Tembus Dua Final Liga Champions Beruntun: PSG Sedang Membangun Dinasti

Richard Andreas | 7 Mei 2026 20:15
Tembus Dua Final Liga Champions Beruntun: PSG Sedang Membangun Dinasti
Skuad PSG merayakan kelolosan mereka ke final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - PSG semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama Eropa setelah menyingkirkan Bayern Munchen dan melaju ke final Liga Champions 2025/2026.

Tim asuhan Luis Enrique kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar yang mereka raih musim lalu.

Advertisement

Kemenangan agregat atas Bayern terasa spesial karena PSG tidak hanya menang lewat permainan menyerang eksplosif seperti pada leg pertama, tetapi juga menunjukkan kedewasaan taktik dan ketahanan mental di Allianz Arena.

Jika berhasil menjuarai final nanti, PSG akan menjadi klub pertama sejak Real Madrid era Zinedine Zidane yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun.

1 dari 3 halaman

PSG Mengikuti Jejak Klub-Klub Dinasti Eropa

PSG Mengikuti Jejak Klub-Klub Dinasti Eropa

Kapten PSG, Marquinhos. (c) AP Photo/Martin Meissner

Menciptakan dominasi di Liga Champions bukan perkara mudah. Sejak format kompetisi berubah menjadi Liga Champions pada 1992, hanya Real Madrid yang mampu mempertahankan trofi, tepatnya saat menjuarai tiga final beruntun dari 2016 hingga 2018.

Sebelum itu, fans harus mundur ke era AC Milan pada 1989 dan 1990 untuk menemukan juara beruntun di kompetisi elite Eropa. Lebih jauh lagi, ada Nottingham Forest, Liverpool, Bayern Munchen, hingga Ajax yang pernah membangun dinasti mereka sendiri pada era European Cup.

Kini, PSG berada di ambang memasuki kelompok eksklusif tersebut. Perjalanan mereka musim ini memperlihatkan konsistensi dan kualitas yang membuat banyak lawan kesulitan menemukan celah.

Tim asal Paris itu bahkan mulai dibandingkan dengan Real Madrid era Zidane yang diperkuat Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan sederet bintang besar lainnya karena kemampuan mereka mengontrol pertandingan dalam berbagai situasi.

2 dari 3 halaman

PSG Bungkam Bayern dengan Cara yang Berbeda

PSG Bungkam Bayern dengan Cara yang Berbeda

Skuad PSG merayakan gol Ousmane Dembele ke gawang Bayern Munchen, Kamis (7/5/2026) (c) AP Photo/Matthias Schrader

Pada leg pertama semifinal, PSG menang dramatis 5-4 dalam laga terbuka yang penuh serangan. Banyak yang memperkirakan leg kedua di Allianz Arena akan berlangsung dengan pola serupa.

Namun, yang terjadi justru berbeda. PSG tampil jauh lebih pragmatis dan dewasa. Mereka langsung mencetak gol cepat lewat Ousmane Dembele, lalu mengendalikan pertandingan dengan disiplin pertahanan yang sangat rapi.

Bayern yang sepanjang musim selalu produktif dibuat frustrasi. Serangan yang biasanya tajam melalui Harry Kane, Luis Diaz, dan Michael Olise berkali-kali mentok saat memasuki area berbahaya.

Bahkan ketika Bayern mencoba meningkatkan tekanan, PSG tetap tenang. Hampir di setiap fase bertahan, 10 pemain PSG terlihat berada di belakang bola untuk menutup ruang.

Gol Kane pada akhirnya tidak cukup mengubah jalannya pertandingan. Selain momen itu, lini belakang PSG tampil nyaris tanpa cela sepanjang laga.

Meski lebih defensif dibandingkan pertemuan pertama, pertandingan tetap berlangsung dalam tempo tinggi dan kualitas permainan yang sangat baik. PSG memperlihatkan bahwa mereka kini mampu menang dengan berbagai pendekatan.

3 dari 3 halaman

Skuad Muda PSG Masih Bisa Lebih Hebat

Salah satu faktor yang membuat PSG semakin menakutkan adalah usia skuad mereka yang relatif muda. Rata-rata usia pemain inti hanya 24 tahun.

Hanya ada tiga pemain berusia di atas 28 tahun dalam skuad utama. Fabian Ruiz dan Lucas Hernandez sudah berusia 30 tahun, sedangkan kapten Marquinhos kini berusia 31 tahun.

Kondisi itu membuat PSG berpotensi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Mayoritas pemain inti mereka masih berada dalam fase peningkatan performa.

Kombinasi pemain muda, kestabilan taktik, dan pengalaman yang terus bertambah membuat PSG kini bukan hanya berburu satu trofi lagi. Mereka mulai membangun fondasi untuk menciptakan era dominasi baru di Eropa.

PSG sudah mencapai level hebat. Kini, mereka memburu status yang lebih besar, sebuah dinasti.

LATEST UPDATE