UEFA Resmi Ancam Boikot Seluruh Kompetisi FIFA, Tolak Rencana Penjualan Piala Dunia ke Investor Swasta

Aga Deta | 31 Juli 2026 05:37
UEFA Resmi Ancam Boikot Seluruh Kompetisi FIFA, Tolak Rencana Penjualan Piala Dunia ke Investor Swasta
Timnas Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Ashley Landis

Bola.net - UEFA resmi memutuskan akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila rencana penjualan kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta tetap diteruskan. Keputusan tersebut diambil dalam rapat darurat yang digelar pada Kamis.

Seluruh 55 anggota UEFA sepakat menolak proposal Presiden FIFA Gianni Infantino. Mereka menyatakan tidak akan mengikuti seluruh kompetisi FIFA selama rencana tersebut belum dibatalkan.

Advertisement

Penolakan UEFA kemudian diikuti oleh Concacaf. Konfederasi yang menaungi sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia itu juga menyatakan keberatan terhadap proposal FIFA.

Menurut laporan ESPN, keputusan UEFA berarti negara-negara besar seperti Jerman, Inggris, Prancis, dan juara dunia Spanyol tidak akan tampil di Piala Dunia putra maupun putri selama proposal FIFA masih berlaku.

1 dari 3 halaman

UEFA dan Concacaf Bersatu Menolak Proposal FIFA

UEFA dan Concacaf Bersatu Menolak Proposal FIFA

Trofi Piala Dunia ditampilkan saat upacara pembukaan International Broadcast Center di Dallas, 1 Juni 2026 (c) AP Photo/Tony Gutierrez

Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan seluruh asosiasi anggotanya tidak akan berpartisipasi di kompetisi FIFA. Sikap tersebut menjadi bentuk penolakan terhadap rencana penjualan sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta.

Setelah menggelar rapat terpisah, Concacaf yang memiliki 41 anggota juga mengambil keputusan serupa. Federasi Sepak Bola Amerika Serikat bahkan menyatakan dukungannya terhadap sikap Concacaf melalui media sosial.

Menurut UEFA, Piala Dunia merupakan milik sepak bola dan bukan aset yang dapat diperjualbelikan. Organisasi itu juga menilai FIFA gagal melibatkan para pemangku kepentingan secara layak sebelum mengajukan proposal tersebut.

2 dari 3 halaman

Proposal FIFA Tuai Penolakan Luas

Proposal FIFA Tuai Penolakan Luas

Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) bertepuk tangan saat kapten Spanyol Rodri mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 usai laga final di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026 (c) AP Photo/Ashley Landis

Gianni Infantino sebelumnya mengumumkan rencana penjualan sebagian saham FIFA Forward Enterprises yang ditargetkan mampu menghimpun dana sebesar 20 miliar dolar AS. Investor nantinya akan memiliki pengaruh terhadap aspek komersial dan hak siar Piala Dunia.

Proposal tersebut didukung perusahaan investasi milik Joshua Kushner. FIFA juga menawarkan potensi pembagian dana lebih dari 80 juta dolar AS kepada masing-masing dari 211 federasi anggota hingga 2037 apabila rencana itu disetujui.

UEFA menilai proses tersebut dilakukan tanpa konsultasi yang memadai. Organisasi sepak bola Eropa itu menyebut langkah FIFA sebagai kegagalan kepemimpinan dalam menjaga kepentingan sepak bola dunia.

3 dari 3 halaman

Masa Depan Kepemimpinan Infantino Ikut Terancam

Masa Depan Kepemimpinan Infantino Ikut Terancam

Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers jelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City, 10 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Menurut laporan ESPN, penolakan terhadap proposal ini terus meluas. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, bahkan mengingatkan bahwa langkah sepihak FIFA berpotensi merusak fondasi sepak bola antarbenua.

FIFA menetapkan batas waktu hingga 19 September bagi para anggotanya untuk menerima atau menolak proposal tersebut. Agar dapat diberlakukan, rencana itu harus memperoleh dukungan mayoritas dari 211 anggota FIFA.

Situasi ini juga dinilai dapat memengaruhi masa depan kepemimpinan Gianni Infantino. FIFA sendiri telah menetapkan 18 November sebagai tenggat pendaftaran calon presiden baru sebelum pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang di Rabat, Maroko.

Sumber: ESPN

LATEST UPDATE