Casey Stoner: Jika Mau Juara MotoGP Lagi, Ducati Harus Pelajari Yamaha
Anindhya Danartikanya | 21 Oktober 2020 14:15
Bola.net - Juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, meyakini bahwa Ducati Corse kini sudah berubah di sisi finansial dan teknologi, namun masih tetap bersikeras bahwa masukan pembalap tak terlalu berarti untuk pengembangan motornya. Kepada Motorsport.com, Selasa (20/10/2020), Stoner pun menganalisa situasi di pabrikan asal Bologna, Italia tersebut tahun ini.
Sejak menjalani debut MotoGP 2003, Ducati baru sekali merebut gelar, yakni lewat Stoner pada 2007. Namun, hingga kini mereka belum bisa mengulangnya. Mereka terus berganti-ganti rider, tapi tak mempertimbangkan masukan mereka demi meningkatkan performa motor Desmosedici, dan tak memperlakukan mereka dengan baik.
Stoner menyebut Ducati sampai sekarang tak menjadikan kepergiannya ke Repsol Honda pada 2011 sebagai pelajaran, terbukti dari para rider yang hengkang secara tidak baik-baik, seperti Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso. Stoner pun mengaku masih sakit hati atas cara Ducati menangani situasi saat ia mengalami intoleransi laktosa pada 2009.
Pindah ke Repsol Honda Karena Sakit Hati

Saat Stoner harus absen akibat penyakit tersebut, Ducati dikabarkan sama sekali tak memercayai alasannya harus absen, dan justru melakukan negosiasi dengan Jorge Lorenzo untuk musim 2011. Mereka menawari Lorenzo gaji dua kali lebih tinggi dari gaji Stoner, ketika Stoner justru berkali-kali meminta biaya balap diperbesar demi mengembangkan Desmosedici.
"Mengingat saya satu-satunya juara Ducati, menang lebih sering dari rider mereka yang lain, itu sungguh bikin saya sakit hati. Saya pun pilih pindah ke Honda, karena saya selalu ingin membela mereka berkat Mick Doohan. Jadi, penting bagi saya untuk membela mereka. Pada 2011, kesempatan itu datang dan saya langsung menerimanya usai semua hal yang terjadi pada 2009," ujarnya.
Melihat Lorenzo hengkang dari Ducati pada akhir 2018 karena dianggap tak bisa menjinakkan Desmosedici, juga Dovizioso yang tak mau lagi bertahan karena masukannya soal performa tikungan selalu diabaikan sejak 2013, Stoner pun merasa Ducati belum mengubah tabiat buruk mereka dalam memperlakukan para ridernya. Bedanya, kini mereka punya biaya balap lebih besar.
Duit Lebih Banyak, Harusnya Perbaiki Performa di Tikungan

"Situasi Ducati masih sangat mirip saat saya masih ada di sana, tapi pondasinya sudah berubah. Kala itu, kami tak punya biaya yang mereka punya sekarang. Motor yang kami pakai pada awal musim selalu sama pada akhir musim. Tak ada perangkat baru sepanjang musim, kecuali elektronik. Padahal, pabrikan lain terus berkembang dan kami malah tetap di situ-situ saja," kisah Stoner.
Stoner bahkan secara blak-blakan mendukung Dovizioso, yang selama ini menuntut Ducati tak lagi fokus pada mesin yang bertenaga, melainkan meminta mesin yang lebih lincah di tikungan. "Ada beberapa hal penting yang harus diubah Ducati. Sudah jelas mesin yang sangat bertenaga tak bisa membantu mereka jadi juara," tuturnya.
"Lihat saja Yamaha, yang meraih banyak sukses meski mesinnya salah satu yang kurang bertenaga, apalagi tahun ini mereka lebih sering menang dari lainnya. Saya rasa Ducati harus merenung dan melihat apa yang lebih penting. Di sirkuit, ada lebih banyak tikungan ketimbang trek lurus, jadi harusnya mereka lebih kompetitif di tikungan," pungkas Stoner.
Sumber: Motorsportcom
Video: Valentino Rossi Positif Terinfeksi Covid-19
Baca Juga:
Casey Stoner Sebut MotoGP Jadi 'Kacau' Tanpa Marc Marquez
Stoner: Rossi Pemberani, Tak Seharusnya Anggap Podium Bagai Kemenangan
Bos Honda Puji Keberanian Alex Marquez Buru Kemenangan di Aragon
Franco Morbidelli 'Takut' Lihat Performa Suzuki di Aragon
Pelajari Aragon, Franco Morbidelli Merasa Wajib Podium di MotoGP Teruel
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






