Di Balik Kelolosan Dortmund ke 16 Besar, Ada PR yang Harus Diselesaikan

Di Balik Kelolosan Dortmund ke 16 Besar, Ada PR yang Harus Diselesaikan
Liga Champions 2024/25: Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac (kanan) (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Borussia Dortmund berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar Liga Champions 2024/2025. Mereka menyingkirkan Sporting Lisbon dengan agregat 3-0.

Hasil imbang 0-0 di Signal Iduna Park pada leg kedua play-off fase gugur sudah cukup untuk membawa Die Borussen melangkah ke fase berikutnya. Kemenangan telak pada leg pertama di Portugal menjadi kunci kelolosan.

Namun, performa Dortmund di leg kedua menyisakan kekhawatiran. Mereka gagal mencetak gol meski tampil dominan di hadapan para pendukungnya.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Penyelesaian Akhir Masih Bermasalah

Pelatih Dortmund, Niko Kovac, mengakui bahwa timnya masih memiliki pekerjaan rumah dalam memanfaatkan peluang. "Itu adalah performa yang terkendali. Kami memiliki penalti yang gagal dan tembakan Giovanni Reyna yang membentur tiang. Kami seharusnya menang, tapi yang terpenting adalah kami lolos," ujarnya, seperti dilansir situs resmi UEFA.

Dortmund tampil solid di lini belakang, tetapi kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Beberapa peluang emas terbuang percuma, menunjukkan bahwa masih ada aspek yang perlu diperbaiki.

Kovac menegaskan bahwa timnya akan terus bekerja untuk meningkatkan penyelesaian di depan gawang. "Kami sedang bekerja untuk memanfaatkan peluang mencetak gol. Saya percaya pada para pemain," tambahnya.

Pertandingan Selanjutnya
Bundesliga Bundesliga | 14 Februari 2026
Borussia Dortmund Borussia Dortmund
02:30 WIB
FSV Mainz 05 FSV Mainz 05

Brandt: Lolos, tapi Tidak Sepenuhnya Puas

Gelandang Dortmund, Julian Brandt, juga menyoroti aspek yang perlu ditingkatkan oleh timnya. "Masih ada ruang untuk perbaikan. Kami bertahan dengan baik, tetapi kurang tajam di lini serang," ungkapnya.

Dortmund memang tampil disiplin dalam bertahan, tetapi kreativitas di lini depan belum maksimal. Hasilnya, mereka gagal menambah keunggulan meskipun menguasai permainan.

Brandt merasa lega dengan kelolosan timnya, tetapi tetap menyisakan perasaan campur aduk. "Saya senang kami lolos, tetapi masih ada rasa yang sedikit mengganjal," katanya.