Arbeloa Usai Bayern vs Madrid: Tersingkir dari Liga Champions Ini Tanggung Jawab Saya

Afdholud Dzikry | 16 April 2026 08:20
Arbeloa Usai Bayern vs Madrid: Tersingkir dari Liga Champions Ini Tanggung Jawab Saya
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (c) AP Photo/Lennart Preiss

Bola.net - Real Madrid resmi tersingkir dari Liga Champions 2025/2026 setelah kalah dramatis dalam duel sengit melawan Bayern Munchen. Pada leg kedua yang berlangsung di Allianz Arena, skuad asuhan Alvaro Arbeloa harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 4-3.

Dengan hasil tersebut, langkah Los Blancos terhenti setelah kalah agregat 6-4. Sebenarnya, mereka sempat berada di atas angin pada babak pertama. Namun demikian, situasi berubah drastis setelah kartu merah di menit-menit akhir mengganggu keseimbangan tim. Bayern pun memanfaatkan momentum itu untuk memastikan tiket semifinal, di mana mereka akan menghadapi PSG.

Advertisement

Kegagalan ini membuat Arbeloa menjadi sorotan utama. Di tengah ekspektasi tinggi publik Madrid yang menginginkan trofi, hasil ini jelas menjadi pukulan berat. Meski begitu, ia tetap berusaha bersikap tenang dan terbuka saat menghadapi media setelah pertandingan.

Pelatih tersebut hadir di ruang pers dengan raut kecewa, tetapi masih berusaha menjaga ketegaran. Ia memaparkan evaluasi pertandingan secara cukup detail, mulai dari rencana permainan hingga gambaran masa depan tim setelah tersingkir. Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyalahkan pihak lain atas hasil yang didapat.

1 dari 3 halaman

Tanggung Jawab Penuh Pelatih

Tanggung Jawab Penuh Pelatih

Pemain Real Madrid merayakan gol Arda Guler saat melawan Bayern Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Sebagai pelatih kepala, Arbeloa tidak menghindari kritik yang datang setelah kegagalan ini. Justru sebaliknya, ia secara tegas menyatakan bahwa hasil di lapangan sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya. Sikap ini menunjukkan bahwa ia siap berdiri di garis depan ketika tim berada dalam situasi sulit.

Selain itu, mantan pemain timnas Spanyol tersebut juga menekankan komitmennya untuk terus menjaga nama besar klub hingga akhir musim. Ia berharap para pendukung tetap melihat perjuangan para pemain secara utuh. Walaupun situasinya tidak mudah, ia memastikan akan tetap bersama tim dalam kondisi apa pun.

"Saya pikir, dan saya selalu mengatakan ini, bahwa saya bertanggung jawab atas kekalahan, dan saya akan selalu memikul tanggung jawab atas kekalahan seperti ini," tegas Alvaro Arbeloa.

"Sejak saya duduk di kursi ini, saya selalu mencoba membantu klub dengan cara yang saya bisa," tambahnya.

“Saya adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kekalahan ini. Fans harus bangga kepada pemain yang telah memberikan segalanya dan menunjukkan karakter yang sangat kuat,” imbuhnya

2 dari 3 halaman

Analisis Strategi dan Pilihan Pemain

Di sisi lain, Arbeloa juga menjelaskan alasan di balik susunan pemain yang ia turunkan sejak awal laga. Ia mengakui bahwa pendekatan ofensif memang menjadi pilihan sadar, mengingat timnya perlu mengejar ketertinggalan dari leg pertama. Karena itu, ia tidak ingin tim hanya bermain aman dan menunggu.

Pendekatan tersebut sebenarnya sempat membuahkan hasil positif, terutama pada babak pertama ketika Madrid mampu unggul. Akan tetapi, memasuki babak kedua, sejumlah peluang emas gagal dimaksimalkan dengan baik. Kegagalan ini pada akhirnya menjadi faktor krusial yang merugikan tim secara keseluruhan.

"Saya pikir saya telah menurunkan tim terbaik untuk menang. Kami harus datang ke sini untuk menang; saya tidak bisa datang untuk berspekulasi bahwa saya ingin mencetak banyak gol," ungkap Arbeloa.

"Masing-masing dari mereka memberikan upaya yang luar biasa dan menunjukkan banyak karakter di stadion ini," lanjut pelatih tersebut.

3 dari 3 halaman

Amarah Arbeloa Soal Kartu Merah Camavinga

Ketika membahas kartu merah Eduardo Camavinga pada menit ke-86, nada bicara Arbeloa berubah lebih emosional. Ia menilai keputusan wasit tersebut menjadi titik balik yang sangat merugikan timnya. Sejak momen itu, pertandingan menjadi jauh lebih sulit dikendalikan oleh Madrid.

Tidak hanya di lapangan, suasana ruang ganti pun disebut ikut terpengaruh. Rasa kecewa dan ketidakpuasan terhadap keputusan tersebut dirasakan oleh para pemain. Arbeloa menilai usaha yang telah ditunjukkan timnya seperti terhapus oleh satu keputusan yang dianggapnya kontroversial.

"Sangat jelas bahwa pertandingan berakhir pada momen tersebut, dan itu adalah sesuatu yang benar-benar tidak dapat dijelaskan dan tidak adil," ucap Arbeloa.

"Sangat menyedihkan melihat bagaimana kerja keras, usaha, dan pengorbanan para pemain di lapangan hancur oleh keputusan wasit," pungkasnya.

Pada akhirnya, Madrid harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke sisa kompetisi musim ini. Walaupun perjalanan di Eropa telah berakhir, Arbeloa menegaskan bahwa ia akan terus memperjuangkan kehormatan klub hingga pertandingan terakhir.