Kesan Pertama Laga Timnas Inggris Bersama Thomas Tuchel, Apa yang Baru?
Asad Arifin | 22 Maret 2025 13:45
Bola.net - Timnas Inggris memainkan laga pertama era pelatih Thomas Tuchel. Bertemu Albania pada laga Grup K Kualifikasi Piala Dunia 2026, apa hal baru yang ditawarkan oleh pria asal Jerman tersebut.
Laga Inggris dan Albania dimainkan di Stadion Wembley pada Sabtu (22/3) dini hari WIB. Inggris meraih kemenangan dengan skor 2-0 lewat gol yang dicetak Myles Lewis-Skelly dan Harry Kane.
Tuchel memulai kiprahnya sebagai manajer Inggris dengan hasil positif. Meskipun lawan yang dihadapi levelnya masih di bawah, Tuchel minimal memberikan tiga poin dan kepercayaan pada anak asuhnya.
Tuchel memakai formasi 4-2-3-1. Tuchel menghadirkan perubahan dengan memainkan Marcus Rashford di lini depan. Lalu, ada Dan Burn dan Lewis-Skelly yang dipercaya untuk bermain sejak menit awal.
Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters.
Indentitas Timnas Inggris Belum Jelas

Saat diminta pendapat tentang kekurangan Inggris era Gareth Southgate, Tuchel menyebut beberapa aspek. Eks manajer Chelsea itu menilai Inggris kurang pada aspek intensitas, identitas, penguasaan pola, ekspresi, serta rasa lapar.
Nah, apakah aspek-aspek itu sudah nampak saat Inggris bertemu Albania?
Analis BBC Sport, Phil McNulty, belum melihat adanya indentitas bermain yang jelas dari Inggris era Tuchel. Namun, ini bukan sebuah masalah yang besar karena Tuchel dianggap butuh waktu dan lawan yang lebih kuat.
"Masih terlalu dini untuk mendeteksi identitas apa pun karena, dalam banyak hal, ini lebih dari yang terjadi sebelumnya, tetapi mudah untuk mendeteksi apa yang disukai dan diinginkan Tuchel dari bahasa tubuhnya," tulis Phil McNulty.
Permainan yang Dominan dari Timnas Inggris

Dikutip dari FotMob, Inggris mendapatkan 74 persen penguasaan bola. Inggris sangat dominan dan ini bukan kejutan. Bahkan, mereka mampu melepas enam shots on target dan tidak menemui ancaman sama sekali ke gawang mereka.
"Ini semua harus ditempatkan dalam konteks strategi Albania yang secara efektif terdiri dari membangun blok terendah untuk membuat Inggris frustrasi," sambung Phil McNulty.
Inggris mengurung Albania hampir sepanjang laga. Mereka lebih banyak berada di wilayah lawan. Faktor inilah yang membuat penguasaan bola Inggris sangat dominan atas Albania.
Sumber: BBC Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Drawing Piala Dunia 2026 Malam Ini: Format Baru FIFA Lindungi Tim Raksasa!
Piala Dunia 5 Desember 2025, 09:28
-
2 Nama Calon Pelatih Timnas Indonesia Mulai Terkuak, 3 Kandidat Lain Masih Misterius
Tim Nasional 30 November 2025, 14:08
-
FIFA Terancam Digugat Soal Penghapusan Sanksi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 28 November 2025, 10:37
LATEST UPDATE
-
Rodri Murka Soal Keputusan VAR di Laga Man City vs Tottenham, Kenapa?
Liga Inggris 2 Februari 2026, 18:59
-
Hasil Arema vs Persijap: Hansamu Yama Nyekor, Singo Edan Menang Tipis 1-0
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 17:36
-
Lupakan Taktik! Ini Instruksi Magis yang Bikin Chelsea Hancurkan West Ham
Liga Inggris 2 Februari 2026, 16:00
-
Daftar Lengkap Pembalap MotoGP 2027
Otomotif 2 Februari 2026, 15:49
-
MU vs Tottenham: Lebih dari 3 Poin Bagi Manchester United
Liga Inggris 2 Februari 2026, 15:35
-
Antoine Semenyo: Liga Belum Berakhir, Kami Akan Terus Kejar Arsenal!
Liga Inggris 2 Februari 2026, 14:44
-
Ini Alasan Barcelona Mempercepat Perpanjangan Kontrak Fermin Lopez
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 14:31
-
Link Nonton Live Streaming Arema FC vs Persijap - BRI Super League
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 14:29
-
Tempat Menonton Arema FC vs Persijap Jepara: Apakah Tayang di Indosiar?
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 14:18
-
Nonton Arema FC vs Persijap Sore Ini: Jadwal dan Live Streaming BRI Super League
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 14:06
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terakhir Bursa Januari 2026
Editorial 2 Februari 2026, 13:18
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57








