FOLLOW US:


Surati Jokowi, Jokdri Minta Bantuan Pemerintah

17-02-2015 10:46
Surati Jokowi, Jokdri Minta Bantuan Pemerintah
Joko Driyono © Eggi Paksha
Bola.netBola.net - PT Liga Indonesia kembali menegaskan jika kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015 tetap terselenggara mulai 20 Februari mendatang. Namun, PT Liga Indonesia tengah mencari-cari cara agar mendapatkan jaminan kuat, sekaligus sebagai pemberi rekomendasi.

CEO PT Liga Indonesia sekaligus Sekjen PSSI, Joko Driyono mengungkapkan tidak segan-segan sekalipun harus meminta rekomendasi dari Presiden RI, Joko Widodo. Dilanjutkan Jokdri, pihaknya bakal berupaya mengirimkan surat, agar Jokowi mengetahui apa yang terjadi saat ini.

"PSSI perlu memberi penjelasan dalam bentuk surat terbuka kepada Presiden dan ditembuskan ke pihak terkait untuk menjelaskan kompetisi, klub, dan seluruh yang ada di dalamnya. Klub karena kecintaan dengan sepakbola dan negeri ini, maka ingin pemerintah dan negara mengerti apa yang diupayakan dan supaya pemerintah memproteksi apa yang mereka lakukan karena sejatinya pemain tim nasional Indonesia berasal dari klub meski tidak menggunakan satu rupiah pun dana negara," papar Joko Driyono.

Dilanjutkan Jokdri, PT LI bakal berusaha keras supaya kick-off ISL tetap pada waktu yang sudah ditentukan. Selain itu, jadwal pertandingan yang telah disusun, digaransi tidak mengalami perubahan sekalipun nantinya Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menolak memberi rekomendasi.

"Semua hal tersebut, sudah kami sampaikan kepada perwakilan 18 klub ISL. Klub ingin mendapat garansi dari Liga Indonesia dan PSSI tentang jadwal kompetisi. Dalam dialog, juga mengatakan bahwa PSSI pernah berinteraksi dengan FIFA dan AFC tentang club licensing. FIFA dan AFC menyerahkan wewenang ke PSSI untuk atur kompetisi dan siapa pesertanya. FIFA menurunkan regulasi menjadi tool untuk dua obyek, yaitu standar kompetisi profesional dan proteksi integritas kompetisi dari aspek keolahragaan," tegasnya.

"Implementasi yang saya lihat, silakan dicari. AFC menambahkan syarat bukan untuk kepentingan domestik, tapi kepada klub yang tampil di kompetisi AFC dan teman-teman harus dilihat berjuang sekuat tenaga agar mendapatkan lisensi. Kami sendiri sudah mencoret dua klub dan ini upaya mengukur kepantasan," pungkasnya.