
Bola.net - Dunia sepak bola Eropa kembali dihebohkan oleh kejutan luar biasa dari klub Norwegia, Bodo/Glimt, yang berhasil menciptakan sejarah di Liga Champions. 'Si Pembunuh Raksasa' ini sukses menyingkirkan jagoan Italia, Inter Milan, dalam babak playoff fase gugur, memastikan tempat mereka di babak 16 besar. Ini adalah pencapaian monumental bagi klub dari Lingkar Arktik.
Kemenangan dramatis ini tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari performa konsisten Bodo/Glimt yang telah mengejutkan banyak pihak sepanjang edisi Liga Champions musim ini. Mereka telah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk bersaing dengan tim-tim elite Eropa. Duel Inter vs Bodo/Glimt menjadi perhatian setelah hasil leg pertama yang mengejutkan.
Dengan agregat kemenangan yang meyakinkan, Bodo/Glimt kini menatap babak selanjutnya dengan penuh optimisme, mengukuhkan status mereka sebagai kuda hitam paling berbahaya. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan sensasional Bodo/Glimt, termasuk kemenangan mereka atas Inter Milan, dan bagaimana mereka berhasil membalikkan semua prediksi.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kemenangan Bersejarah Bodo/Glimt di Babak Playoff

Pertarungan antara Inter vs Bodo/Glimt di babak playoff fase gugur Liga Champions menjadi puncak dari perjalanan luar biasa klub Norwegia tersebut. Pada leg pertama yang digelar di kandang mereka, Bodo/Glimt berhasil menghajar Inter Milan dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan ini sontak mengejutkan banyak pengamat sepak bola.
Tidak berhenti di situ, Bodo/Glimt kembali menunjukkan dominasinya di leg kedua yang berlangsung di markas Inter Milan, Stadion Giuseppe Meazza/San Siro. Mereka berhasil meraih kemenangan tandang 2-1, mengamankan agregat 5-2 atas Nerazzurri. Hasil ini memastikan Bodo/Glimt menjadi klub Norwegia pertama yang melaju ke babak 16 besar Liga Champions sejak Rosenborg pada musim 1999–2000.
Kemenangan ini membuktikan kualitas dan persiapan tim yang matang, serta kemampuan mereka memanfaatkan setiap peluang. Para pemain seperti Jens Petter Hauge, Hakon Evjen, dan Ole Didrik Blomberg berperan penting dalam menumbangkan Inter Milan. Mereka berhasil menghukum kesalahan defensif lawan dengan penyelesaian yang efektif.
Bod?/Glimt: Pembunuh Raksasa Eropa

Julukan 'Pembunuh Raksasa' memang pantas disematkan kepada Bodo/Glimt mengingat serangkaian kemenangan mengejutkan mereka atas tim-tim besar Eropa di Liga Champions musim ini. Sebelum menyingkirkan Inter Milan, mereka telah mencatatkan kemenangan penting lainnya yang menegaskan ketajaman mereka. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan mereka bukan hanya kebetulan semata.
Pada 20 Januari 2026, Bodo/Glimt berhasil meraih kemenangan perdana mereka di fase liga Liga Champions dengan mengalahkan Manchester City 3-1 di kandang. Kemenangan ini langsung memberi sinyal bahwa Bodo/Glimt bukan sekadar tim kejutan biasa, melainkan ancaman serius bagi klub-klub top. Mereka menunjukkan gaya bermain tanpa rasa takut.
Selain Manchester City, Atletico Madrid juga menjadi korban keganasan Bodo/Glimt. Mereka dipaksa menyerah 1-2 di kandang sendiri. Tim asuhan Diego Simeone harus mengakui keunggulan wakil Norwegia yang konsisten dalam mengalahkan tim-tim papan atas. Kemenangan-kemenangan ini membuktikan bahwa Bodo/Glimt mampu bersaing di level tertinggi.
Perjalanan sensasional Bodo/Glimt bahkan mencatat rekor unik, menjadi tim pertama dari luar lima liga top Eropa yang mampu meraih empat kemenangan beruntun melawan klub dari liga-liga tersebut sejak era Ajax pada musim 1971/1972. Ini adalah testimoni atas skala pencapaian mereka. Mereka telah menumbangkan sejumlah tim kuat yang selama ini identik dengan dominasi di kompetisi Eropa.
Lebih dari Sekadar Kejutan: Konsistensi dan Taktik Bodo/Glimt

Kesuksesan Bodo/Glimt di Liga Champions musim ini bukanlah semata-mata keberuntungan, melainkan buah dari strategi dan gaya bermain yang khas. Tim ini dikenal dengan pressing tinggi, transisi cepat, dan disiplin taktis yang memungkinkan mereka bersaing dengan tim-tim yang memiliki sumber daya finansial jauh lebih besar. Pelatih Kjetil Knutsen telah membangun tim yang solid dan bermental baja.
Sebelum mencapai panggung Liga Champions, Bodo/Glimt juga telah menorehkan sejarah di kompetisi Eropa lainnya. Pada musim 2021/2022, mereka berhasil mencapai perempat final Liga Konferensi Eropa UEFA, di mana mereka terkenal mengalahkan AS Roma 6-1 di fase grup. Kemenangan telak atas tim asuhan Jose Mourinho itu menjadi indikasi awal potensi besar mereka.
Di musim 2022/2023, Bodo/Glimt juga berpartisipasi di Liga Europa setelah tersingkir dari kualifikasi Liga Champions, menghadapi tim-tim seperti Arsenal dan PSV Eindhoven. Pengalaman di kompetisi-kompetisi ini telah mematangkan tim dan mempersiapkan mereka untuk tantangan yang lebih besar. Perjalanan panjang ini akhirnya membuahkan hasil di Liga Champions.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
- Inter Jadi Korban Efisiensi Mematikan Bodo/Glimt
- Andai Saja Inter Milan Mampu Memecah Kebuntuan Lebih Awal
- Kandasnya Perlawanan Inter Milan
- Akanji Jadi Titik Lemah, Hauge Tunjukkan Kelasnya
- Man of the Match Leverkusen vs Olympiakos: Alejandro Grimaldo
- Man of the Match Inter vs Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge
- Hasil Leverkusen vs Olympiakos: Die Werkself Siap Jumpa Arsenal atau Bayern
- Hasil Inter vs Bodo/Glimt: Sampai di Sini Saja, Nerazzurri
- Prediksi Juventus vs Galatasaray 26 Februari 2026
- Prediksi PSG vs Monaco 26 Februari 2026
- Prediksi Real Madrid vs Benfica 26 Februari 2026
- Prediksi Atalanta vs Dortmund 26 Februari 2026
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 9 Juli 2026 23:08Jorge Jesus Capai Kesepakatan Latih Portugal
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 11:15Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026, 15-16 Juli 2026
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 11:00Man of the Match Argentina vs Swiss: Julian Alvarez
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 12 Juli 2026 08:04
Daftar BUMN Penggarap 5 Bendungan yang Diresmikan Prabowo
-
Liputan6 12 Juli 2026 01:15Bahlil ke Kader Golkar: Jangan Jadi ABS, Berani Koreksi Pemerintah
-
Liputan6 12 Juli 2026 00:28Bahlil Jagokan Wihaji Pimpin MKGR: Saya Kenal Sejak Sama-Sama Susah
-
Liputan6 11 Juli 2026 22:4426 Negara Hadiri KAA 2026, Ada Agenda Khusus untuk Palestina
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:5510 Orang Lapor, USU Panggil Terduga Pelaku Pelecehan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293506/original/046378000_1783729773-Konferensi-pers-Jampidsus-100726-Ada-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294117/original/085082200_1783793940-IMG_1881.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294111/original/057841000_1783791065-IMG_1885.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294092/original/079672400_1783785034-2f6f6d83-bc05-4f66-ae73-21e5369298d4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3140410/original/013963200_1590913705-USU.jpg)
