FOLLOW US:


Ketika Brasil-sentris Membuat PSS Sleman Jadi Tim yang Perkasa

15-06-2020 12:33

 | Gia Yuda Pradana

Ketika Brasil-sentris Membuat PSS Sleman Jadi Tim yang Perkasa
Suporter PSS Sleman © Dok Bola.com

Bola.net - PSS Sleman pernah mencatatkan prestasi gemilang kala mengarungi Liga Bank Mandiri musim 2003 dan 2004. Dua musim itu menyisakan kenangan yang begitu membekas di hati publik sepak bola Sleman.

PSS mampu meenyegel peringkat keempat klasemen akhir dalam dua musim tersebut. Pada musim 2003 PSS dibesut pelatih Yudi Suryata, musim berikutnya ditangani oleh Daniel Roekito.

Kesuksesan PSS pada dua musim tersebut tak lepas dari kehadiran pemain Brasil. Banyak pihak menyebut prestasi mentereng PSS kala itu karena Brasil-sentris.

Tiga pemain Brasil yang mewarnai tim Elang Jawa kala itu adalah Anderson Da Silva sebagai bek, playmaker Jaldecir Deca dos Santos, dan Marcelo Braga sebagai striker.

Dalam setiap duel, tiga pemain tersebut memberikan kontribusi besar bagi PSS.

Manajer PSS Sleman pada masa itu, Hendrikus Mulyono punya cerita menarik tentang kehebatan PSS di bawah pengaruh Brasil-sentris tersebut.

1 dari 3

Berburu Pemain ke Brasil

Hendrikus Mulyono menuturkan bagaimana PSS Sleman mendapatkan sosok Anderson Da Silva.

PSS menemukan Anderson saat perwakilan klub datang ke Brasil. Perjudian PSS terbayarkan, Anderson Da Silva mampu membuktikan diri sebagai bek tangguh kala itu.

Berkat penampilannya, lini belakang PSS cukup sulit ditembus lawan. Hendrikus mengakui tak harus merogoh kocek dalam untuk mendatangkan Anderson Da Silva.

"Pak Ibnu Subiyanto (Bupati Sleman) ketika itu memang menyuruh langsung dari negaranya. Termasuk ngambil Anderson juga dari Brasil, Rp75 juta per musim, sangat murah dan sesuai kemampuan finansial kami (PSS)," katanya.

"Tahun kedua kami bersaing dengan Persebaya, sehingga nilai kontrak Anderson naik Rp150 juta per musim," kata Hendrikus.

2 dari 3

Pengaruh Besar Deca dos Santos

Pemain bernama lengkap Jaldecir Deca dos ini merupakan ekspatriat pertama yang direkrut PSS ketika itu.

Deca dos Santos yang menjadi buangan Persebaya Surabaya, dimanfaatkan oleh PSS. Deca sukses menjadi nyawa permainan PSS. Sebagai gelandang jangkar dengan kejeniusan bermain, peran Deca begitu sentral.

Deca membuat Brasil sentris di PSS makin terlihat. Selain sudah mendatangkan Anderson Da Silva yang juga atas rekomendasinya, PSS juga merekrut Marcelo Braga.

Meski postur tubuh tubuhnya tak begitu tinggi, Marcelo punya insting kuat dalam mencetak gol. Musim 2003 menjadi bukti sekaligus merupakan era keemasannya dengan mengoleksi 21 gol. Ia terpaut 10 gol dari top scorer saat itu, Oscar Aravena (PSM Makassar).

"Selain Marcelo Braga ada juga Lekke yang dari Brasil. Mereka ini datang lewat Deca dos Santos saat pulang ke Brasil dan sekalian membawanya ke Sleman. Sangat murah, sekitar Rp75 juta per bulan. Hadirnya mereka membuat PSS hampir juara. Banyak yang menyebut Brasil sentris di tim ini," lanjut Hendrikus.

3 dari 3

Bukti Tak Salah Rekrut

Hendrikus menilai PSS sangat berani dengan berjudi dalam perekrutan pemain asing.

"Dulu itu PSS terhitung berani bertaruh dalam mencari pemain. Tidak harus yang punya nama besar, tapi kebersamaan dan kekeluargaan," tutur Hendrikus.

Ia menceritakan, kisah menarik menjelang laga krusial melawan tuan rumah Persebaya Surabaya. Surat kabar setempat menulis PSS bakal menjadi ladang gol.

"Pemain lalu saya kumpulkan dan menawari bonus satu gol Rp 5 juta. Kalau menang, pemain masing-masing saya beri 3 juta, akhirnya sepak pojoK Seto disundul Anderson dan masuk ke gawang," lanjutnya.

"Hingga akhirnya menang di Surabaya. Saya harus merogoh kocek habis hampir Rp95 juta, tapi semua puas ini perjuangan dan kebersamaan. Di Padang juga demikian, tandukan Anderson Da Silva kembali membungkam tuan rumah," pungkasnya.

Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Wiwig Prayugi

Published: 15 Juni 2020