Fabio Cannavaro di Piala Dunia 2006, Bek Juga Bisa Bersinar
Abdi Rafi Akmal | 15 Juli 2022 05:50
Bola.net - Piala Dunia 2006 punya seabrek bintang-bintang dunia. Di antara bintang-bintang tersebut, kapten Italia Fabio Cannavaro menjadi yang paling menonjol.
Selain membantu Italia menjadi juara, Cannavaro juga dinobatkan sebagai FIFA World Player of the Year 2006. Dia mengungguli nama-nama beken pada masanya, seperti Zinedine Zidane, Ronaldinho, serta Thierry Henry.
Cannavaro bukan seorang gelandang yang penuh kreativitas, bukan pula seorang penyerang haus gol. Cannavaro adalah seorang bek tengah.
Sejak lama, posisi bek seringkali kalah sorotan dibandingkan gelandang dan penyerang. Tugas mereka yang khusus untuk bertahan, membuat bek jarang dielu-elukan oleh publik karena tidak sering mencetak gol.
Namun, Cannavaro membalikkan kecenderungan tersebut. Piala Dunia 2006 seolah jadi bukti bahwa bek bisa juga bersinar.
Di Bawah Bayang-bayang Maldini

Cannavaro mewarisi status kapten timnas Italia dari seorang Paolo Maldini. Bagi publik Italia, Maldini disebut sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa.
Maldini bahkan dipercaya menjadi kapten Italia selama delapan tahun, sampai akhirnya pemain kelahiran 1968 itu pensiun dari timnas pada tahun 2002.
Ketika Cannavaro menggantikan Maldini jadi kapten, tidak banyak harapan yang dibebankan pada dirinya. Orang-orang masih sulit untuk move-on dari Maldini.
Takdir Berkata Lain

Siapa sangka, Cannavaro adalah pewaris ban kapten yang sangat tepat untuk timnas Italia. Di bawah komandonya, Italia berhasil keluar sebagai juara di Piala Dunia 2006.
Cannavaro melengkapi kesuksesan tersebut dengan menyabet gelar Player World of the Year 2006 mengalahkan sejumlah bintang-bintang dunia. Gelar yang bahkan tidak diperoleh Maldini.
Tetapi, Cannavaro bukan berarti harus dibandingkan dengan Maldini. Orang-orang perlahan mulai mensejajarkan Cannavaro sebagai satu dari tiga bek terbaik milik Italia sepanjang masa, bersama Alessandro Nesta.
Pertahanan Kokoh

Pertahanan Italia di Piala Dunia 2006 terkenal sangat kokoh. Sejak babak penyisihan sampai menjadi juara, hanya dua gol yang bersarang ke gawang Italia. Amerika Serikat dan Prancis saja yang berhasil membobolnya.
Kesuksesan tersebut tidak lepas dari kehadiran Cannavaro sebagai bek tengah. Sejumlah aksi bertahannya mampu mengamankan jala Gli Azzuri dari kebobolan.
Salah satu aksi paling diingat tentunya saat semifinal melawan Jerman. Dalam situasi diserang balik, Cannavaro melakukan tekel sangat bersih kepada Lukas Podolski yang membawa. Tekelnya tersebut jadi awal mula gol kedua Italia pada pertandingan tersebut.
Potensi Bek di Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 di Qatar nanti juga menghadirkan sejumlah bek-bek potensial. Tidak hanya bek tengah, tetapi juga bek sayap.
Perkembangan strategi sepak bola modern juga telah mengubah peran para pemain bertahan. Mereka tidak dituntut sekadar bertahan, tetapi juga membangun serangan dan menyerang.
Maka dari itu, berkaca dari kesuksesan Cannavaro, bukan tidak mungkin pemain-pemain bertahan di Piala Dunia 2022 dapat mengulang hal yang sama.
Bek yang Layak Dapat Perhatian

Di antara sejumlah nama pemain-pemain kelas dunia, beberapa di antaranya adalah pemain belakang. Mereka ini jadi pemain yang layak dapat perhatian.
Pertama, Trent Alexander-Arnold, bek kanan milik Inggris, itu adalah jelmaan bek sayap modern. Akurasi umpan silang dan kepiawainnya dalam menyerang membuat tim yang dibelanya bisa sangat mengancam.
Kedua, Matthijs De Ligt, bek tengah milik Belanda. Sejak usianya yang masih muda, De Ligt punya potensi jadi bek tangguh di dunia. Piala Dunia 2022 nanti akan jadi kesempatan bagi dirinya.
Ketiga, Alphonso Davies, bek kiri milik Kanada. Kehadirannya di timnas Kanada mampu mewujudkan mimpi negaranya lolos ke Piala Dunia setelah lebih dari dua dekade gagal masuk. Akselerasi dan kecepatan menjadi keunggulannya.
Baca Juga:
- 'Dihasut' Jorginho! Raphinha Nyaris Bermain untuk Timnas Italia
- Nestapa Lionel Messi di Piala Dunia 2014, Nyaris Juara
- Gabriel Batistuta sang Pencetak 2 Hat-trick di Panggung Akbar Piala Dunia
- Momen Cristiano Ronaldo Mengukir Sebuah Rekor Hat-trick di Piala Dunia
- Piala Dunia 2022: Pertama Kali Ada Enam Wakil AFC
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Villarreal vs Ajax 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 19:30
-
Real Sociedad vs Barcelona: Barca Keok, Fermin Lopez Tertawakan Keputusan Wasit
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 19:11
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
LATEST UPDATE
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26





