FOLLOW US:


Arema FC Siap Berbagi Kandang dengan Klub-Klub Luar Jawa

24-06-2020 22:20

 | Serafin Unus Pasi

Arema FC Siap Berbagi Kandang dengan Klub-Klub Luar Jawa
Aremania, suporter Arema FC © Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Arema FC angkat bicara soal kemungkinan tim-tim luar Jawa berkandang di Malang selama lanjutan Shopee Liga 1 musim 2020. Klub berlogo singa mengepal ini mengaku siap berbagi kandang dengan klub-klub asal luar Jawa tersebut.

"Kami mempersilakan jika ada klub-klub asal luar Jawa yang hendak berkandang di Malang," ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

"Nggak ada masalah. Toh, di Malang kan ada Stadion Kanjuruhan dan Gajayana," sambungnya.

Menurut Ruddy, Arema sama sekali tak rugi jika nantinya harus berbagi kandang. Bahkan, manajer berusia 48 tahun ini menegaskan bahwa timnya justru bakal untung jika ada tim lain yang berkandang di Malang.

"Kalau main tandang kan kita nggak perlu jauh-jauh. Ini bakal jadi menguntungkan bagi kita juga kan," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Sudjarno, mempersilakan klub-klub di Pulau Jawa mengajukan daerahnya sebagai homebase klub-klub luar Jawa. PT LIB, kemudian, akan rapat membahas kondisi di daerah klub-klub yang akan mengajukan diri sebagai tuan rumah tersebut. Mereka akan menentukan lokasi mana yang memungkinkan untuk bisa menggelar pertandingan.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1

Senang Dipusatkan di Pulau Jawa

Lebih lanjut, Ruddy menyambut positif jika nantinya kompetisi lanjutan Shopee Liga 1 musim 2020 dipusatkan di Jawa. Menurut pria asal Madiun tersebut, hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk memperkecil risiko paparan dan persebaran virus Corona.

"Sejujurnya, ini mulanya merupakan usulan kami. Kami berpikir, jika memang semua berpusat di Jawa, Madura, dan Bali, maka untuk laga tandang bisa memanfaatkan tol Transjawa," papar Ruddy.

"Tim-tim yang bertandang bisa menggunakan bus khusus, yang tentunya lebih privat dibanding sarana angkutan umum lain. Ini akan mengurangi risiko paparan atau penularan virus Corona," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)