3 Hal yang Bikin Xabi Alonso Kecewa Selama Menangani Real Madrid

3 Hal yang Bikin Xabi Alonso Kecewa Selama Menangani Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Xabi Alonso mengakhiri kiprahnya bersama Real Madrid setelah final Piala Super Spanyol. Kepergian ini dikonfirmasi klub tak lama setelah kekalahan dari Barcelona.

Hasil di partai final bukan satu-satunya alasan di balik pemecatan tersebut. Sejumlah persoalan internal turut mempercepat berakhirnya masa jabatan Alonso di Santiago Bernabeu.

Tekanan sudah menyertai Alonso sejak beberapa waktu sebelumnya. Hubungan yang tidak harmonis dengan ruang ganti menjadi isu yang sulit dihindari.

Menurut laporan ESPN, ada tiga hal utama yang paling disesalkan Alonso selama menangani Real Madrid. Ketiganya memberi gambaran jelas soal tantangan besar yang ia hadapi dalam periode singkat itu.

1 dari 4 halaman

Kontribusi Pemain Bintang yang Tidak Maksimal

Kontribusi Pemain Bintang yang Tidak Maksimal

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso berjabat tangan dengan Vinicius Junior. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Salah satu kekecewaan terbesar Xabi Alonso berkaitan dengan performa pemain-pemain kunci. Ia menilai kontribusi sejumlah nama besar tidak sesuai ekspektasi sepanjang tahun kalender 2025.

Pemain seperti Jude Bellingham dan Vinicius Junior disebut tampil jauh dari level terbaiknya. Minimnya dampak mereka membuat performa tim tidak konsisten di berbagai kompetisi.

Situasi ini membuat Real Madrid terlalu bergantung pada Kylian Mbappe. Ketergantungan tersebut menjadi catatan negatif yang sangat disesalkan Alonso di akhir masa tugasnya.

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 17 Januari 2026
Real Madrid Real Madrid
20:00 WIB
Levante Levante
2 dari 4 halaman

Gagal Menerapkan Ide dan Otoritas Pelatih

Gagal Menerapkan Ide dan Otoritas Pelatih

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Xabi Alonso juga kecewa karena kesulitan menerapkan gagasan kepelatihannya secara utuh. Lingkungan Real Madrid dinilai lebih didominasi oleh pemain ketimbang pelatih.

Alonso sempat membawa pendekatan baru dengan ide taktis yang radikal serta intensitas latihan tinggi. Namun, sebagian besar pemain menolak perubahan tersebut.

Penolakan itu bahkan memicu sindiran Alonso pada November lalu. Ia sempat melontarkan komentar bernada kecewa yang menggambarkan rapuhnya kendali di dalam tim.

3 dari 4 halaman

Penyesalan Pribadi dan Harmoni Tim

Penyesalan Pribadi dan Harmoni Tim

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso. (c) AP Photo/Joan Monfort

Selain faktor eksternal, Alonso juga menyimpan penyesalan terhadap dirinya sendiri. Ia merasa ada beberapa situasi yang seharusnya bisa ditangani dengan cara berbeda.

Menurutnya, pendekatan yang lebih tepat mungkin dapat menjaga keharmonisan skuad. Beberapa insiden internal dinilai berdampak besar terhadap suasana tim.

Kesadaran ini muncul seiring berakhirnya masa jabatannya di Real Madrid. Alonso menilai kegagalan membangun harmoni menjadi pelajaran penting dalam karier kepelatihannya.

Sumber: Madrid Universal

4 dari 4 halaman

Klasemen La Liga