FOLLOW US:


Rins: Suzuki Memang Underdog, Tapi Ngotot Menang!

24-04-2019 12:45
Rins: Suzuki Memang Underdog, Tapi Ngotot Menang!
Alex Rins © Suzuki

Bola.net - Pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins, mengakui bahwa timnya belum sebesar Honda, Yamaha, dan Ducati, namun sama sekali tak ragu bahwa mereka punya ambisi yang sama besarnya demi meraih kesuksesan di MotoGP. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan Motor Sport Magazine.

Usai ditinggalkan Andrea Iannone ke Aprilia Gresini akhir tahun lalu, Rins otomatis menjadi rider utama Suzuki dan memimpin pengembangan GSX-RR. Lima podium yang Rins koleksi, ditambah empat podium yang diraih Iannone sepanjang 2018, ampuh melecut kepercayaan diri mereka menjelang 2019.

Selama musim dingin, Suzuki pun bekerja keras demi memperbaiki performa yang sempat anjlok sepanjang 2017. Usaha mereka pun mulai terlihat hasilnya pada masa uji coba pramusim, di mana Rins konsisten berada di papan atas dengan ritme balap yang menjanjikan.

1 dari 2

Beban Tetap Besar

Beban Tetap Besar
Alex Rins © Suzuki

Selama tiga seri pertama musim ini, Rins pun menjadi ancaman yang sangat serius bagi para rider papan atas seperti Marc Marquez, Andrea Dovizioso, dan Valentino Rossi. Puncaknya terjadi pada MotoGP Austin dua pekan lalu, di mana Rins akhirnya berhasil merebut kemenangan perdananya di kelas tertinggi.

Kemenangan tersebut sekaligus menandai kemenangan perdana Suzuki sejak MotoGP Inggris pada 2016, yang mereka raih lewat Maverick Vinales. Rins mengakui bahwa perjalanan Suzuki menuju gelar dunia masih panjang, namun menaruh rasa percaya yang sangat tinggi pada pabrikan Jepang tersebut.

"Meski Suzuki masih underdog, bukan berarti sedikit beban. Suzuki memberi saya tekanan. Saya tahu mereka tak punya pengalaman sebanyak Ducati, Honda, atau Yamaha, tapi mereka ingin menang dan mereka sangat ngotot untuk menang! Mereka tak menang lagi sejak 2016, jadi mereka mendorong saya!" ujarnya.

2 dari 2

Pelajari Semua Rider

Rins yang masih berusia 23 tahun juga yakin dirinya masih punya banyak hal untuk dipelajari. Meski gaya balapnya yang mulus dianggap cukup mirip dengan Jorge Lorenzo, rider Spanyol ini menyatakan bahwa Por Fuera bukanlah satu-satunya referensi belajar baginya.

"Secara umum saya mempelajari semua rider, terutama saat kami balapan. Saya ingat betul Phillip Island 2017, itu musim perdana saya di MotoGP dan pertama kali saya bertarung dengan grup terdepan. Kami ada 8 orang, dan rasanya menyenangkan karena saya bisa lihat bahwa saya bisa mengikuti mereka tanpa harus gaspol," pungkas Rins.