Ditolak Masuk Amerika dan Gagal ke Piala Dunia 2026, Omar Artan Pulang ke Somalia Disambut Bak Pahlawan

Dimas Ardi Prasetya | 11 Juni 2026 00:38
Ditolak Masuk Amerika dan Gagal ke Piala Dunia 2026, Omar Artan Pulang ke Somalia Disambut Bak Pahlawan
Wasit Omar Artan saat pulang ke Mogadishu usai ditolak bertugas di Piala Dunia 2026, Rabu (10/6/2026). (c) AP Photo/Farah Abdi Warsameh

Bola.net - Wasit asal Somalia, Omar Artan, menjadi sorotan dunia setelah gagal menjalankan tugas bersejarahnya di Piala Dunia 2026. Artan ditolak masuk ke Amerika Serikat saat hendak bergabung dengan program persiapan wasit FIFA di Miami.

Keputusan tersebut membuat FIFA mencoret namanya dari daftar resmi perangkat pertandingan Piala Dunia 2026. Padahal, Artan sebelumnya telah mencatatkan sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang masuk dalam daftar final wasit untuk turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Advertisement

Penolakan yang terjadi di Bandara Internasional Miami memicu berbagai reaksi dari komunitas sepak bola internasional. Tidak sedikit pihak yang mempertanyakan keputusan tersebut, mengingat Artan diketahui telah mengantongi visa Amerika Serikat yang sah sebelum keberangkatannya.

Kasus ini semakin menyita perhatian karena terjadi hanya beberapa hari sebelum dimulainya agenda persiapan para wasit Piala Dunia. Di tengah kontroversi tersebut, dukungan terhadap Artan justru mengalir deras dari negaranya.

1 dari 4 halaman

Kepulangan yang Berubah Jadi Perayaan Nasional

Kepulangan yang Berubah Jadi Perayaan Nasional

Wasit Omar Artan disambut meriah di bandara di Mogadishu, Rabu (10/6/2026). (c) AP Photo/Farah Abdi Warsameh

Setelah kembali ke Somalia, Omar Artan mendapatkan sambutan luar biasa di Mogadishu pada Rabu waktu setempat. Ratusan pendukung, pejabat pemerintah, dan komunitas sepak bola berkumpul di Bandara Internasional Aden Adde untuk menyambut kedatangannya.

Artan sejatinya diharapkan menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia. Prestasi itu semakin istimewa karena ia juga dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika pada tahun 2025.

Kepulangannya yang semula diperkirakan berlangsung sederhana justru berubah menjadi momen penuh kebanggaan nasional. Massa yang hadir membawa bendera Somalia dan memberikan dukungan kepada sosok yang dianggap telah mengharumkan nama negara di panggung internasional.

Setibanya di bandara, Artan dikawal petugas keamanan menuju terminal VIP. Di sana, ia disambut langsung oleh menteri olahraga Somalia serta sejumlah pejabat penting sebelum memberikan keterangan kepada media lokal.

2 dari 4 halaman

Janji Omar Artan yang Menyentuh Hati

Janji Omar Artan yang Menyentuh Hati

Omar Artan saat menjadi wasit final Liga Champions CAF antara AS FAR Rabat vs Mamelodi Sundowns di Maroko, (24/5/2026). (c) AP Photo/Farah Abdi Warsameh

Meski gagal berangkat ke Piala Dunia 2026, Artan menegaskan bahwa impiannya belum berakhir. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Somalia, pemerintah, dan FIFA atas dukungan yang diberikan selama masa sulit tersebut.

Artan juga berusaha menenangkan publik Somalia yang kecewa dengan keputusan yang menimpanya. Menurutnya, pencapaian yang sudah diraih tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Somalia.

Dukungan yang ia terima saat pulang ke tanah air menjadi bukti bahwa masyarakat tetap berdiri di belakangnya. Sambutan meriah tersebut menunjukkan bahwa statusnya sebagai simbol kebanggaan nasional tidak berubah.

“Saya berjanji, insya Allah, bahwa saya akan menghadiri Piala Dunia berikutnya. Saya ingin masyarakat Somalia merasa tenang dan tetap percaya diri," kata Artan kepada para pendukung yang mengibarkan bendera Somalia di bandara, dikutip dari Saudi Gazzette.

“Adalah tanggung jawab kita semua untuk membela nama Somalia. Somalia adalah milik kita, baik dalam keadaan buruk maupun baik. Bendera itu milik kita, dan paspor itu milik kita," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Gedung Putih Ungkap Alasan Penolakan Artan

Gedung Putih Ungkap Alasan Penolakan Artan

Tampilan umum Stadion Arrowhead yang berganti nama menjadi Kansas City Stadium, Senin, 11 Mei 2026, menjelang pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Kansas City, Missouri. (c) AP Photo/Charlie Riedel

Kasus yang menimpa Artan memancing perhatian internasional dan menimbulkan pertanyaan mengenai kebijakan imigrasi Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026. Somalia sendiri termasuk negara yang terdampak oleh perluasan pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Banyak pihak mempertanyakan bagaimana seorang ofisial resmi FIFA yang telah mendapatkan visa sah masih bisa ditolak masuk ketika tiba di Amerika Serikat. Situasi itu membuat kontroversi semakin meluas di kalangan pengamat sepak bola internasional.

Di tengah perdebatan tersebut, sejumlah tokoh dunia tetap memberikan dukungan kepada Artan. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, bahkan menegaskan bahwa pencapaian bersejarah sang wasit tidak akan hilang karena insiden tersebut.

Setelah dimintai komentar terkait kasus ini, seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan: “Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh CBP, ditemukan informasi yang merugikan, termasuk keterkaitan dengan anggota organisasi teror yang dicurigai, yang membuat pelancong tersebut tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan (INA)," ujar sang pejabat pada The Athletic.

“Pelancong tersebut ditolak masuk dan diberi formulir imigrasi yang berisi bagian hukum yang digunakan untuk menyelesaikan deportasi cepat berdasarkan pasal 8235 INA. Pemerintahan Presiden Trump tidak akan mengizinkan ancaman keamanan apa pun untuk memasuki negara kita — titik.”

LATEST UPDATE