Imbang 3-3 vs Inter Bukan Hasil Buruk bagi Barcelona
Gia Yuda Pradana | 1 Mei 2025 21:28
Bola.net - Barcelona harus puas dengan hasil imbang 3-3 saat menjamu Inter Milan di leg pertama semifinal Liga Champions 2024/2025. Duel panas di Estadi Olimpic Lluis Companys, Kamis (1/5), menghadirkan drama dan emosi sejak menit pertama. Bagi Raphinha, laga ini meninggalkan perasaan campur aduk.
Penyerang asal Brasil itu menyoroti bagaimana timnya sempat tertinggal dua gol lebih dulu. Namun, mereka tetap tenang dan bangkit untuk mengejar. “Saat tertinggal 0-2, kami tetap tenang dan mulai berjuang mengejar ketertinggalan,” kata Raphinha kepada Movistar, seperti dikutip UEFA.com.
Barcelona sempat menyamakan skor menjadi 2-2, lalu kembali tertinggal, sebelum akhirnya gol bunuh diri Yann Sommer menyelamatkan mereka. Meski gagal menang di kandang, Raphinha mencoba mengambil sisi positif. “Hasil ini bukan yang terburuk di dunia,” ujarnya.
Inter Dapat Kredit Penuh

Raphinha tidak menampik kehebatan lawan yang mereka hadapi malam itu. Menurutnya, Inter tampil sangat efektif dan disiplin. “Adil jika memberi kredit besar untuk Inter karena mereka melakukan semuanya dengan sangat baik,” ungkapnya.
Barcelona tampil menyerang sejak awal, tapi Inter langsung mencetak dua gol lewat Marcus Thuram dan Denzel Dumfries. Meski sempat mengejar, tekanan dari tim tamu tetap terasa. “Mereka sangat kuat, terutama dalam situasi bola mati seperti sepak pojok,” tambah Raphinha.
Inter memang bukan lawan sembarangan. Pengalaman dan struktur pertahanan mereka mampu meredam berbagai gelombang serangan Blaugrana. Barcelona harus berpikir ekstra keras untuk membongkar pertahanan seperti itu di leg kedua.
Optimisme untuk Leg Kedua di Kota Milan

Meski kecewa dengan hasil imbang di kandang, Raphinha melihat masih ada peluang terbuka. Dia percaya bahwa Barcelona masih bisa membalikkan keadaan di leg kedua. “Hal besar bagi kami adalah, hasil ini memungkinkan kami untuk percaya bahwa segalanya bisa terjadi di Milan,” tuturnya.
Kepercayaan diri tetap dijaga karena performa tim yang mampu bangkit meski tertinggal dua kali. Raphinha menilai bahwa mentalitas tim patut diapresiasi dalam situasi seperti ini. “Kami mulai memainkan permainan kami dan mencoba menjalankan rencana yang sudah disiapkan,” katanya.
Barcelona sadar mereka harus lebih cermat mengambil keputusan di leg kedua nanti. Menurut Raphinha, risiko yang mereka ambil di leg pertama memang tinggi. “Mungkin kami mengambil terlalu banyak risiko secara keseluruhan, tapi kami ingin hasil positif,” ucapnya.
Sumber: UEFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah, Main di 6 Edisi Piala Dunia
Piala Dunia 19 Mei 2026, 23:59
LATEST UPDATE
-
5 Pertandingan Penentu Arsenal Juara Premier League
Liga Inggris 20 Mei 2026, 11:37
-
Rahasia Kemenangan Chelsea Atas Tottenham Ada di Tribune, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Mei 2026, 11:19
LATEST EDITORIAL
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
-
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di Bawah Xabi Alonso
Editorial 18 Mei 2026, 12:13















