Pengakuan Jujur Toni Kroos Soal Vinicius Junior: Satu Tim Kena Getahnya Gara-gara Kelakuan Dia
Editor Bolanet | 20 November 2025 08:30
Bola.net - Toni Kroos akhirnya buka-bukaan mengenai perilaku Vinicius Junior selama mereka bermain bersama di Real Madrid. Eks gelandang Jerman itu tidak segan mengkritik sikap mantan rekan setimnya tersebut yang dinilai berlebihan.
Isu mengenai tingkah laku Vinicius di atas lapangan hijau memang kembali mencuat belakangan ini. Sorotan tajam mengarah padanya terutama setelah reaksi emosionalnya saat diganti dalam laga El Clasico.
Kroos mengakui bahwa gestur dan protes berlebihan Vinicius sering kali berdampak negatif bagi skuad secara keseluruhan. Ia merasa memiliki kewajiban untuk menenangkan pemain asal Brasil itu demi menjaga fokus tim dalam pertandingan.
Pria yang dikenal selalu bicara apa adanya ini menceritakan pengalamannya saat menegur sang junior. Menurutnya, kualitas Vinicius sebenarnya sudah sangat mumpuni tanpa perlu tambahan drama yang tidak perlu.
Satu Tim Kena Imbasnya
Kroos menyoroti bagaimana perilaku Vinicius kerap kali mengubah dinamika permainan menjadi tidak kondusif. Ia merasa bahwa ulah sang winger tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mengganggu stabilitas mental rekan-rekan setimnya.
Mantan gelandang Bayern Munchen itu mengaku sering meminta Vinicius untuk menghentikan provokasi di lapangan. Hal ini dirasa perlu karena para pemain Real Madrid lainnya mulai merasakan dampak buruk dari situasi tersebut.
"Saya sering menyuruhnya berhenti, karena rasanya seluruh tim terpengaruh oleh perilakunya," kata Toni Kroos.
Vinicius Kerap jadi Musuh Bersama
Tekanan yang datang akibat ulah Vinicius tidak hanya berasal dari pemain lawan yang merasa terprovokasi. Wasit hingga suporter tim musuh juga kerap terpancing emosinya karena gestur pemain bernomor punggung tujuh itu.
Situasi ini membuat Real Madrid seolah-olah harus melawan semua orang di dalam stadion saat bertanding. Kroos menyadari hal ini membuat posisi Los Blancos menjadi sulit karena keadaan justru berbalik menyerang mereka.
"Dapat dimengerti bahwa itu bisa menjadi hal yang berat bagi lawan, wasit, bahkan penggemar lawan. Sebagai sebuah tim, kami merasa bahwa keadaan berbalik melawan kami karena hal itu," ujar Kroos.
Kehilangan Kontrol di Momen Krusial
Sebagai sosok senior yang dihormati di ruang ganti, Kroos berulang kali mencoba menjadi penengah saat emosi Vinicius meledak. Ia berusaha keras menjaga agar fokus pemain berusia 24 tahun itu tidak buyar di tengah pertandingan.
Kroos melihat ada momen-momen tertentu di mana Vinicius benar-benar kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Upaya menenangkan sang pemain dilakukan semata-mata agar konsentrasi tim tetap terjaga pada permainan sepak bola.
"Saya mencoba berkali-kali untuk menenangkannya di lapangan, hanya untuk membuatnya tetap fokus, karena dia akan kehilangan kendali pada saat-saat tertentu," kenang Kroos.
Kualitas Vini Sudah Cukup
Di balik kritikannya, Kroos sebenarnya sangat mengagumi bakat luar biasa yang dimiliki oleh Vinicius Junior. Ia selalu mengingatkan bahwa kemampuan olah bola sang junior sudah di atas rata-rata pemain lain.
Oleh karena itu, Kroos menekankan bahwa Vinicius tidak membutuhkan gimmick atau drama ekstra untuk membuktikan kualitasnya. Pesan inilah yang terus-menerus ia sampaikan kepada bintang muda Timnas Brasil tersebut.
"Saya mengatakan kepadanya berulang kali: 'Vinicius, kamu terlalu bagus. Kamu tidak membutuhkan semua ini'," ungkap Toni Kroos.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool vs Atletico Madrid, Pembuktian Kualitas The Reds
Liga Champions 9 September 2026, 14:25
-
Kapten Inter Milan Sanjung Thibaut Courtois: Dia Pembeda Bagi Real Madrid!
Liga Champions 9 September 2026, 08:15
-
Tumbang di Bernabeu, Inter Milan Kalah dengan Terhormat!
Liga Champions 9 September 2026, 07:55
LATEST UPDATE
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Deco Ungkap Alasan Barcelona Rela Bayar Mahal untuk Anthony Gordon
Liga Spanyol 11 September 2026, 12:35
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
-
Mimpi Saksikan Barcelona di Spotify Camp Nou? Kartu BRI Debit Bisa Jadi Jalan
Liga Spanyol 11 September 2026, 11:52
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



