Sempurna! Termasuk Messi, Para Pemain Ini Pernah Dapat Rating 10 dari L'Equipe
Dimas Ardi Prasetya | 24 Februari 2021 18:01
Bola.net - Tak banyak pemain yang bisa mencatatkan permainan yang hebat di atas lapangan dan menghasilkan nilai sempurna, 10, dari media terkenal asal Prancis, L'Equipe.
Pekan lalu, PSG berduel melawan Barcelona di Camp Nou di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2020-21. Ternyata Blaugrana tak bisa mengimbangi permainan sang tamu.
Barcelona ditumbangkan dengan skor 1-4. Bintang kemenangan itu adalah Kylian Mbappe.
Sang bintang tampil ganas di laga tersebut. Ia berhasil mencetak hattrick. Akan tetapi ia cuma mendapat rating 9 saja dari total 10.
Itu adalah bukti bahwa mendapat nilai 10 sangatlah sulit, apalagi dari media sekelas L'Equipe. Mereka terkenal pelit dalam memberikan nilai pada seorang pemain, khususnya nilai 10.
Sejak didirikan pada tahun 1946 silam, mereka cuma memberikan rating 10 pada 12 kesempatan untuk 11 pemain saja. Ada satu pemain yang berhasil meraih dua kali rating 10. Ya, pemain itu adalah superstar Barcelona, Lionel Messi.
Jadi siapa saja para pemain yang pernah mendapatkan rating 10 dari L'Equipe tersebut? Simak informasinya di bawah ini Bolaneters.
Franck Sauzee (1988)
Franck Sauzee adalah pemain pertama yang pernah menerima rating 10 tersebut. Ini terjadi pada tahun 1988 silam.
Sauzee sendiri saat itu merupakan penggawa timnas U-21 Prancis. Ia tampil luar biasa saat timnya bersua dengan timnas U-21 Yunani di leg kedua final Piala Dunia U-21.
Di pertandingan tersebut, ia mencetak dua gol sekaligus. Dua-duanya ia hasilkan melalui tendangan geledek dari luar kotak penalti. Sauzee pun berhasil membantu Prancis menang dengan skor 3-0.
Bruno Martini (1988)
Pemain yang satu ini juga berasal dari Prancis. Ia juga berstatus sebagai penggawa U-21 Les Blues saat mendapatkan rating 10.
Bruno Martini juga mencatatkan rating 10 itu di final Piala Dunia U-21 1988 silam lawan Yunani U-21. Uniknya Martini berposisi sebagai kiper.
Saat itu Martini tampil ciamik dan membantu Prancis mencatatkan clean sheet. Seperti disebut sebelumnya, Les Blues akhirnya mengalahkan Yunani dengan skor 3-0.
Oleg Salenko (1994)
Dari namanya Anda pasti bisa menebak dari mana Oleg salenko berasal. Ya, ia adalah penggawa timnas Rusia.
Salenko mencatatkan rating 10 saat membela Rusia bermain melawan Kamerun di Piala Dunia 1994 silam. Nilai sempurna itu pantas saja disematkan kepadanya.
Sebab saat itu ia berhasil mencetak lima gol sekaligus! Rusia pun berhasil membantu Kamerun dengan skor 6-1 kala itu.
Sampai saat ini belum pernah ada pemain lain yang bisa mengikuti jejak Salenko mencetak lima gol sekaligus dalam satu laga di Piala Dunia.
Lars Windfeld (1997)
Lars Windfeld berasal dari Denmark. Ia bermain di bawah mistar gawang alias seorang kiper.
Ia mencatatkan rating 10 di pertandingan antara Nantes vs Aarhus di babak pertama sistem gugur UEFA Cup musim 1997-98. Hal itu tak mengherankan karena Windfeld berhasil melakukan sejumlah aksi penyelamatan yang brilian.
Pada akhirnya, aksi-aksinya berhasil membuat Aarhus berhasil menang dengan skor 0-1 atas Nantes. Ini membuat timnya lolos ke babak berikutnya setelah di leg pertama kedua tim bermain imbang 2-2.
Lionel Messi (2010)
Setelah lama absen tak memberikan rating 10, L'Equipe akhirnya memberikan nilai sempurna pada superstar Barcelona, Lionel Messi. Mereka memberikan nilai itu saat La Pulga berduel melawan Arsenal.
Saat itu Barca berduel dengan The Gunners di Camp Nou di leg kedua babak perempat final Liga Champions. Tim Catalan tersebut berhasil meraih kemenangan telak 4-1.
Aktor utamanya siapa lagi kalau bukan Messi. Ia berhasil mencetak empat gol sekaligus ke gawang Arsenal.
Manajer Arsenal saat itu Arsene Wenger pun mengaku sangat terkesan dengan penampilan Messi, yang bisa membuat sesuatu yang mustahil jadi terwujud. "Ia seperti [pemain] PlayStation," puji Wenger.
Lionel Messi (2012)
Dua tahun kemudian, Lionel Messi beraksi lagi. Kali ini juga di pentas Liga Champions.
Lawannya yang malang kali ini adalah Bayer Leverkusen. Messi tampil sangat ganas di leg kedua babak 16 besar di Camp Nou.
Saat itu ia mencatatkan lima gol sekaligus! Barcelona pun dibantunya menang dengan skor 7-1. Secara agregat Blaugrana unggul 10-2.
Messi pun menjadi pemain pertama yang bisa mencetak lima gol sekaligus dalam satu laga di pentas Liga Champions. Selain itu, La Pulga juga jadi pemain pertama dalam sejarah L'Equipe yang bisa mendapatkan dua rating sempurna.
Robert Lewandowski (2013)
Robert Lewandowski saat itu masih bermain di Borussia Dortmund. Ia menjadi striker kelas wahid di bawah asuhan Jurgen Klopp.
Lewandowski mencatatkan rating 10 itu saat Dortmund bermain di leg pertama babak semifinal Liga Champions. Sebab ia berhasil mencetak empat gol sekaligus!
Tiga gol di antaranya ia catatkan dalam tempo 17 menit saja. Dortmund pun dibantunya menang dengan skor telak 4-1.
Usai pertandingan, Jurgen Klopp menyebut Lewandowski layaknya Robin Hood. "Itu tadi seperti Robin Hood yang mencuri dari orang-orang kaya," kelakarnya.
Carlos Eduardo (2014)
Carlos Eduardo mencatatkan rating sempurna itu saat masih bermain bagi Nice pada tahun 2014. Ia berduel melawan Guingamp.
Nice berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor telak 7-2. Berapa gol yang dicetak oleh Eduardo? Lima gol sekaligus!
Uniknya Eduardo sendiri saat itu memperkuat Nice dengan status pinjaman dari klub FC Porto. Sekarang ia berstatus sebagai pemain Shabab Al-Ahli.
Neymar (2018)
Pemain asal Brasil ini mencatatkan rating 10 saat membela PSG melawan Dijon pada tahun 2018 lalu. Saat itu kedua tim bersua di ajang Ligue 1.
Neymar tampil sensasional. Ia berhasil mencatatkan empat gol sekaligus!
Tak cuma itu, Neymar juga menambahkan dua buah assist. PSG dibawanya menang telak 8-0 atas Dijon.
Dusan Tadic (2019)
Dusan Tadic meraih poin sempurna itu saat berseragam Ajax Amsterdam. Kala itu Ajax bersua dengan Real Madrid di pentas Liga Champions.
Tepatnya di leg kedua babak 16 besar. Ia membantu Ajax membekuk Madrid di Santiago Bernabeu dengan skor 1-4.
Tadic tampil ciamik dengan torehan dua assist plus satu gol. Ia pun membuat Ajax membalikkan keadaan atas Madrid setelah di leg pertama kalah 1-2.
Tadic pun masuk dalam catatan spesial. Ia jadi pemain pertama sejak tahun 1997 yang bisa meraih rating 10 dari L'Equipe meski mencetak kurang dari empat gol.
Lucas Moura (2019)
Lucas Moura saat ini membela panji Tottenham. Dua tahun lalu ia berhasil membawa Spurs masuk ke final sebelum akhirnya dibekuk Liverpool.
Dalam perjalanannya ke final, di babak empat besar Spurs bersua dengan Ajax Amsterdam. Tim Belanda ini terbukti alot dikalahkan.
Di leg pertama Tottenham kalah 0-1 dari Ajax. Namun di leg kedua di Belanda, Spurs berbalik menang dengan skor 2-3 secara dramatis. Spurs berhasil lolos dengan aturan gol tandang.
Bintang kemenangan Spurs itu tentu saja adalah Lucas Moura. Ia berhasil mencetak hatrick. Semua golnya tercipta di babak kedua, salah satunya pada menit 90+6.
Serge Gnabry (2019)
Serge Gnabry menjadi andalan Bayern Munchen saat ini. Padahal sebelumnya ia melempem di Arsenal.
Gnabry berhasil meraih rating 10 saat Bayern bersua Tottenham di matchday 2 Grup B UCL 2019-20. Saat itu ia berhasil mencetak empat gol sekaligus.
Semua gol itu ia cetak di babak kedua. Bayern pun dibawanya menang dengan skor 2-7 di Tottenham Hotspur Stadium.
Gnabry pun menjadi pemain ketiga di sepanjang tahun 2019 yang berhasil meraih rating sempurna dari L'Equipe.
(Sportbible/BBC/Planet Football)
Jangan Lewatkan:
- Cristiano Ronaldo, Pemain Paling Sering Tampil pada Abad ke-21
- Lionel Messi Didapuk Sebagai Playmaker Terbaik Sepanjang Masa Versi IFFHS
- Galeri: Kondisi Mobil Tiger Woods yang Rusak Parah Akibat Kecelakaan
- 5 Pelajaran dari Duel Lazio vs Bayern Munchen: Juara Bertahan Masih Perkasa
- 5 Pelajaran dari Kemenangan Chelsea atas Atletico Madrid: Taktik Simeone Basi, Tuchel Jitu!
- Sudah Dirilis, Ini Trailer Serial Dokumenter All or Nothing Juventus
- 10 Pemain Termuda Manchester United Saat Jalani Debut: Ada yang 16 Tahun!
- Ekspresi Selebrasi: Teriakan Mason Mount Hingga Lompatan Nordi Mukiele
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Siapa Pelatih Real Madrid Castilla Setelah Alvaro Arbeloa Promosi ke Tim Senior?
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 16:13
-
Wow! Luis Enrique Masuk Daftar Calon Manajer Baru Manchester United
Liga Inggris 14 Januari 2026, 16:08
-
Real Madrid Ganti Pelatih, Apakah Endrick Akan Pulang dari Lyon?
Liga Spanyol 14 Januari 2026, 16:00
-
Chelsea vs Arsenal: Siapa Lebih Diunggulkan di Leg Pertama?
Liga Inggris 14 Januari 2026, 15:34
LATEST UPDATE
-
Prediksi Como vs Milan 16 Januari 2026
Liga Italia 15 Januari 2026, 02:45
-
Pembelaan Allegri Untuk Pulisic yang Buang-buang Peluang di Laga Fiorentina vs Milan
Liga Italia 15 Januari 2026, 02:10
-
Allegri Beri Sinyal Perubahan Taktik: Milan Tak Lagi Kaku Lawan Como?
Liga Italia 15 Januari 2026, 01:17
-
Jelang Como vs Milan, Allegri Pastikan Leao Fit dan Ungkap Nasib Fullkrug
Liga Italia 15 Januari 2026, 00:36
-
Bocoran FIFA Series 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria
Tim Nasional 14 Januari 2026, 22:59
-
BRI Super League: Brasil Dominasi Daftar Pencetak Gol Putaran Pertama
Bola Indonesia 14 Januari 2026, 21:22
-
Nonton Live Streaming Chelsea vs Arsenal di Vidio - Semifinal Carabao Cup 2025/2026
Liga Inggris 14 Januari 2026, 21:01
-
Timnas Indonesia, John Herdman, Harapan Fans, dan Luka yang Tersisa
Tim Nasional 14 Januari 2026, 21:00
-
Media Vietnam Mengulas Babak Baru Timnas Indonesia Bersama John Herdman
Tim Nasional 14 Januari 2026, 20:52
-
Live Streaming Chelsea vs Arsenal - Link Nonton Carabao Cup/EFL Cup di Vidio
Liga Inggris 14 Januari 2026, 20:00
-
Catat! Jadwal Drawing Piala AFF 2026 dan Ketahui Siapa Lawan Timnas Indonesia
Tim Nasional 14 Januari 2026, 19:52
-
Live Streaming Inter vs Lecce - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 14 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dibeli Alvaro Arbeloa untuk Menyelamatkan Musim Real Madrid
Editorial 14 Januari 2026, 12:30
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45
-
5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi dari Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:22
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17



