
Bola.net - Berkebalikan dari kebanyakan orang, crew chief legendaris MotoGP, Ramon Forcada, justru mengaku salut pada Maverick Vinales yang berani hengkang dari Monster Energy Yamaha. Hal ini disampaikan Forcada kepada Motorsport Espana, Rabu (12/1/2022), ketika ditanya soal rider yang pernah ia bimbing selama dua musim tersebut.
Forcada, yang merebut tiga gelar dunia bersama Jorge Lorenzo, menjadi crew chief Vinales di tim pabrikan Yamaha pada 2017 dan 2018. Pada 2019, keduanya berpisah: Vinales bekerja dengan Esteban Garcia, dan Forcada dipindah ke Petronas Yamaha SRT (kini WithU Yamaha RNF MotoGP Team) untuk jadi crew chief Franco Morbidelli.
Selama 4,5 tahun membela Yamaha, Vinales mengoleksi 24 podium dan 8 kemenangan. Sayangnya, tak pernah merebut gelar dunia. Usai performa yang angin-anginan pada paruh pertama 2021, Vinales pun melakukan rapat dengan Yamaha di Belanda dan meminta kontraknya diputus lebih awal. Pada sisa musim, ia membela Aprilia Racing.
Keputusan yang 'Sempurna'

Perpisahan Forcada dan Vinales sendiri diakibatkan metode kerja yang tak cocok. Namun, hubungan keduanya hingga kini masih baik-baik saja. Forcada bahkan mendukung keputusan Vinales untuk hengkang dari Yamaha. Menurutnya, tindakan Vinales ini berani, karena ia meninggalkan motor juara dan gaji selangit.
"Semua orang, tak hanya Maverick, yang mampu meninggalkan sesuatu karena mereka tak menyukainya, seperti Casey Stoner dulu, bagi saya sempurna dan saya justru menyukainya," ungkap Forcada, yang bekerja dengan Stoner di LCR Honda pada MotoGP 2006.
Seperti yang diketahui, Stoner memutuskan pensiun dini dari MotoGP dalam usia 27 tahun pada akhir 2012 usai tak lagi nyaman dengan lingkup kerja di paddock. Menurutnya, MotoGP memiliki banyak regulasi yang tak sesuai, dan tak selaras dengan spirit olahraga. Menurut Forcada, langkah ini justru terhormat.
Antara Hengkang atau Bertahan Tapi Bersikap Pahit

"Pada akhirnya, Anda bisa memilih hengkang atau bersikap pahit. Pasalnya, ada orang-orang yang, akibat situasi tertentu, uang, ego, atau lainnya, memilih bertahan dan bersikap pahit. Ada pula orang-orang yang tak bersikap begitu," ungkap Forcada, yang kini menjadi crew chief tiga kali runner up MotoGP, Andrea Dovizioso.
Forcada bahkan salut Stoner tak tergoda tawaran kontrak baru dari Repsol Honda yang nilainya sangat tinggi. "Casey meninggalkan MotoGP dengan tawaran kontrak sebesar 12 juta euro, dan ia memilih hengkang. Menurut saya, itu hebat. Pada akhirnya, orang yang mengambil keputusan macam itu bisa jadi salah dan bisa jadi benar," tuturnya.
"Namun, bagi saya, lebih baik mereka ambil keputusan sendiri daripada mendengarkan orang lain yang menyuruh mereka melakukan ini dan itu. Kita lihat saja apa yang akan terjadi pada Maverick, namun setidaknya itu keputusannya sendiri. Menurut saya, langkahnya ini punya nilai tersendiri," pungkas pria asal Spanyol tersebut.
Sumber: Motorsport Espana
Baca Juga:
- Jelang MotoGP Mandalika, Kapal Pesiar Siap Atasi Kekurangan Kamar Hotel
- Never Say Never: Bos KTM Buka Kans GASGAS Masuk ke MotoGP 2024
- Pedro Acosta Serasa 'Dewa' Dipuji Casey Stoner Usai Menolak ke MotoGP
- Prestasi Langka: 10 Pembalap yang Pernah Menang di MotoGP dan WorldSBK
- Menanti Sepang, Para Rider MotoGP Ramai-Ramai 'Uji Coba' Pakai Superbike
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 17:22Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 17:17Manchester United Terdepan dalam Perburuan Gelandang Prancis
-
Liga Italia 21 Juli 2026 16:48Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 17:19Penjelasan Istana soal Rencana Prabowo Pangkas Anggaran TNI-Polri
-
Liputan6 21 Juli 2026 17:01Prabowo Segera Teken Keppres Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:58KPK: Bupati Lombok Barat Terima Rp 10,8 M dari Pengaturan Proyek
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:53Prabowo Teken Keppres Jampidsus Baru dalam Satu-Dua Hari
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:47KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Suap hingga Gratifikasi
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:45Anggaran MBG Belum Diputuskan, Purbaya Tunggu Usulan Resmi
MOST VIEWED
Yamaha Racing Indonesia Kuasai Latihan Perdana R3 BLU CRU Asia Pacific 2026: Abid Tercepat, Ditempel Sabian
Aktor Thailand Ing Asavanund Ramaikan Persaingan di Yamaha Sunder Race 2026, Turun pada Kelas R3 BLU CRU Asia-Pacific
Reynaldi Junior Wakili Indonesia di Podium Hari Pertama R3 Blu Cru Asia Pasific 2026
Bukan Juara, tetapi Paling Diburu! Ing Asavanund Jadi Magnet Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7767979/original/011455400_1780578714-IMG_3908__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303377/original/015084600_1784627917-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_16.47.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303356/original/032748400_1784627628-IMG_5798.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302503/original/018285200_1784561646-IMG_20260720_215953_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296389/original/030106100_1784012956-limo4.jpg)

