Taktik Jenius PSG Bikin Bayern Mati Kutu: Kiper Matvey Safonov Sengaja Arahkan Bola Goal Kick ke Michael Olise

Asad Arifin | 7 Mei 2026 19:05
Taktik Jenius PSG Bikin Bayern Mati Kutu: Kiper Matvey Safonov Sengaja Arahkan Bola Goal Kick ke Michael Olise
Aksi Matvey Safonov dalam babak adu penalti laga Piala Interkontinental 2025 antara PSG vs Flamengo, Kamis (18/12/2025). (c) AP Photo/Hussein Sayed

Bola.net - PSG menunjukkan kecerdikan taktik saat menyingkirkan Bayern Munchen pada semifinal Liga Champions 2025/2026. Tim asuhan Luis Enrique tidak hanya menang secara hasil, tetapi juga unggul dalam detail strategi permainan.

Salah satu aspek yang paling menarik perhatian adalah cara PSG meredam pengaruh Michael Olise. Pemain sayap Bayern Munchen itu nyaris tidak mampu memberi ancaman berarti sepanjang pertandingan.

Advertisement

Pada leg kedua di Allianz Arena, PSG tampil sangat disiplin setelah unggul cepat melalui gol Ousmane Dembele pada menit ketiga. Dengan keunggulan agregat dua gol, klub asal Prancis itu lebih fokus menjaga organisasi pertahanan dan menyerang lewat transisi cepat.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat instruksi taktik yang cukup unik dari Luis Enrique. Kiper PSG, Matvey Safonov, disebut sengaja diarahkan untuk mengirim bola ke area Michael Olise demi menciptakan jebakan pressing.

1 dari 2 halaman

PSG Sengaja Pancing Bola ke Area Michael Olise

PSG Sengaja Pancing Bola ke Area Michael Olise

Skuad PSG merayakan kelolosan mereka ke final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

PSG terlihat sengaja memadati sisi kanan permainan Bayern Munchen yang menjadi area operasi Michael Olise. Strategi itu dirancang untuk membatasi ruang gerak pemain berusia 24 tahun tersebut.

Meski Nuno Mendes sempat menerima kartu kuning lebih awal, Olise tetap kesulitan memanfaatkan situasi satu lawan satu. Setiap kali menerima bola, pemain sayap Bayern itu langsung mendapat penjagaan ganda dari pemain PSG.

Distribusi bola Matvey Safonov menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Kiper asal Rusia itu berulang kali mengarahkan goal kick ke sisi kiri lapangan dari perspektif PSG, yang otomatis membuat bola jatuh di area Olise.

Strategi itu memang membuat akurasi umpan Safonov terlihat buruk dibanding Manuel Neuer. Berdasarkan data SofaScore, Safonov hanya sukses mencatat enam umpan panjang akurat dari total 32 percobaan di Allianz Arena.

Namun, angka tersebut justru dianggap bagian dari taktik PSG. Mereka sengaja kehilangan penguasaan bola demi membentuk situasi pressing yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

2 dari 2 halaman

Luis Enrique Gunakan Lemparan ke Dalam sebagai Jebakan Pressing

Luis Enrique Gunakan Lemparan ke Dalam sebagai Jebakan Pressing

Pemain PSG Nuno Mendes (kiri) berduel dengan pemain Bayern Munchen Michael Olise pada laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern vs PSG, 6 Mei 2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

PSG ternyata tidak hanya memakai pendekatan unik saat goal kick. Dari situasi kick-off dan bola panjang lain, mereka juga beberapa kali sengaja mengarahkan bola keluar lapangan di area dekat bendera sudut.

Taktik tersebut dianalisis oleh Football TacticDive di YouTube sebagai bagian dari sistem pressing Luis Enrique. PSG disebut sengaja memaksa Bayern memulai permainan lewat lemparan ke dalam di area sempit.

"Ini jebakan, dan direncanakan dengan brilian. Ada kelemahan tersembunyi dalam lemparan ke dalam. Tidak seperti umpan biasa, Anda tidak dapat menggerakkan bola dengan cepat atau jarak jauh," ulasnya.

"Pemain yang mengambilnya terbatas, sudutnya sempit, tempo melambat, dan sulit untuk membangun sesuatu yang berarti," ucapnya.

"Dan itulah yang diandalkan PSG. Dengan memaksa lawan untuk memulai kembali permainan dengan lemparan ke dalam jauh di wilayah mereka sendiri, PSG menciptakan peluang sempurna untuk melancarkan tekanan tinggi mereka."

Pendekatan itu membuat Bayern Munchen kesulitan membangun serangan dengan ritme normal. Michael Olise yang biasanya eksplosif pun gagal memberi dampak signifikan karena ruang dan waktu bermainnya terus ditekan PSG sepanjang laga.

Sumber: GiveMeSport

LATEST UPDATE