
Bola.net - Persib Bandung mencetak sejarah ketika sukses menjuarai Liga Indonesia musim 1994-1995. Sukses ini mencatatkan sejarah bahwa Maung Bandung merupakan juara pertama kompetisi Liga Indonesia.
Liga Indonesia sendiri baru dimulai pada musim 1994-1995. Kompetisi ini merupakan gabungan kompetisi Perserikatan dan Galatama.
Dalam partai puncak, perebutan gelar juara Liga Indonesia 94-95, Persib Bandung menghadapi Petrokimia Putra Gresik. Pertandingan ini kerap disebut sebagai final ideal. Pasalnya, laga mempertemukan Persib, yang merupakan tim Perserikatan, dan Petrokimia, yang berstatus tim Galatama.
Dalam laga yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (30/07) malam ini, Persib meraih kemenangan 1-0. Gol semata wayang Persib dicetak Sutiono Lamso.
Kendati sukses mencetak gol semata wayang kemenangan timnya, Sutiono Lamso bukan satu-satunya pahlawan Persib pada laga tersebut. Masih ada sejumlah nama yang juga layak disebut sebagai pahlawan Maung Bandung pada laga tersebut.
Siapa saja pahlawan-pahlawan di balik kemenangan Persib Bandung pada musim 1994-1995? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Anwar Sanusi
Anwar Sanusi merupakan sosok tangguh di bawah mistar gawang Persib Bandung. Kepiawaiannya menghalau serangan lawan membuahkan gelar juara Liga Indonesia 1994-1995 bagi Persib Bandung. Pria yang karib disapa Awai ini gantung sepatu dari Maung Bandung pada 2001 silam.
Pada 2007, Awai kembali ke Persib. Kali ini, ia berstatus sebagai pelatih kiper. Tangan dinginnya turut berperan dalam sukses Persib meraih gelar juara Indonesia Super League pada 2014 lalu. Awai mengakhiri masa baktinya di Persib pada musim 2019.
Mulyana
Mulyana merupakan salah satu andalan Persib Bandung ketika menjuarai gelaran perdana Liga Indonesia. Kemampuan pemain asal Subang ini membaca permainan juga bekerja sama dengan Robby Darwis dan Yadi Mulyadi menjadi salah satu faktor kokohnya pertahanan Maung Bandung.
Mulyana pertama kali bergabung dengan Persib Bandung pada musim 1993-1994. Ia meninggalkan Maung Bandung pada musim 2001.
Kendati berposisi sebagai pemain belakang, Mulyana juga piawai urusan menyerang. Ia bahkan sempat menjadi pencetak gol terbanyak Persib pada Ligina 1999-2000.
Robby Darwis
Robby Darwis merupakan sosok libero andal Persib Bandung. Kemampuannya mengorganisir pertahanan Maung Bandung tak perlu diragukan. Rapatnya pertahanan Persib pada laga kontra Petrokimia Gresik, dalam partai final Liga Indonesia 1994-1995 tak lepas dari kepiawaian kapten tim mereka tersebut.
Robby Darwis pensiun dari Persib Bandung pada 1997 silam. Sepuluh tahun berselang, ia kembali ke Maung Bandung sebagai asisten pelatih. Kemudian, pada 2010, ia menjadi pelatih kepala Persib Bandung. Saat ini, Robby Darwis menangani PSKC Cimahi.
Selain sebagai tulang punggung Persib Bandung, Robby Darwis juga merupakan salah seorang pilar Timnas Indonesia. Tercatat, pemain kelahiran 30 Oktober 1964 ini memperkuat Timnas Indonesia mulai 1987 sampai 1997.
Yadi Mulyadi
Yadi Mulyadi merupakan tembok kokoh lini belakang Persib Bandung pada Liga Indonesia 1994-1995. Kerja samanya bersama Mulyana dan Robby Darwis membuat lawan kerap frustasi.
Yadi sendiri bergabung dengan Persib Bandung pada 1991. Ia kemudian menjadi bagian skuad kala Maung Bandung menjuarai kompetisi Perserikatan pada 1993-1994.
Pada 1999, Yadi meninggalkan Persib Bandung dan bermain di sejumlah klub sebelum kemudian gantung sepatu. Saat ini, ia menjadi Pelatih Persib U-20.
Nandang Kurnaedi
Tak sekadar cepat dan piawai menyerang pun bertahan, ada kelebihan lain yang dimiliki sosok Nandang Kurnaedi. Bek sayap Persib Bandung ini juga dikenal memiliki lemparan ke dalam luar biasa. Bek kiri andalan Persib Bandung ini dikenal memiliki lemparan ke dalam yang sangat jauh dan akurat. Bahkan, bisa disebut lemparan ke dalam Nandang Kurnaedi setara dengan umpan silang.
Nandang Kurnaedi sendiri bergabung dengan Persib Bandung pada 1989 dan mengakhiri masa baktinya di Maung Bandung pada 2001. Sejak tengah musim 1998-1999 sampai musim 2001, Nandang bahkan berstatus sebagai kapten tim.
Selama memperkuat Persib, Nandang mempersembahkan tiga gelar juara. Dua kali juara Perserikatan, 1989-1990 dan 1993-1994, dan sekali juara Liga Indonesia, 1994-1995.
Dede Iskandar
Dede Iskandar adalah sosok senior di skuad Persib Bandung kala memenangi gelaran perdana Liga Indonesia. Beroperasi di sektor bek sayap kanan, kepemimpinan dan kelihaian Dede menjadi salah satu kekuatan utama Maung Bandung.
Dede sendiri merupakan tipe bek sayap modern. Tak hanya piawai mempertahankan area pertahanannya, ia juga memiliki kemampuan overlapping dan melepas umpan terukur ke barusan penyerang Persib.
Dengan kemampuannya ini, Dede seakan menjadi pemilik otoritas sektor bek sayap kanan Persib Bandung selama satu dekade masa pengabdiannya. Dede sendiri mengakhiri masa pengabdiannya usai mengantar Persib Bandung meraih gelar juara musim perdana Liga Indonesia.
Asep Kustiana
Berposisi sebagai gelandang bertahan tak membuat Asep Kustiana hanya piawai menghalau serbuan lawan. Pemain yang karib disapa Munir ini juga lihai mencetak gol. Torehan tujuh golnya menjadi salah satu faktor yang membawa Persib Bandung meraih gelar juara kompetisi Liga Indonesia musim 1994-1995.
Munir sendiri bergabung dengan Persib pada musim 1993-1994. Berturut-turut, ia kemudian mengantar Maung Bandung meraih gelar juara kompetisi Perserikatan musim 1993-1994 dan Liga Indonesia 1994-1995.
Masa bakti Munir di Persib Bandung sendiri usai jelang musim 1997-1998. Waktu itu, ia hengkang ke Persikab Kabupaten Bandung.
Yudi Guntara
Yudi Guntara adalah salah satu bintang dalam kemenangan Persib musim itu. Bermain sebagai gelandang serang, pemain yang dikenal memiliki 'tendangan ular' tersebut kerap membuat repot pertahanan lawan.
Pemain yang sempat memperkuat Persija Jakarta ini, bergabung dengan Persib Bandung pada 1991 dan langsung menjadi salah satu motor lini tengah Maung Bandung. Ia sukses membawa Persib Bandung meraih dua gelar, juara kompetisi Perserikatan musim 1993-1994 dan Liga Indonesia 1994-1995.
Kebersamaan Yudi Guntara dan Persib Bandung ini berakhir pada musim 1998. Setelahnya, Yudi Guntara menepi dari lapangan hijau akibat cedera yang ia alami.
Yusuf Bachtiar
Yusuf Bachtiar merupakan salah satu pemain senior Persib Bandung dalam Liga Indonesia edisi perdana tersebut. Pemain yang akrab disapa Si Kancil ini sudah membela Persib Bandung sejak 1987.
Pada laga kontra Petrokimia Putra, Yusuf Bachtiar menunjukkan kelasnya. Memang ia tak mencetak gol. Namun, sodorannya kepada Sutiono Lamso mampu berbuah gol kemenangan Persib Bandung.
Yusuf Bachtiar mengakhiri masa baktinya di Persib Bandung pada musim 1998 dan bergabung dengan Persikab Kabupaten Bandung. Namun, pada 2001, ia sempat kembali memperkuat Maung Bandung.
Pada musim 2003, pemain kelahiran 14 Juni 1962 ini memperkuat Persikad Depok.
Sutiono Lamso
Sutiono Lamso adalah aktor utama kemenangan Persib Bandung pada laga puncak Liga Indonesia 1994-1995. Ia mencetak gol kemenangan Maung Bandung atas Petrokimia Putra.
Pada musim itu, pria kelahiran Purwokerto ini merupakan mesiin gol Persib Bandung. 21 gol dicetak pemain yang mulai bergabung dengan Maung Bandung pada 1989 tersebut pada musim 1994-1995.
Musim sebelumnya, Sutiono juga sukses mencetak prestasi sebagai pemain terbaik Perserikatan.
Saat ini, Sutiono berstatus sebagai ASN pada Pemkot Bandung. Ia bertugas di Badan Pengelola Pendapatan Daerah. Selain itu, ia juga memiliki sekolah sepak bola.
Kekey Zakaria
Jalan Kekey Zakaria di Persib Bandung sempat tak mulus. Bergabung dengan Persib pada musim 1987/1988, ia hengkang setelah semusim memperkuat Maung Bandung. Pemain kelahiran Subang ini baru bergabung lagi dengan Persib pada musim 1991.
Sekembalinya ke Persib, jalan Kekey pun tak langsung lempang. Ia sempat menjadi sasaran cemooh akibat gaya permainan yang dianggap terlalu stylish. Namun, pujian pelatih legendaris asal Belanda, Rinus Michels, mengubah segalanya. Kekey kian buas pada gelaran Perserikatan musim 1993-1994. Ia pun menjadi bagian penting sukses Persib meraih gelar juara pada laga tersebut.
Musim berikutnya, pria kelahiran 5 Mei 1968 tersebut kembali menjadi bagian penting sukses Persib meraih gelar juara Perserikatan. Ia mencetak gol semata wayang ke gawang Barito Putera pada babak semifinal. Sepanjang musim, ia mencetak sembilan gol.
Sukses mengantarkan Persib juara back to back, Kekey Zakaria masih bertahan di Maung Bandung. Ia mengakhiri masa baktinya pada musim 1997.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:45Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 19:41Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 19:40Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:30Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:13AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:58Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:45Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 19:41Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 19:40Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:30Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
BERITA LAINNYA
-
indonesia 27 Oktober 2026 19:40Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
-
indonesia 27 Oktober 2026 19:00Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
-
indonesia 27 Oktober 2026 18:39Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
-
indonesia 27 Oktober 2026 18:30Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:44Sestama BNPB Dicecar KPK Soal Pengadaan Dana Bencana
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:12BRIN Punya 4 Kandidat Vaksin Malaria, Prabowo Minta Riset Dipercepat
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 27 Oktober 2026 16:17DPR Soroti Kasus Montir Dicatut Jadi Pemilik McLaren
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383841/original/017191300_1793103340-IMG_0345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)

