Harga Bitcoin dan Ethereum Tertekan, Sinyal Bull Run Berakhir atau Peluang Serok?

Editor Bolanet | 7 Agustus 2025 15:11
Harga Bitcoin dan Ethereum Tertekan, Sinyal Bull Run Berakhir atau Peluang Serok?
Ilustrasi Bitcoin dan Ethereum. (c) ilustrasi dibuat ai

Bola.net - Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan signifikan di awal Agustus 2025. Pelemahan harga menimpa dua aset utama, yaitu Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Kondisi ini dipicu oleh menurunnya permintaan di pasar spot secara drastis. Arus modal yang masuk melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF) juga ikut menyusut.

Advertisement

Aktivitas perdagangan harian pun tercatat mengalami penurunan volume yang cukup berarti. Akibatnya, beberapa indikator teknikal utama menunjukkan sinyal jenuh jual.

Situasi tersebut memantik kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah siklus bullish yang terjadi beberapa waktu terakhir akan segera berakhir.

Namun, sejumlah analisis justru melihat fenomena ini sebagai sebuah fase konsolidasi yang wajar. Momen ini dinilai krusial untuk menentukan arah pasar selanjutnya.

Koreksi yang terjadi saat ini berpotensi membuka peluang baru bagi investor. Peluang tersebut terutama bagi mereka yang menantikan titik masuk investasi yang lebih ideal di tengah ketidakpastian.

1 dari 3 halaman

Faktor Pendorong Pelemahan Pasar

Koreksi harga aset kripto saat ini tidak terjadi tanpa sebab. Sentimen makroekonomi global menjadi salah satu pemicu utamanya.

Kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat serta indikasi perlambatan ekonomi global telah mengikis kepercayaan pasar. Kondisi ini mendorong investor untuk sementara waktu menjauhi aset-aset berisiko tinggi seperti kripto.

Aksi ambil untung atau profit-taking setelah kenaikan kuat pada bulan Juli juga menjadi faktor pendorong tekanan jual. Momentum ini dipercepat oleh dinamika pasar yang lebih luas.

"Penurunan pasar kripto dipicu oleh kekhawatiran terhadap tarif perdagangan AS dan indikasi perlambatan ekonomi global, yang secara signifikan mengikis kepercayaan investor,” ujar Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, dalam keterangan resminya, Kamis (7/8/2025).

“Meskipun altcoin sempat menunjukkan lonjakan di awal pekan, momentum tersebut tak bertahan lama dan akhirnya menyeret pasar secara keseluruhan turun bersama Bitcoin," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Aksi Jual Investor Besar dan Prospek Bitcoin

Tekanan di pasar kripto semakin dalam akibat aksi jual yang dilakukan oleh para investor besar atau whale. Langkah ini menambah sentimen negatif yang sudah ada sebelumnya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah aksi likuidasi aset oleh Arthur Hayes, pendiri Maelstrom Fund. Ia dilaporkan mencairkan aset senilai lebih dari USD 13 juta yang mencakup ETH, ENA, dan PEPE.

Langkah tersebut diikuti oleh arus keluar dana dari ETF Bitcoin yang mencapai USD 800 juta hanya dalam satu hari. Angka ini menandai salah satu penarikan terbesar dalam sejarah produk ETF kripto.

Meskipun demikian, Fyqieh menilai struktur pasar secara fundamental masih cukup solid. Menurutnya, pelemahan saat ini lebih merupakan penyesuaian wajar, bukan sebuah keruntuhan struktural.

Potensi pemulihan harga Bitcoin secara teknikal masih sangat terbuka. Prospek tersebut dapat terwujud selama BTC mampu bertahan di atas level dukungan psikologis USD 100.000.

3 dari 3 halaman

Ethereum di Persimpangan Jalan dan Aktivitas Spekulatif

Pelemahan tidak hanya dialami oleh Bitcoin, karena Ethereum juga menunjukkan pergerakan serupa. Harga ETH terpantau bergerak menyamping atau sideways sejak 21 Juli lalu.

Aset kripto terbesar kedua ini bergerak dalam rentang harga antara USD 3.524 hingga USD 3.859. Belum adanya dorongan kuat dari sisi leverage dan akumulasi oleh investor kakap membuat potensi kenaikan harga menjadi tertunda.

Fyqieh pun menguraikan pandangan teknikalnya terhadap kondisi yang dialami Ethereum saat ini. Menurutnya, ETH kini berada dalam fase yang penuh ketidakpastian.

“Ethereum saat ini berada dalam fase ketidakpastian teknikal. Rasio leverage yang menurun dan arus bersih negatif dari pemegang besar mencerminkan sikap hati-hati pasar," ungkapnya.

"Jika support di USD 3.524 jebol, ETH bisa turun menuju USD 3.067. Namun, peluang rebound ke atas USD 4.000 tetap terbuka jika terjadi lonjakan volume atau katalis baru dari sisi makro atau ekosistem DeFi,” sambung Fyqieh.

Data pendukung dari CryptoQuant dan IntoTheBlock mengonfirmasi melemahnya aktivitas spekulatif. Hal ini menunjukkan bahwa para investor besar cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap Ethereum untuk saat ini.

Akibatnya, pergerakan harga Ethereum menjadi semakin bergantung pada sentimen pasar secara umum. Kebangkitan harganya kini menantikan narasi fundamental baru yang lebih kuat dari dalam ekosistemnya.

Meskipun tekanan jangka pendek terasa sangat nyata, banyak analis meyakini siklus bull market belum benar-benar berakhir. Koreksi yang terjadi saat ini lebih dilihat sebagai fase pendinginan pasar setelah euforia pada kuartal sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini bukan merupakan saran keuangan. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset dan analisis mendalam sebelum melakukan transaksi jual beli aset kripto.

TAG TERKAIT

LATEST UPDATE