Lionel Messi Jadi Berkah sekaligus Kutukan bagi Inter Miami
Richard Andreas | 17 Juni 2025 04:15
Bola.net - Inter Miami menunjukkan paradoks yang menarik ketika Lionel Messi mengambil kendali permainan. Kejeniusan sang maestro memang membuka berbagai peluang serangan yang menawan.
Namun di balik keajaiban itu, struktur tim justru mengalami kekacauan begitu Messi memutuskan turun ke lini tengah. Pertandingan melawan Al Ahly di Club World Cup menjadi cermin yang jelas betapa Miami berjuang keras menyeimbangkan kreativitas sang bintang dengan stabilitas pertahanan.
Javier Mascherano masih mencari formula yang tepat untuk memaksimalkan kontribusi Messi tanpa harus mengorbankan organisasi tim secara keseluruhan. Permasalahan ini berpotensi menjadi ancaman besar jika tidak segera ditangani dengan serius.
Apalagi Miami akan berhadapan dengan lawan yang lebih tangguh seperti Porto di pertandingan selanjutnya.
Messi: Magnet Serangan sekaligus Lubang Defensif
Lionel Messi tidak hanya menjadi pemain terbaik di Inter Miami, tetapi juga pusat gravitasi seluruh tim. Setiap pergerakan sang kapten secara otomatis memaksa rekan-rekannya menyesuaikan posisi, bahkan seringkali mengabaikan prinsip-prinsip taktis fundamental.
Sistem yang diterapkan Mascherano mengandalkan full-back yang naik tinggi dan para pemain sayap yang menyempit ke dalam. Ketika Messi turun ke tengah dalam formasi ini, ruang kosong yang sangat besar langsung terbentuk di area berbahaya.
Al Ahly memanfaatkan celah ini dengan serangan balik yang cepat dan terukur. Ketidakmampuan duo Sergio Busquets dan Federico Redondo dalam menutup ruang menjadi semakin terekspos.
Bukti nyata terjadi pada menit ke-16 saat percobaan umpan satu-dua Messi gagal dilaksanakan. Al Ahly langsung membangun serangan dengan rasio 3 lawan 2, menunjukkan Miami tidak memiliki rest defence yang memadai.
Masalah Transisi: Miami Terlalu Mudah Diterobos

Mascherano secara terbuka mengakui kelemahan timnya dalam fase transisi permainan. "Kami kehilangan bola dan tidak terorganisir untuk menghentikan serangan balik," ungkapnya setelah babak pertama berakhir.
Pola kelemahan ini terus berulang sepanjang pertandingan. Ketika Messi mencoba melakukan umpan-umpan berisiko tinggi dari zona dalam, Miami kerap kehilangan penguasaan bola dengan mudah.
Al Ahly kemudian dengan leluasa melancarkan serangan balik melalui lorong tengah yang tidak terjaga. Salah satu momen kritis terjadi pada menit ke-24 ketika Messi merangsek ke sayap kanan.
Pergerakan ini memaksa Ian Fray naik dan meninggalkan ruang di belakang tanpa penjagaan. Begitu bola berhasil direbut, Al Ahly langsung menusuk melalui celah yang ditinggalkan tersebut.
Perubahan Taktikal Mascherano yang Belum Cukup
Mascherano berusaha memperbaiki situasi dengan melakukan substitusi Tomas Aviles di babak kedua. Marcelo Weigandt dimasukkan, sementara Fray dipindahkan ke posisi bek tengah.
Perubahan ini memang sedikit meningkatkan soliditas pertahanan, namun Miami tetap mengalami kesulitan dalam menciptakan peluang. Messi sempat mengurangi intensitas turun ke tengah di awal babak kedua.
Namun begitu ia kembali mengambil peran yang lebih dalam, ancaman serangan balik Al Ahly langsung muncul kembali. Tanpa penyesuaian taktikal yang lebih mendalam, ketergantungan pada Messi justru bisa menjadi bumerang.
Terutama ketika berhadapan dengan tim seperti Porto yang memiliki ketajaman lebih baik dalam fase transisi permainan.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Sergio Aguero Sindir Cristiano Ronaldo di Hadapan iShowSpeed: Mungkin Dia Harus Nonton di TV
Hasil Lengkap dan Klasemen Fase Grup Piala Dunia Antarklub 2025
Oscar Ustari Lebih Bersinar dari Messi, Penjaga Gawang Gaek Jadi Penyelamat Inter Miami
Man of the Match Al Ahly vs Inter Miami: Oscar Ustari
Hasil Al Ahly vs Inter Miami: Skor 0-0
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Update eFootball 2027: Banyak Fitur Baru yang Menarik, Bisa Bikin Turnamen
Bolatainment 13 Agustus 2026, 16:48
-
Pertandingan Pertama Lionel Messi Setelah Sang Ayah Wafat
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 16:17
-
Ayah Lionel Messi Meninggal, Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Penuh Dukungan
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 10:38
LATEST UPDATE
-
Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
Liga Champions 11 September 2026, 15:50
-
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 15:47 -
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 12-15 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 15:39
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


