Membela Gaya Bermain Arsenal: Yang Penting Akhiri Puasa Gelar EPL 22 Tahun

Richard Andreas | 17 Maret 2026 15:35
Membela Gaya Bermain Arsenal: Yang Penting Akhiri Puasa Gelar EPL 22 Tahun
Selebrasi Viktor Gyokeres dkk. dalam laga Liga Inggris 2025/2026 antara Arsenal vs Everton, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Arsenal semakin dekat dengan peluang mengakhiri penantian panjang di Premier League musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta kini berada di puncak klasemen dengan keunggulan yang cukup nyaman atas para pesaingnya.

Namun, di tengah posisi kuat tersebut, gaya bermain Arsenal justru menjadi bahan perdebatan. Sebagian kritik muncul karena The Gunners dinilai terlalu bergantung pada situasi bola mati untuk mencetak gol.

Advertisement

Legenda klub Thierry Henry menilai perdebatan itu tidak terlalu penting. Menurutnya, yang utama bagi Arsenal saat ini adalah menemukan cara untuk kembali menjadi juara liga.

1 dari 4 halaman

Thierry Henry Tegaskan Tujuan Utama Arsenal

Thierry Henry Tegaskan Tujuan Utama Arsenal

Aksi pemain muda Arsenal, Max Dowman saat melawan Everton, 15 Maret 2026 pada laga lanjutan Liga Inggris. (c) AP Photo/Kin Cheung

Henry berbicara dalam program Monday Night Football dan menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar harus menjadi prioritas utama. Ia menilai Arteta sudah melakukan apa yang diminta klub dan para pendukung.

Arsenal saat ini memimpin klasemen dengan selisih sembilan poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua, meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Sebagai mantan kapten klub dan pencetak gol terbanyak dalam skuad Invincibles yang terakhir menjuarai Premier League pada musim 2003/04, Henry memahami betul panjangnya penantian yang dialami Arsenal.

"Saya mungkin tidak harus menyukainya sebagai fans Arsenal, tetapi saya pasti menghormatinya," kata Henry.

"Setelah 22 tahun, saya tidak mengatakan bahwa kami pasti akan memenangkan liga, tetapi bagaimana pun caranya mereka melakukannya, saya akan tetap menghormatinya."

2 dari 4 halaman

Kritik Gaya Bermain dan Perubahan Identitas Arsenal

Kritik Gaya Bermain dan Perubahan Identitas Arsenal

Aksi Martin Zubimendi dalam laga Liga Inggris 2025/2026 antara Arsenal vs Everton, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Musim ini, Arsenal kerap mendapat kritik karena banyak gol mereka berasal dari situasi bola mati. Lebih dari sepertiga gol tim tercipta dari skema tersebut meskipun klub telah menghabiskan lebih dari 250 juta pounds untuk mendatangkan pemain, terutama di lini serang.

Henry melihat perubahan pendekatan itu sebagai respons terhadap kritik lama yang selama ini diarahkan kepada Arsenal.

"Untuk waktu yang sangat lama, Arsenal dituduh seperti anak-anak. Tidak mampu mempertahankan keunggulan, mudah ditekan," lanjut Henry.

"Bisakah mereka menang dengan cara yang tidak indah? Itulah yang sedang dilakukan tim ini sekarang, dan mereka mulai menguasainya."

3 dari 4 halaman

Evolusi Identitas Arsenal

Evolusi Identitas Arsenal

Aksi Declan Rice dalam laga Bayer Leverkusen vs Arsenal di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Martin Meissner

Lebih lanjut, Henry juga menyinggung bagaimana upaya untuk berevolusi terkadang membuat sebuah tim terlihat berbeda dari identitas sebelumnya.

"Dalam prosesnya, apakah mereka kehilangan apa yang menjadi jati diri mereka ketika Mikel Arteta datang? Kadang dalam permainan, ketika Anda mencoba berevolusi dari Pep, berevolusi dari Slot, Anda bisa sedikit melupakan apa yang dulu Anda miliki," ungkap Henry.

"Beberapa tahun lalu orang berbicara tentang betapa bagusnya sepak bola yang dimainkan Arsenal, tetapi tetap ada tuduhan seperti yang saya sebutkan tadi."

"Sekarang ketika mereka melakukannya, orang-orang justru tidak senang."

4 dari 4 halaman

Cara Arteta Penuhi Permintaan

Henry menegaskan bahwa preferensi pribadi tentang gaya bermain tidak boleh menjadi prioritas utama jika tim berada di jalur menuju gelar.

"Tidak masalah soal apa yang saya sukai, tidak masalah apa yang ibu saya sukai atau ayah saya sukai," lanjut Henry.

"Kami meminta Mikel Arteta untuk menemukan cara, dan dia melakukannya. Sesederhana itu. Saya ingin memenangkan liga, sudah 22 tahun."