Hattrick Tangis Italia: Setelah 2018 dan 2022, Azzuri Kini Juga Gagal ke Piala Dunia 2026
Dimas Ardi Prasetya | 1 April 2026 07:23
Bola.net - Luka baru kembali menganga untuk Timnas Italia setelah kekalahan menyakitkan dari Bosnia dan Herzegovina. Bertanding di Bilino Polje, Zenica, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB, Azzurri harus menelan pil pahit di momen krusial.
Italia sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean yang memberi harapan besar. Namun, situasi berubah drastis setelah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah pada menit ke-41.
Bosnia dan Herzegovina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan baik. Haris Tabakovic sukses menyamakan skor dan memaksa laga berlanjut hingga babak adu penalti.
Di momen penentuan itu, Italia justru runtuh dengan skor telak 4-1. Kegagalan Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante memastikan langkah Italia terhenti dan tangis pun kembali pecah.
Mimpi 2026 Kandas, Italia Kembali Tersungkur di Momen Penentuan

Kegagalan ini memastikan Italia kembali absen di Piala Dunia 2026. Ini menjadi pukulan telak bagi tim yang pernah empat kali menjadi juara dunia tersebut.
Perjalanan Italia sebenarnya sudah tidak mudah sejak fase grup kualifikasi. Mereka tergabung di Grup I dan harus bersaing ketat dengan Norwegia.
Italia hanya mampu mengumpulkan 18 poin dari delapan pertandingan yang dijalani. Sementara itu, Norwegia tampil lebih konsisten dan finis di puncak dengan 24 poin.
Hasil tersebut memaksa Italia harus melalui jalur play-off yang penuh tekanan. Sayangnya, harapan itu kembali pupus di tangan Bosnia dan Herzegovina.
“Para pemain ini tidak pantas menerima ini, atas usaha, cinta, dan tekad mereka. Kami memiliki tiga peluang, dan sebagian besar umpan silang mereka hampir tidak menyentuh kami. Saya tetap bangga dengan para pemain saya. Jika Anda menusuk saya dengan belati hari ini, tidak akan ada yang keluar, darah saya sudah habis. Ini penting bagi gerakan sepak bola Italia dan rasanya buruk harus tersingkir seperti ini," kata Gattuso kepada RAI Sport.
“Saya pribadi meminta maaf karena tidak berhasil hadir, tetapi para pemain ini telah memberikan segalanya," imbuh Gattuso.
Awal Luka Besar: Italia Tumbang di Play-off Piala Dunia 2018

Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2018 menjadi awal dari rangkaian mimpi buruk ini. Untuk pertama kalinya sejak 1958, mereka harus absen dari panggung terbesar sepak bola dunia.
Saat itu, Italia dilatih oleh Gian Piero Ventura dengan ekspektasi tinggi dari publik. Namun, pendekatan taktiknya justru dinilai tidak mampu memaksimalkan potensi skuad.
Padahal, Italia memiliki deretan pemain berkelas seperti Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, hingga Lorenzo Insigne. Sayangnya, performa tim tidak stabil sepanjang fase kualifikasi.
Italia finis di bawah Spanyol setelah kalah telak 0-3 di Santiago Bernabeu. Hasil tersebut memaksa mereka harus melalui jalur play-off yang penuh tekanan.
Di babak penentuan, Italia menghadapi Swedia dalam dua leg krusial. Kekalahan 0-1 di leg pertama dan hasil imbang tanpa gol di San Siro memastikan mereka tersingkir dengan agregat 0-1.
Juara Eropa yang Tersandung: Italia Gagal ke Piala Dunia 2022

Empat tahun berselang, Italia kembali menelan pil pahit yang tak kalah menyakitkan. Ironisnya, kegagalan ini terjadi tak lama setelah mereka menjuarai Euro 2020.
Di bawah asuhan Roberto Mancini, Italia tampil dominan dalam banyak pertandingan kualifikasi. Namun, masalah efektivitas di depan gawang menjadi batu sandungan.
Dua hasil imbang melawan Swiss menjadi titik krusial yang merugikan posisi mereka. Dua penalti yang gagal dieksekusi Jorginho menjadi momen yang sangat menentukan.
Italia akhirnya hanya finis sebagai runner-up grup dan kembali masuk jalur play-off. Situasi ini kembali membuka celah bagi kejutan yang tidak diharapkan.
Di semifinal play-off, Italia secara mengejutkan kalah 0-1 dari Makedonia Utara lewat gol di masa injury time. Kekalahan itu langsung mengubur mimpi mereka tampil di Qatar dan memperpanjang derita Azzurri.
FIGC Pertahankan Gennaro Gattuso

Hasil buruk ini tentu saja sangat mengguncang Italia. Meski demikian, FIGC berdiri teguh di belakang Gennaro Gattuso.
Presiden FIGC, Gabriele Gravina, menegaskan posisi Gattuso tetap aman. Ia akan diminta terus menangani Timnas Italia.
“Kondisi mental kami cukup jelas, terutama mengingat bagaimana hasil pertandingan ini berkembang,” kata Gravina usai laga, via Football Italia.
“Izinkan saya memuji para pemain, yang telah berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Banyak dari Anda tidak dapat sepenuhnya menghargai atmosfer yang tercipta belakangan ini."
“Kami ingin memberikan kegembiraan kepada para penggemar kami, dan saya ingin memuji Rino Gattuso. Dia adalah pelatih hebat, saya memintanya untuk tetap bersama Gigi Buffon, memimpin tim ini," ungkap Gravina.
(Bola/Rai Sport/Football Italia)
Baca Juga:
Hasil Bosnia dan Herzegovina vs Italia: Kalah Dramatis, Italia Dipastikan Absen 3x Beruntun di Piala Dunia
Italia Gagal ke Piala Dunia (Lagi): Kartu Merah Alessandro Bastoni dan Penalti yang Hancurkan Mimpi
Bukan Prank April Mop, Italia Gagal (Lagi) ke Piala Dunia
Permintaan Maaf Gattuso Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
Usai Duel Bosnia dan Herzegovina vs Italia, FIGC Minta Gattuso Bertahan Meski Gagal Antarkan Azzuri ke Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain Man Utd vs Sabah FK: Lisandro Martinez dan Kobbie Mainoo Gemilang
Liga Champions 11 September 2026, 07:55
-
Catatan Menarik Duel Man Utd vs Sabah FK: Carrick Ukir Rekor
Liga Champions 11 September 2026, 07:20
-
Manchester United Hajar Sabah FK 4-0, Malam Sempurna di Old Trafford
Liga Champions 11 September 2026, 06:30
-
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Bayern dan MU Menang Telak, Como Pesta Gol
Liga Champions 11 September 2026, 05:57
-
Michael Carrick Puji Permainan Manchester United usai Hajar Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 05:22
LATEST UPDATE
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Deco Ungkap Alasan Barcelona Rela Bayar Mahal untuk Anthony Gordon
Liga Spanyol 11 September 2026, 12:35
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
-
Mimpi Saksikan Barcelona di Spotify Camp Nou? Kartu BRI Debit Bisa Jadi Jalan
Liga Spanyol 11 September 2026, 11:52
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

