FOLLOW US:


Soal Kapolri Anyar, Ini Asa Arema FC

12-01-2021 18:24

 | Serafin Unus Pasi

Soal Kapolri Anyar, Ini Asa Arema FC
Suasana Rapat Koordinasi PSSI dan Kepolisian Republik Indonesia © Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - Rencana pergantian pucuk pimpinan di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tak lepas dari perhatian Arema FC. Klub berlogo singa mengepal ini pun mengungkapkan harapan mereka kepada sosok yang nantinya akan menjadi Trunojoyo 1.

"Siapa pun sosok yang nantinya menjadi Kapolri, kami hanya berharap agar beliau bisa memberi izin bergulirnya kompetisi," ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pada Bola.net.

"Inilah yang menurut kami paling penting dari kaca mata sepak bola," sambungnya.

Menurut Ruddy, ada harapan lain dari Arema FC kepada sosok Kapolri anyar. Manajer berusia 49 tahun ini berharap agar sosok anyar tersebut bisa berbicara dengan bahasa olahraga.

"Kalau membahas sepak bola, bahasanya bahasa bola. Bahasa olahraga. Kalau berbicara dengan bahasa keamanan, ya nggak bakal ketemu," tuturnya.

Proses pemilihan Kapolri tahun ini memang sangat bersinggungan dengan lapangan hijau. Pasalnya, dengan terpilihnya sosok Kapolri anyar, terbit asa izin kompetisi bakal bisa diberikan lagi.

Sejauh ini, belum ada tanda-tanda izin lanjutan kompetisi musim 2020/2021 bakal bisa berlanjut. Padahal, PSSI dan PT LIB sudah berencana akan menggelar lagi kompetisi pada Februari mendatang.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1

Fokus Soal Izin

Lebih lanjut, Ruddy mengaku tak mau menerka-nerka siapa sosok yang nantinya bakal menjadi sosok 'Trunojoyo 1'. Pria asal Madiun ini mengaku tak mempermasalahkan siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Kapolri.

Menurut Ruddy, yang lebih penting adalah kebijakan Kapolri terpilih ke depannya. Ia mengulangi harapannya agar Kapolri terpilih bisa fokus soal perizinan kompetisi.

"Bukan hanya terkait pandemi ini, kami berharap Kapolri mampu lebih mudah dalam memberi izin. Jangan lagi terjadi karena ada agenda politik, bahkan seperti pemilihan kepala desa, kompetisi harus terganggu," papar Ruddy.

"Justru, kompetisi sebaiknya tetap digelar sebagai cermin bahwa kondisi Indonesia aman dan tak bermasalah. Harus ada keberanian dari pihak terkait," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)