PSV dan Mentalitas Pemenang: Tahu Harus Mencetak Gol Lebih Banyak dari Juventus dan Mereka Melakukannya!
Gia Yuda Pradana | 20 Februari 2025 11:49
Bola.net - Mentalitas pemenang yang ditunjukkan PSV Eindhoven saat menghadapi Juventus di play-off fase gugur Liga Champions 2024/2025 pantas mendapatkan pujian. Dalam laga leg kedua yang berlangsung di kandang sendiri, PSV berhasil membalikkan keadaan dengan skor 3-1 meski sebelumnya tertinggal 1-2 dari leg pertama. Kemenangan agregat 4-3 ini membawa PSV melaju ke babak 16 besar.
PSV menunjukkan performa yang solid dan efektif sepanjang pertandingan. Mereka tidak hanya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi juga memanfaatkan setiap kesempatan yang ada dengan baik. Mentalitas yang kuat dan kerja keras para pemain menjadi kunci sukses tim asal Belanda ini dalam menyingkirkan Juventus dari kompetisi Eropa.
“Kami tahu bahwa kami harus mencetak satu gol lebih banyak dari mereka dan kami juga tahu bahwa, pada titik tertentu, kami harus maju untuk melakukannya,” ungkap Olivier Boscagli, bek PSV, kepada UEFA.com. Mentalitas inilah yang menjadi pendorong bagi PSV untuk terus berjuang meski dalam situasi sulit.
Kesabaran PSV Membongkar Pertahanan Juventus
Keberhasilan PSV tidak terlepas dari performa solid para pemainnya. Mereka mampu menciptakan banyak peluang berbahaya dan bermain dengan agresif. Ivan Perisic membuka keunggulan bagi PSV pada menit ke-53, menunjukkan ketajaman dan determinasi tim untuk mencetak gol.
Setelah gol tersebut, Juventus sempat menyamakan kedudukan melalui Timothy Weah pada menit ke-63. Namun, PSV tidak kehilangan fokus dan segera merespons dengan gol kedua dari Ismael Saibari pada menit ke-74. Keberanian dan ketenangan dalam mengambil keputusan menjadi faktor penting dalam permainan PSV.
Boscagli menambahkan, “Kami tahu bahwa jika kami banyak menguasai bola, maka mereka akan kelelahan, dan itulah yang terjadi. Kami juga bertahan dengan sangat baik. Kata kunci malam ini adalah kesabaran.” Kesabaran ini terbukti efektif dalam membongkar pertahanan Juventus.
Kelemahan Juventus Dimanfaatkan dengan Baik oleh PSV
Cedera yang dialami beberapa pemain kunci Juventus juga berpengaruh besar pada hasil akhir pertandingan. Tim asuhan Thiago Motta tidak dapat menampilkan kekuatan penuh mereka, yang membuat mereka kesulitan untuk mengimbangi permainan cepat dan agresif dari PSV. Hal ini terlihat jelas dalam transisi serangan yang sering kali terhambat.
Juventus yang berusaha bangkit setelah gol PSV justru terjebak dalam permainan bertahan. Mereka tidak mampu memanfaatkan peluang dengan baik, dan ini menjadi kesempatan emas bagi PSV untuk menguasai permainan. Kelemahan ini dimanfaatkan PSV dengan baik dan terus menekan hingga mencetak gol ketiga melalui Ryan Flamingo di extra time.
Tetap Menyerang meski Unggul 3-1
Mentalitas PSV terlihat jelas dalam cara mereka bermain. Meski sudah unggul 3-1, mereka tetap tidak mengendurkan serangan. “Itulah gaya kami. Itu yang kami kuasai, jadi kami tidak bisa hanya bertahan atau bermain bola panjang,” tegas Boscagli. Pendekatan ini menunjukkan keyakinan PSV untuk terus menyerang dan tidak takut kehilangan momentum.
Dengan kemenangan ini, PSV membuktikan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan di Eropa. Mereka siap menghadapi tantangan di babak 16 besar melawan salah satu dari Arsenal atau Inter Milan. Kepercayaan diri yang tinggi menjadi modal penting bagi PSV untuk melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions.
PSV telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan mentalitas yang kuat, mereka mampu mengatasi rintangan besar seperti Juventus. Hasil ini menjadi bukti bahwa mereka memang layak lolos ke babak selanjutnya.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Noa Lang, Nomor 10 PSV yang Meneror dan Mengacak-acak Pertahanan Juventus
Agresivitas PSV, Drama Perpanjangan Waktu, dan Hancurnya Harapan Juventus
Rapor Pemain Juventus ketika Disingkirkan PSV: Pemain Terbaiknya Kiper Michele Di Gregorio!
Benfica di Antara Dua Raksasa, Liverpool dan Barcelona
Orkun Kokcu: Bintang yang Bersinar di Tengah Pertarungan Benfica vs AS Monaco
Drama Enam Gol di Lisbon: Senyum Benfica, Air Mata Monaco
Kejamnya Sepak Bola: Harapan Celtic Sirna dengan Cara Paling Menyakitkan
Bayern Munchen dan Akhir Perlawanan Celtic: Satu Gol di Ujung Waktu, Satu Tiket ke 16 Besar
Atalanta dan Bayang-bayang Penyesalan
Benteng Terakhir: Simon Mignolet dan Penyelamatan Penalti yang Menjadi Kunci
Mental Baja dan Strategi Cerdas: Senjata Club Brugge Tundukkan Atalanta
Ardon Jashari: Mesin Penggerak Club Brugge yang Menenggelamkan Atalanta
Jatuhnya Atalanta: Babak Pertama yang Mematikan, Sejarah Baru di Tanah Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spalletti Bingung Gol Juventus Dianulir
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 07:36
-
Juventus Sudah Berjuang Maksimal, tapi Masih Gagal Menang
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 07:25
-
Rating Pemain Juventus vs Rennes: Gatti Terendah, Woltemade Tertinggi
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 06:34
-
Rekap Hasil 18 Pertandingan Liga Europa 2026-27 Matchday 3
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 05:37
-
Hasil Juventus vs Rennes: Bianconeri Gagal Menang di Kandang
Liga Eropa UEFA 23 Oktober 2026, 05:20
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







