Usai Duel Bosnia dan Herzegovina vs Italia, FIGC Minta Gattuso Bertahan Meski Gagal Antarkan Azzuri ke Piala Dunia 2026

Dimas Ardi Prasetya | 1 April 2026 05:53
Usai Duel Bosnia dan Herzegovina vs Italia, FIGC Minta Gattuso Bertahan Meski Gagal Antarkan Azzuri ke Piala Dunia 2026
Reaksi pemain Italia ketika adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Bola.net - Kegagalan kembali menghantam Timnas Italia di panggung internasional. Kekalahan dramatis dari Bosnia dan Herzegovina pada Rabu (01/04/2026) memastikan Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Hasil pahit itu terasa semakin menyakitkan karena Italia sempat unggul lebih dulu. Namun situasi berubah drastis setelah kartu merah dan berujung kekalahan di adu penalti.

Advertisement

Dalam laga yang berlangsung di Bilino Polje, Zenica, Italia dipaksa menyerah 4-1 dalam adu penalti. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola Negeri Pizza.

Kegagalan ini juga memunculkan pertanyaan besar soal masa depan tim, termasuk posisi pelatih. Namun Presiden FIGC, Gabriele Gravina, justru mengambil langkah tak terduga.

1 dari 3 halaman

Tetap Tegak Meski Terpukul, Italia Dapat Apresiasi

Tetap Tegak Meski Terpukul, Italia Dapat Apresiasi

Reaksi pemain Italia setelah kalah dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Italia sebenarnya memulai laga dengan cukup menjanjikan lewat gol cepat dari Moise Kean. Momentum itu sempat memberi harapan sebelum situasi berubah drastis di akhir babak pertama.

Kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni pada menit ke-41 menjadi titik balik pertandingan. Bosnia dan Herzegovina kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menyamakan skor.

Pertandingan berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu tanpa pemenang. Namun dalam adu penalti, Italia gagal tampil efektif setelah dua eksekutor mereka gagal menjalankan tugas.

“Kondisi mental kami cukup jelas, terutama mengingat bagaimana hasil pertandingan berkembang,” kata Gabriele Gravina dalam konferensi pers, via Football Italia.

“Izinkan saya memuji para pemain, yang telah berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Banyak dari Anda tidak dapat sepenuhnya menghargai suasana yang tercipta akhir-akhir ini," serunya.

2 dari 3 halaman

Gravina Tegaskan Kepercayaan pada Gattuso

Gravina Tegaskan Kepercayaan pada Gattuso

Pelatih Italia, Gennaro Gattuso berjalan keluar lapangan usai kalah dari Bosnia di final playoff Piala Dunia 2026, Rabu 1 April 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Di tengah tekanan besar dan kegagalan lolos ke Piala Dunia, Gravina justru memberikan sinyal dukungan penuh kepada pelatih Gennaro Gattuso. Ia menilai tim ini masih memiliki fondasi yang kuat untuk bangkit.

Gravina juga menyoroti perkembangan skuad dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, ada peningkatan signifikan yang tidak sepenuhnya terlihat oleh publik.

Selain itu, peran legenda Italia Gianluigi Buffon di dalam tim juga dianggap penting. Kehadiran Buffon dinilai memberi dampak positif dalam membangun suasana tim.

“Kami ingin memberikan kegembiraan kepada para penggemar kami, dan saya ingin memuji Rino Gattuso. Ia adalah pelatih hebat, saya memintanya untuk tetap bersama Gigi Buffon, memimpin tim ini," ungkap sang Presiden.

3 dari 3 halaman

Evaluasi Tetap Jalan Meski Pelatih Dipertahankan

Evaluasi Tetap Jalan Meski Pelatih Dipertahankan

Wasit Clement Turpin memberikan kartu merah kepada Alessandro Bastoni dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia antara Bosnia dan Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Meski memberikan dukungan penuh kepada Gattuso, Gravina tidak menutup mata terhadap kekurangan tim. Ia menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan secara menyeluruh.

Gravina bahkan mengungkapkan suasana emosional di ruang ganti setelah pertandingan. Ia menyebut ada momen kebersamaan yang kuat di antara para pemain.

Menurutnya, para pemain menunjukkan semangat juang luar biasa meski berada dalam situasi sulit. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa ia tetap optimistis terhadap masa depan tim.

“Anda melewatkan momen persatuan yang luar biasa di ruang ganti. Anda semua melihat pertandingan, para pemain heroik dalam keadaan tersebut. Setelah itu, saya mengerti ada evaluasi yang harus dilakukan," terang gravina.

(Football Italia)

LATEST UPDATE