Pierluigi Collina dan Cerita Pahit dari Kolega: Dari Kekaguman Menjadi Kekecewaan
Gia Yuda Pradana | 19 Juni 2025 11:33
Bola.net - Nama Pierluigi Collina selama ini melekat erat dengan citra sempurna seorang wasit: tegas, berwibawa, dan dihormati di seluruh dunia. Ia dianggap sebagai wajah ideal perwasitan internasional—ikon yang tak tergantikan sejak gantung peluit. Namun, di balik penghormatan itu, tersimpan cerita yang tak selalu seindah tayangan kamera.
Jonas Eriksson, mantan wasit FIFA asal Swedia, membuka sisi lain Collina dalam sebuah wawancara. Pengadil yang pernah memimpin laga di Liga Champions, Piala Dunia 2014, hingga final Liga Europa 2016 itu mengungkap kekecewaan mendalam terhadap sosok yang dulu ia puja. “Saya rasa kita semua ingat dia sebagai wasit hebat,” ujarnya membuka kisah, dikutip dari talkSPORT.
Namun, seiring waktu, hubungan Eriksson dan Collina retak menjelang masa pensiun Eriksson pada 2018. Dalam pengakuannya, Collina adalah pribadi yang jauh berbeda ketika kamera tak lagi merekam. Dari sana, cerita ini bermula.
Kekaguman yang Tak Bertahan Lama
Jonas Eriksson awalnya mengakui kekagumannya terhadap Collina sebagai wasit. Namun, kekaguman itu tak bertahan lama. “Sebagai pemimpin wasit, sebagai atasan, dialah orang terburuk yang bisa Anda miliki,” katanya tegas tanpa basa-basi.
Menurut Eriksson, di balik senyum dan wibawa yang sering ditampilkan di hadapan publik, Collina justru menunjukkan sikap bertolak belakang di ruang tertutup. “Saat kamera menyorot, dia tersenyum dan segalanya tampak bahagia. Begitu kamera mati, dia membalikkan badan,” ungkapnya.
Ia juga mengungkap bahwa banyak kolega merasa tidak nyaman, tapi memilih diam. “Ketika orang menyampaikan pendapat yang tidak dia suka, mereka langsung ‘dilempar ke bawah bus’,” kata Eriksson, merujuk pada sikap menyingkirkan orang yang dianggap mengganggu narasi tunggal.
Komunikasi yang Gagal Total
Dalam kesaksiannya, Eriksson menyoroti betapa buruknya komunikasi yang dibangun oleh Collina. Menurutnya, Collina kerap mengajak berdiskusi, tapi reaksi yang muncul saat ada pendapat berbeda justru mematikan ruang dialog. “Cara dia berkomunikasi—atau tidak berkomunikasi—sangat bermasalah,” ucap Eriksson.
Situasi semakin mengecewakan ketika Eriksson tidak terpilih menjadi wasit di Piala Dunia 2018. Pengumuman resmi keluar pada 17 November 2017, tapi ia baru mengetahuinya lewat daftar di media The Guardian. Tidak ada kabar, tidak ada penjelasan dari Collina.
Eriksson pun mencoba menghubungi langsung. “Saya menelepon, dia menekan tombol sibuk. Saya kirim pesan, ‘Tolong telepon, saya perlu bicara.’” Namun, menurutnya, tak pernah ada tanggapan. Komunikasi di antara mereka terputus sejak saat itu.
Integritas yang Dipertanyakan
Tak hanya soal komunikasi, Eriksson juga mempertanyakan integritas Collina ketika menerima jabatan konsultan di Ukraina dengan bayaran £500.000 per tahun—sekitar Rp10 miliar—di tengah larangan FIFA bagi wasit aktif menerima pekerjaan luar. “Hukum permainan tampaknya berbeda untuk orang lain dibanding untuknya,” sindir Eriksson.
Kekecewaan itu mencapai puncaknya saat namanya benar-benar tak masuk ke daftar Piala Dunia 2018. “Karier saya berakhir, mungkin Anda pikir saya pahit. Ini sudah enam, tujuh tahun lalu,” ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa perasaannya lebih condong pada kecewa, bukan kemarahan.
Menurut Eriksson, hal yang paling menyakitkan bukan keputusan itu, melainkan sikap Collina yang menghindar. “Dia menghindar karena tak sanggup mengatakan yang sebenarnya,” ujarnya. Bagi Eriksson, diamnya Collina justru terasa lebih menyakitkan dibanding keputusan apa pun.
Tidak akan Ada Rekonsiliasi
Ketika ditanya apakah ia masih ingin berbicara lagi dengan Collina, Eriksson menjawab singkat. “Saya berjanji pada diri sendiri, kalau bertemu dia, saya akan berjalan lurus saja,” ujarnya. Sikap tegas ini menjadi sinyal bahwa hubungan mereka benar-benar telah usai.
Sebenarnya, momen bertemu sempat terbuka saat Piala Dunia Wanita 2023 di Australia dan Selandia Baru. Saat itu, Eriksson hadir sebagai tamu Federasi Sepak Bola Swedia di ruang VIP. Ia sempat membayangkan pertemuan kembali dengan sang mantan bos. “Saya pikir, mari lihat apakah saya akan bertemu dia,” kenangnya.
Dalam satu momen, Sekjen FIFA asal Swedia, Mattias Grafstrom, sempat bercanda. “Grafstrom bertanya, ‘Kita foto lalu kirim ke Collina?’ Saya jawab, ‘Tidak, jangan,’” ucap Eriksson sambil tersenyum. Bagi Eriksson, bab tentang Collina sudah ditutup rapat. Tak perlu foto. Tak perlu lagi bicara. Tak perlu ada akhir bahagia.
Sumber: talkSPORT
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Real Madrid Masih Banyak Kekurangan: Evaluasi dari Hasil Imbang Kontra Al Hilal
- Penjaga Gawang, Penjaga Harapan: Yassine Bounou dan Momen Magis vs Real Madrid
- Al Hilal dan Keberanian dari Padang Pasir: Menahan Madrid, Menantang Dunia
- Legenda di Ujung Jalan: Bintang-bintang Veteran di Panggung Piala Dunia Antarklub 2025
- Kandidat Kuat Pelatih Parma: Dari Arsenal, Usia 29 Tahun, Multibahasa dan Multitalenta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Malam Penentuan Tiba: Rizky Ridho Menanti Nasibnya di FIFA Puskas Award 2025
Tim Nasional 16 Desember 2025, 15:55
-
Meroket! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Melonjak, Fans Murka, FIFA Dikecam Keras
Piala Dunia 12 Desember 2025, 05:18
-
Malaysia Melawan! FAM Resmi Gugat Sanksi FIFA ke CAS Soal Skandal Dokumen Palsu
Bola Indonesia 8 Desember 2025, 16:52
LATEST UPDATE
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26





