Lebih Tertekan di KTM, Pol Espargaro Tak Menyesal Pindah ke Repsol Honda
Anindhya Danartikanya | 9 April 2021 15:17
Bola.net - Meski belum meraih hasil memuaskan dalam MotoGP Qatar dan Doha, Pol Espargaro mengakui bahwa dirinya sama sekali tak menyesal pindah ke Repsol Honda musim ini. Kepada DAZN, rider berusia 29 tahun ini justru mengaku bahwa tekanan yang ia rasakan selama di Red Bull KTM Factory Racing lebih besar.
Espargaro paham betul Sirkuit Losail salah satu trek yang tak bersahabat dengan Honda. Selama dua pekan di sana, mereka tak pernah menjalani satu pun sesi dengan performa menggebrak. Namun, ia mampu mencatat ritme yang baik dalam balapan, yang berarti RC213V berpotensi besar.
Espargaro tak memungkiri ia masih harus memperbaiki performa kualifikasi. Namun, dalam Seri Qatar, ia mampu finis di posisi 8 usai kehilangan tiga detik akibat senggolan dengan Joan Mir pada lap pembuka. Ia pun finis 'hanya' tertinggal 5,9 detik dari sang pemenang, Maverick Vinales.
Ambil Keputusan Terbaik untuk Diri Sendiri

Dalam Seri Doha, Espargaro start ke-15, namun sempat mendekati kelompok rider terdepan, sebelum melakukan kesalahan pada enam lap terakhir, yang membuatnya harus melorot ke posisi 13. Meski begitu, lagi-lagi ia 'hanya' tertinggal enam detik dari pemenang. Meski belum naik podium, Espargaro tak menyesal meninggalkan KTM.
"Saya tak menyesali keputusan saya. Saat itu saya memilih apa yang saya rasa terbaik untuk saya, dan itulah yang saya lakukan. Saya yakin bahwa ini keputusan terbaik untuk masa depan saya. Saya juga melihat mereka ingin perubahan, mereka ingin punya rider baru di Repsol Honda," ujarnya seperti yang dikutip MotosanGP Rabu (7/4/2021).
"Saya orang pertama yang bergerak. Saya bicara dengan para bos Honda, termasuk Alberto. Saya bilang saya ingin pindah ke sana, dan gaya balap saya tampak cocok untuk motor itu. Kita lihat nanti apakah kerja sama ini berhasil atau tidak. Namun, saya berterima kasih atas kepercayaan yang mereka berikan kepada saya," lanjutnya.
Honda Cocok dengan Pol Espargaro
Espargaro pun sadar betul membela Repsol Honda berarti dirinya harus memperebutkan hasil mentereng. Namun, beban ini menurutnya tak seberapa dibanding beban yang ia pikul selama empat tahun di KTM. Pasalnya, di pabrikan Austria itu, ia jadi ujung tombak pengembangan RC16 dan paling diharapkan untuk membawa mereka ke puncak.
"Membela Repsol Honda memang berarti harus meraih hasil baik. Namun, jika boleh jujur, tekanan yang saya rasakan jauh lebih besar saat masih di KTM. Masa depan yang saya pikirkan adalah finis kelima, keenam, atau ketujuh dalam hari buruk, dan menang dalam hari baik. Jadi, di Honda rasanya lebih ringan, apalagi motornya cocok untuk saya," pungkasnya.
Espargaro dan para pembalap lainnya akan kembali turun lintasan dalam balapan berikutnya yang digelar di Sirkuit Portimao, Portugal, pada 15-18 April mendatang.
Sumber: DAZN, MotosanGP
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
- Andrea Dovizioso Merinding Nonton Jorge Martin, Sebut 'Aman' di Ducati
- Sempat 'Beracun', Pol Espargaro-Marc Marquez Tekad Hadapi Rivalitas Baru Secara Dewasa
- Andrea Dovizioso Puji Ketenangan Fabio Quartararo, Bingung Lihat Duet Petronas
- Lama Bela Ducati, Andrea Dovizioso Super Penasaran pada Aprilia
- Pol Espargaro: Marc Marquez Tak Perlu Cemas, Honda Masih Bisa Podium Kok
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alex Marquez Dirumorkan Kunjungi Markas KTM di Austria, Jadi Collab di MotoGP 2027?
Otomotif 16 Februari 2026, 09:47
-
6 Juara Dunia MotoGP yang Pernah Bela Ducati Lenovo Team, Kawinkan 22 Gelar Dunia
Otomotif 14 Februari 2026, 16:25
LATEST UPDATE
-
Benteng Es Bodo/Glimt, Simbol Kejatuhan Lawan-lawan Elite
Liga Champions 18 Februari 2026, 17:04
-
Prediksi Brann vs Bologna 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:03
-
Prediksi Fenerbahce vs Nottm Forest 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:02
-
Prediksi PAOK vs Celta Vigo 20 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 18 Februari 2026, 17:01
-
Mau Iliman Ndiaye, MU Harus Setor Segini ke Everton
Liga Inggris 18 Februari 2026, 16:37
-
Wayne Rooney Tegas Tolak Luis Enrique, Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Man United
Liga Inggris 18 Februari 2026, 16:31
-
Barcelona Siapkan Program Bertahap demi Segera Kembalikan Pedri ke Level Terbaiknya
Liga Spanyol 18 Februari 2026, 16:27
-
Kontroversi Girona vs Barcelona, Ofisial VAR Dijatuhi Hukuman Berat
Liga Spanyol 18 Februari 2026, 16:16
-
Diincar MU, Ivan Toney Buka Kans Kembali ke Inggris?
Liga Inggris 18 Februari 2026, 16:03
-
Ketika MU Ingin Potong Gajinya, Klub Arab Saudi Goda Harry Maguire dengan Gaji Selangit!
Liga Inggris 18 Februari 2026, 15:33
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48







