Javier Tebas Tegas: Pembajakan Bukan Kebebasan, Ancaman Nyata bagi Masa Depan LALIGA
Asad Arifin | 12 Januari 2026 17:13
Bola.net - LALIGA kembali menunjukkan sikap tegas dalam perang melawan pembajakan konten digital. Isu ini dinilai kian serius, terutama di era distribusi siaran olahraga berbasis media sosial.
Presiden LALIGA, Javier Tebas, menegaskan bahwa pembajakan bukan bagian dari kebebasan berekspresi. Aktivitas tersebut disebut sebagai kejahatan terorganisir yang merugikan industri olahraga secara sistemik.
Sikap LALIGA sejalan dengan pandangan para pemimpin industri teknologi global. Salah satunya datang dari CEO Akamai, Tom Leighton, yang menyoroti risiko keamanan siber dari pembajakan digital.
Bagi LALIGA, pembajakan bukan sekadar isu hak cipta. Dampaknya merambah pada keberlangsungan klub, lapangan kerja, hingga masa depan pengembangan sepak bola akar rumput.
Pembajakan Digital dan Ancaman Keamanan Siber

LALIGA menempatkan pembajakan digital sebagai ancaman keamanan siber yang serius. Praktik ilegal ini kerap disertai malware, penipuan, hingga pencurian data pengguna.
Javier Tebas menegaskan bahwa teknologi untuk menanggulangi pembajakan sebenarnya sudah tersedia. Tantangannya bukan pada aspek teknis, melainkan pada desain dan kemauan infrastruktur digital.
“Pembajakan juga merupakan masalah keamanan siber (malware, penipuan, dan pencurian kredensial). Teknologinya sudah ada untuk bertindak cepat tanpa mengorbankan kinerja maupun proses hukum. Pertanyaannya, apakah Anda merancang infrastruktur untuk mencegah kejahatan atau justru menutup mata,” ujar Javier Tebas lewat unggahan X.
Dalam konteks ini, Tebas bahkan menyebut @elonmusk sebagai simbol pentingnya keseriusan platform besar dalam memerangi pembajakan di dunia olahraga.
Javier Tebas Singgung Tanggung Jawab Platform

LALIGA juga menyoroti persoalan persaingan tidak adil yang jarang dibahas. Di Spanyol, lebih dari 35 persen konten LALIGA yang dibajak masih beredar melalui infrastruktur tertentu.
Hal ini terjadi meski ribuan pemberitahuan resmi dan putusan pengadilan telah diterapkan. LALIGA menilai sebagian perantara teknologi masih enggan bertindak tegas.
Beberapa perusahaan berlindung di balik narasi kebebasan internet. Padahal, putusan hukum yang jelas telah ada di berbagai negara, termasuk Spanyol, Italia, dan Jepang.
“Jika pembajakan dibiarkan memiliki keunggulan bawaan ‘by design’, maka harga yang harus dibayar akan ditanggung oleh kreator, industri, lapangan kerja, dan pada akhirnya oleh konsumen yang taat hukum,” lanjut Javier Tebas di LinkedIn.
Baca Ini Juga:
Head-to-Head Barcelona vs Real Madrid Jelang Final Piala Super Spanyol 2026
Transformasi Sisi Kanan Real Madrid: Valverde dan Rodrygo Menggila!
Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
Gosip Tinggalkan Barcelona: Hansi Flick Buka Suara soal Masa Depan Robert Lewandowski
Rodrygo Bangkit di Real Madrid: Dari Terpinggirkan Jadi Andalan Xabi Alonso
Benarkah Ruang Ganti Real Madrid Retak?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resmi! Vinicius Junior Perpanjang Kontrak di Real Madrid hingga 2032
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 04:55
-
Rodri ke Barcelona, Kesepakatan Sudah Tercapai!
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 00:01
LATEST UPDATE
-
Detail Kesepakatan Transfer Ronald Araujo ke Liverpool
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 22:11
-
Hasil MotoGP Silverstone 2026: Raul Fernandez Dominan, Marc Marquez Posisi Ke-7
Otomotif 9 Agustus 2026, 19:57
-
Endrick Mulai Mencari Jalan ke Premier League, Berpeluang Gabung MU?
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 16:35
-
Mason Mount Buka Suara soal Cedera di Laga MU vs PSG
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 15:23
-
Jadi Asisten Jose Mourinho, Apa Peran Sami Khedira di Real Madrid?
Liga Spanyol 9 Agustus 2026, 13:28
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59












