Juventus Tersungkur di Markas PSV: Apa yang Kurang dari Si Nyonya Tua?
Gia Yuda Pradana | 20 Februari 2025 11:34
Bola.net - Juventus tak mampu lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2024/2025. Langkah Si Nyonya Tua terhenti setelah tersungkur di markas PSV Eindhoven.
Bermodal kemenangan tipis 2-1 dari leg pertama, Juventus bertandang ke markas PSV untuk melakoni duel leg kedua play-off fase gugur , Kamis (20/2/2025). Juventus kalah 1-3 dalam laga yang berlangsung hingga extra time.
Tertinggal oleh gol Ivan Perisic pada menit 53, Juventus sempat membalas lewat gol Timothy Weah di menit 63, tapi agregat kembali jadi sama kuat setelah PSV mencetak gol kedua melalui Ismael Saibari pada menit 74.
Gol Ryan Flamingo di extra time, pada menit 98, memastikan kelolosan PSV dan kandasnya Juventus. Juventus tersingkir karena kalah agregat 3-4. Sebenarnya, apa yang kurang dari Juventus? Jawaban untuk itu, di antaranya adalah agresivitas dan semangat.
Ketidakmampuan Juventus untuk mengatasi tekanan dari PSV menjadi sorotan utama. Seperti yang diungkapkan Timothy Weah kepada UEFA.com, "Jujur, kami melakukan kesalahan. Saya merasa mereka lebih agresif malam ini, sedangkan kami kurang agresif dan semangat. Itu yang mereka tunjukkan malam ini. Kami harus bangkit. Kami adalah grup muda dan masih memiliki ruang untuk berkembang, jadi kami pasti akan kembali tahun depan."
Kekurangan Lainnya: Kelemahan di Lini Pertahanan
Lini pertahanan Juventus menjadi titik lemah yang fatal. Gol-gol yang tercipta oleh PSV menunjukkan kurangnya komunikasi dan koordinasi di antara pemain belakang. Pemain PSV seringkali berhasil memanfaatkan celah yang ada di pertahanan Juventus.
Dalam momen krusial, Juventus tampak kehilangan fokus dan tidak mampu mengantisipasi pergerakan lawan. Hal ini terlihat jelas saat Ismael Saibari mencetak gol kedua PSV. Seperti yang diungkapkan Weah, "Dari segi defensif, kami kurang sesuatu malam ini. Mereka memanfaatkan kesempatan dan kami seharusnya lebih baik."
Dengan performa defensif yang kurang solid, Juventus harus segera melakukan evaluasi mendalam. Jika mereka ingin kembali bersaing di level Eropa, perbaikan di sektor ini menjadi keharusan.
Kalah Determinasi
Selain masalah pertahanan, kurangnya agresivitas dan semangat juang juga menjadi sorotan dalam pertandingan ini. Juventus terlihat kurang bersemangat menghadapi tekanan dari PSV, terutama setelah mereka tertinggal. Hal ini berbanding terbalik dengan semangat juang yang ditunjukkan oleh pemain PSV.
Weah mengatakan, "Kami mendapatkan momentum saat mencetak gol, tetapi mereka langsung mencetak gol lagi. Kami seharusnya lebih berani dan agresif dalam menghadapi lawan." Keberanian dan determinasi yang kurang ini membuat Juventus kesulitan untuk mengendalikan permainan.
Dalam sepak bola, determinasi dan semangat juang adalah salah satu kunci untuk meraih kemenangan. Juventus tak mampu menunjukkan itu di Eindhoven.
Pentingnya Evaluasi dan Perbaikan
Dengan tersingkirnya Juventus dari Liga Champions, saatnya bagi tim untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Pelatih Thiago Motta harus menganalisis setiap aspek permainan dan mencari tahu di mana letak kesalahan yang terjadi. Ini adalah kesempatan bagi tim untuk belajar dan berkembang.
Juventus harus melakukan beberapa perbaikan supaya bisa lolos ke Liga Champions tahun depan. Dengan skuad muda yang dimiliki, Juventus memiliki potensi besar untuk berkembang ke arah yang lebih baik.
Namun, itu juga membutuhkan komitmen dari semua pemain. Mereka perlu membuktikan bahwa Si Nyonya Tua masih layak diperhitungkan.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Noa Lang, Nomor 10 PSV yang Meneror dan Mengacak-acak Pertahanan Juventus
Agresivitas PSV, Drama Perpanjangan Waktu, dan Hancurnya Harapan Juventus
Rapor Pemain Juventus ketika Disingkirkan PSV: Pemain Terbaiknya Kiper Michele Di Gregorio!
Benfica di Antara Dua Raksasa, Liverpool dan Barcelona
Orkun Kokcu: Bintang yang Bersinar di Tengah Pertarungan Benfica vs AS Monaco
Drama Enam Gol di Lisbon: Senyum Benfica, Air Mata Monaco
Kejamnya Sepak Bola: Harapan Celtic Sirna dengan Cara Paling Menyakitkan
Bayern Munchen dan Akhir Perlawanan Celtic: Satu Gol di Ujung Waktu, Satu Tiket ke 16 Besar
Atalanta dan Bayang-bayang Penyesalan
Benteng Terakhir: Simon Mignolet dan Penyelamatan Penalti yang Menjadi Kunci
Mental Baja dan Strategi Cerdas: Senjata Club Brugge Tundukkan Atalanta
Ardon Jashari: Mesin Penggerak Club Brugge yang Menenggelamkan Atalanta
Jatuhnya Atalanta: Babak Pertama yang Mematikan, Sejarah Baru di Tanah Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spalletti Bingung Gol Juventus Dianulir
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 07:36
-
Juventus Sudah Berjuang Maksimal, tapi Masih Gagal Menang
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 07:25
-
Rating Pemain Juventus vs Rennes: Gatti Terendah, Woltemade Tertinggi
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 06:34
-
Rekap Hasil 18 Pertandingan Liga Europa 2026-27 Matchday 3
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 05:37
-
Hasil Juventus vs Rennes: Bianconeri Gagal Menang di Kandang
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 05:20
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







