
Bola.net - Standar keamanan pangan dalam industri kuliner tidak hanya terbatas pada kelayakan masakan. Aspek kebersihan dapur dan seluruh proses sanitasi memegang peranan vital.
Banyak pelaku usaha makanan dan minuman (F&B) mungkin berfokus pada kualitas produk akhir. Padahal, risiko kontaminasi justru rentan terjadi di banyak titik krusial pasca-pengolahan.
Konsultan F&B, Chef Handry Wahyu Sumanto, memaparkan pentingnya menjaga rantai kebersihan ini. Ia menyoroti bagaimana alat makan yang tidak standar bisa menjadi biang keladi masalah.
Menurutnya, bakteri sangat mudah berkembang biak pada peralatan yang proses pembilasannya tidak sempurna. Hal ini pada akhirnya dapat mencemari makanan yang sejatinya sudah diolah dengan baik.
Untuk itu, pemahaman mendalam mengenai standar sanitasi dasar hingga sertifikasi tertinggi menjadi investasi penting. Berikut adalah kriteria dapur bersih yang ideal bagi pelaku usaha komersial.
Kontaminasi Silang: Rantai yang Sering Terlupakan
Chef Handry mencontohkan kasus sederhana seperti wadah makanan atau ompreng. Proses pencucian yang tidak sempurna dapat meninggalkan residu sabun yang berbahaya.
Ketika hal itu terjadi, makanan yang sudah aman dan diolah higienis bisa seketika tercemar. Insiden ini membuktikan bahwa keamanan pangan adalah satu kesatuan proses yang utuh.
“Misalnya, omprengnya itu tercemar dengan sabun, makanan yang kita sudah olah dengan baik itu akan tercemar dengan sabun,” ujarnya.
“Oleh karena itu, keamanan pangan itu menjadi satu rentetan yang harus dijaga mulai dari hulu sampai hilir,” tambah Chef Handry dalam acara talkshow ‘Upaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa Melalui MBG’ pada Kamis (23/10/2025).
Kompetensi Penjamah Makanan Jadi Kunci
Lebih lanjut, Chef Handry menjelaskan bahwa faktor terbesar dalam keamanan pangan justru datang dari manusia. Personal hygiene atau kebersihan diri setiap individu menjadi kuncinya.
Seluruh penjamah makanan (SPPG) harus dalam kondisi sehat dan memerhatikan kebersihan. Standar ini berlaku mutlak mulai dari proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, memasak, hingga pencucian alat.
Dia menambahkan, setiap anggota SPPG wajib memenuhi standar kompeten. Standar ini tidak hanya mencakup pengetahuan teknis yang teruji, tetapi juga sikap mental.
“Untuk menjadikan suatu pekerjaan menjadi berhasil, harus tambahkan satu, attitude, niat positif. Seandainya mereka punya kemampuan dan cukup, apakah sudah diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan?” jelasnya.
Waspadai Faktor Pemicu Bakteri (FATTOM)
Selain kebersihan alat dan individu, penjamah makanan harus mewaspadai faktor-faktor pemicu bakteri. Faktor-faktor ini dikenal dalam industri F&B dengan akronim FATTOM.
Food (Makanan) yang tinggi protein seperti ayam, ikan, telur, dan susu sangat rentan menjadi tempat bakteri. Sebaliknya, Acid (Asam) seperti pada kimchi atau acar cenderung membuat makanan lebih tahan lama.
Faktor Time (Waktu) dan Temperature (Suhu) juga sangat kritis. Makanan idealnya dimasak pada suhu 60 derajat celsius dan secara teori hanya aman dikonsumsi dalam empat jam.
Terakhir adalah Oxygen (Oksigen) dan Moisture (Kelembapan). Paparan udara terlalu lama atau kondisi penyimpanan yang terlalu lembap dapat mempercepat pertumbuhan bakteri perusak.
Sertifikasi Dapur: Dari SLHS hingga Beban HACCP
Chef Handry menegaskan dapur komersial yang baik minimal harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Proses untuk mendapatkan sertifikat ini pun tidak instan.
“Untuk mendapatkan sertifikat penjamah makanan, orang itu harus ada namanya bimbingan teknis dulu, baru diuji. Itu saja minimum 2 hari,” paparnya.
Setelah SLHS, dapur akan menghadapi Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang menilai banyak hal. IKL memeriksa alur keamanan pangan, posisi kamar mandi, hingga pencegahan kontaminasi silang.
Jika semua standar itu terpenuhi, dapur bisa mengajukan evaluasi ke standar tertinggi, yaitu Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
Standar HACCP ini memerlukan audit mendetail oleh badan independen.
“Nah ketika kita bicara HACCP, itu harus ada badan independen. Ada satu badan yang harus mengaudit,” kata Chef Handry.
Prosedur dalam HACCP sangat ketat, bahkan mengatur hingga jenis sabun cuci tangan yang boleh digunakan.
Menurut Handry, standar yang teramat tinggi ini pada akhirnya bisa menjadi beban operasional. Hal ini karena tingginya standar berbanding lurus dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh dapur.
Advertisement
Berita Terkait
-
News 6 Januari 2026 21:54CPNS 2026: Syarat Pendaftaran dan Waspada Hoaks yang Mengintai
-
News 6 Januari 2026 21:46Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
-
News 5 Januari 2026 09:11Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
-
News 4 Januari 2026 15:41Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 1 November 2026 08:28Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
-
Liga Italia 1 November 2026 08:21Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
-
Liga Italia 1 November 2026 08:03Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
-
Bundesliga 1 November 2026 07:54Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
-
Liga Italia 1 November 2026 07:45Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
-
Liga Inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
BERITA LAINNYA
-
news 31 Oktober 2026 17:13BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
-
news 27 Oktober 2026 17:27BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
-
news 26 Oktober 2026 05:39BRI Tegaskan Komitmen Zero Tolerance terhadap Fraud dalam Kasus KUR Fiktif BRI Kepanjen
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
