi kami ingin menghormati keinginannya. Kadang saya bahkan berpikir mungkin kami terlalu bertindak tepat karena kami bisa saja tak memperbolehkannya pergi, tapi ini bukan gaya Suzuki. Selain itu, rider yang tak punya motivasi bisa-bisa tampil buruk," ujarnya.
Para rider Suzuki pun akan kembali turun lintasan di MotoGP Inggris pada 23-25 Agustus di Sirkuit Silverstone, tempat di mana Suzuki meraih kemenangan bersama Vinales pada 2016 lalu.
Sumber: Marca
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41















