FOLLOW US:


Milner: Liverpool Tak Mau Dikenal Sebagai Tim yang Cuma Menangkan Liga Champions Sekali Saja

10-11-2019 19:58

 | Dimas Ardi Prasetya

Milner: Liverpool Tak Mau Dikenal Sebagai Tim yang Cuma Menangkan Liga Champions Sekali Saja
Gaya selebrasi James Milner setelah menjebol gawang Leicester City. © AP Photo

Bola.net - Wakil kapten Liverpool James Milner mengatakan The Reds ngotot untuk meraih lebih banyak trofi lagi ke depannya karena mereka tak mau dikenang sebagai tim yang cuma berhasil memenangi satu trofi Liga Champions.

Liverpool sudah lama tak memenangi trofi juara. Mereka terakhir meraih trofi pada tahun 2012 saat memenangi Piala Liga.

Dahaga itu akhirnya terpuaskan pada musim 2018-19 kemarin. Saat itu Jurgen Klopp berhasil mengantarkan Liverpool jadi juara Liga Champions.

Itu adalah trofi pertama Klopp bersama Liverpool. Ia sebelumnya sempat membawa The Reds menembus tiga final kompetisi yang berbeda namun selalu menelan kekalahan.

1 dari 2

Lebih Banyak Trofi

Jurgen Klopp sering mengatakan bahwa trofi Liga Champions hanyalah awal saja. Ia akan membawa anak-anak asuhnya meraih lebih banyak trofi lagi.

Pesan itu sudah tertanam di benak pemain Liverpool. Milner pun menegaskan hal tersebut.

“Anda lihat di mana kami (Liverpool) berada ketika saya pertama kali masuk dan transisi ke tempat kami berada sekarang, saling berhadapan dengan mereka (City). Ini luar biasa, dan mudah-mudahan kita bisa terus mendorong mereka untuk berjuang sekeras yang kita bisa untuk gelar tahun ini," ucapnya pada Four Four Two.

“Memenangkan Liga Champions, dan kepercayaan serta pengalaman yang kami peroleh dari hal itu, akan mendukung kami tahun ini,” jelasnya.

"Kami tidak ingin dikenang sebagai tim yang pernah memenangkan Liga Champions - kami ingin itu menjadi salah satu dari sejumlah trofi," tegas Milner.

2 dari 2

Duel Lawan Manchester City

Liverpool belakangan ini bersaing dengan sengit melawan Manchester City, baik di Liga Champions maupun Premier League. Duel kedua tim ini pun kerap berjalan intens.

Milner sudah kenyang makan asam garam di laga-laga seperti ini. Dikatakannya, hal-hal kecil bisa menjadi pembeda untuk bisa keluar sebagai pemenang.

“Itu adalah permainan yang penting dan selalu sulit. Laga-laga itu selalu berlangsung ketat, juga: tahun lalu Anda melihat kembali permainan dan Anda melihat gol mereka (gol pemenang Leroy Sane di Etihad) yang membentur tiang gawang dan masuk, dan bola kami dihalau di garis gawang," kenangnya.

“Pada level ini, itulah margin untuk kesalahan - inci, sentimeter, milimeter. Sulit untuk mengambilnya, tapi itu sepak bola dan mudah-mudahan kita bisa belajar dari pertandingan melawan mereka tahun ini." pungkas Milner.

Manchester City kesulitan untuk bisa meraih kemenangan atas Liverpool di Anfield. Di pertemuan terakhir musim lalu, keduanya bermain imbang 0-0.

(four four two)