Presiden FIFA Diminta Hadapi Investigasi Parlemen Eropa terkait Kasus Kartu Merah Balogun dan Intervensi Donald Trump
Gia Yuda Pradana | 7 Juli 2026 19:49
Bola.net - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadapi tekanan baru setelah sejumlah anggota Parlemen Eropa mengajukan inisiatif investigasi atas pembatalan sanksi kartu merah Folarin Balogun. Langkah itu muncul setelah keputusan FIFA memicu kontroversi pada ajang Piala Dunia 2026.
Surat yang beredar di Parlemen Eropa meminta 27 asosiasi sepak bola anggota Uni Eropa untuk mengajukan permohonan resmi kepada FIFA. Tujuannya adalah mengusut proses pengambilan keputusan yang membuat Balogun tetap dapat tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Berdasarkan regulasi, kartu merah otomatis membuat pemain menjalani larangan tampil satu pertandingan berikutnya.
Namun, FIFA menghentikan pelaksanaan hukuman tersebut melalui celah hukum yang belum pernah dipakai pada putaran final Piala Dunia sejak aturan kartu merah diberlakukan. Keputusan itu membuka ruang perdebatan mengenai independensi badan disiplin organisasi sepak bola dunia.
Parlemen Eropa Minta Proses FIFA Dikaji
Inisiatif tersebut digagas oleh anggota Parlemen Eropa Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang. Mereka tengah mengumpulkan dukungan tanda tangan hingga batas waktu yang telah ditetapkan.
Isi surat itu meminta asosiasi sepak bola Eropa mengambil langkah aktif kepada FIFA. Salah satu bagian surat berbunyi, “Kami merasa sudah waktunya asosiasi sepak bola Eropa, yang seluruhnya merupakan anggota FIFA, turun tangan dan meminta FIFA menyelidiki proses pengambilan keputusan dalam kasus Balogun.”
Kontak Trump dan Respons Infantino
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui sempat menghubungi Infantino terkait kartu merah Balogun. Ia menyatakan panggilan tersebut dilakukan karena menilai keputusan wasit tidak adil, tanpa meminta imbalan apa pun.
Setelah hukuman dibatalkan, Trump menyampaikan terima kasih kepada Infantino karena telah membalikkan ketidakadilan tersebut. Di sisi lain, Infantino menjelaskan bahwa badan disiplin FIFA bekerja secara independen dari pengaruh pihak luar.
Gelombang Kritik dari Eropa
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Eropa. UEFA menilai kebijakan itu belum pernah terjadi sebelumnya, sulit dipahami, dan tidak dapat dibenarkan.
Federasi Sepak Bola Belgia juga mengajukan keberatan resmi terhadap kelayakan Balogun tampil saat Belgia menang telak 4-1 atas Amerika Serikat. Selain itu, Komisaris Eropa Glenn Micallef yang membidangi olahraga menilai pembatalan sanksi tersebut merupakan keputusan yang keliru.
Sumber: Euronews
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 21:31
-
Swiss vs Kolombia: 1 Tiket, 2 Ambisi Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 20:09
-
3 Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Tersingkir Bersamaan di Babak 16 Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 19:43
-
Nazriel Alfaro Bidik Kesempatan Emas di Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 7 Juli 2026, 19:40
-
Persib Lepas Andrew Jung dengan Nilai Transfer Sangat Tinggi
Bola Indonesia 7 Juli 2026, 19:33
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir
Piala Dunia 7 Juli 2026, 19:18
-
Rekam Jejak Balsa Sekulic, Striker Timnas Montenegro Milik Persib
Bola Indonesia 7 Juli 2026, 19:12
-
7 Pembalap Yamaha Borong IMI Awards 2026
Otomotif 7 Juli 2026, 19:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55







