Perpisahan Sunyi Luciano Spalletti dan Gli Azzurri
Gia Yuda Pradana | 10 Juni 2025 16:58
Bola.net - Luciano Spalletti menutup petualangannya bersama Timnas Italia dengan kemenangan 2-0 atas Moldova di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, suasana perpisahan itu jauh dari kata meriah. Konferensi pers terakhirnya justru lebih mirip pengakuan kegagalan.
"Tim ini saya tinggalkan persis seperti saat saya menemukannya," ucap Spalletti, lugas dan tanpa basa-basi. Ia tak berusaha menyembunyikan bahwa keputusan pemecatannya sudah diambil sebelum laga digelar. Kekalahan 0-3 dari Norwegia jadi titik nadir dari performa Gli Azzurri yang tak kunjung stabil.
Dalam momen itu, Spalletti didampingi oleh Gianluigi Buffon dan Presiden FIGC, Gabriele Gravina. Di hadapan para wartawan, ia berbicara jujur dan getir, tapi tetap menunjukkan kasihnya pada Azzurri yang gagal ia ubah.
Spalletti Mengaku Salah, Tanpa Menyalahkan
Spalletti dengan gamblang mengakui dirinya gagal membawa perubahan. Menurutnya, eksperimen taktik dan rotasi pemain yang ia coba justru memperkeruh keadaan. “Saya mencoba, saya melakukan kesalahan, dan saya belajar,” katanya.
Ia menolak menyalahkan siapa pun atas kegagalan ini, bahkan menilai media terlalu lunak dalam mengkritiknya. “Saya marah pada diri sendiri karena saya melakukan pekerjaan ini dengan buruk,” ucapnya tegas. Dalam matanya, seluruh tim tampil di bawah ekspektasi.
Reaksi ruang ganti pun mencerminkan suasana itu. Para pemain terdiam saat mengetahui kabar pemecatan Spalletti. “Saya tidak ingin menciptakan drama lebih panjang,” tuturnya, mencoba mengakhiri kisah dengan tenang.
Spalletti: Niat Mengubah, tapi Malah Merusak
Spalletti datang dengan ambisi mengguncang sistem yang ada. Namun, alih-alih memperbaiki, ia justru mengaku menciptakan lebih banyak kerusakan. Buffon disebutnya sebagai suara penyeimbang dalam masa penuh tekanan itu.
Hubungan yang renggang dengan Francesco Acerbi jadi satu dari sekian penyesalan. Meski demikian, ia tetap membela keputusannya memberi kesempatan pada pemain muda seperti Riccardo Calafiori dan Alessandro Buongiorno. “Saya yakin banyak pelatih lain akan membuat keputusan yang sama,” katanya.
Ia juga menyoroti betapa jadwal padat dan kondisi fisik pemain menjadi batu sandungan besar. Performa individu seperti Sandro Tonali tak cukup mengangkat tim jika tak ditopang oleh kolektif yang solid.
Spalletti: Bukan Alasan, tapi Realita
Spalletti menggarisbawahi kurangnya stok pemain berkualitas sebagai masalah utama. Beberapa nama seperti Federico Chiesa, Mattia Zaccagni, dan Nicolo Zaniolo kerap absen karena cedera. Situasi itu membuat eksperimen dan regenerasi berjalan setengah hati.
Namun, ia enggan bersembunyi di balik keterbatasan. Menurutnya, pelatih timnas wajib mencari solusi, bukan alasan. “Saya tidak mengundurkan diri karena saya percaya bisa melakukan lebih baik,” ujarnya, meski keputusan bukan di tangannya.
Catatan statistiknya sejatinya tak buruk: 12 menang, 6 imbang, dan 6 kalah. Namun, semua itu tak cukup untuk membawa Italia menuju era baru yang lebih menjanjikan. “Saya menerima jika dibilang bukan orang yang tepat,” ujarnya pelan.
Harapan Setelah Kepergian Spalletti
Dengan kepergian Spalletti, FIGC kini menimbang nama-nama pengganti. Claudio Ranieri dianggap sebagai kandidat terkuat, dengan Stefano Pioli masuk radar sebagai alternatif. Siapa pun yang datang, akan mewarisi tim dengan pekerjaan rumah besar.
Spalletti meninggalkan pesan penuh makna. Ia mengenang antusiasme anak-anak yang menyambut bus tim nasional. Baginya, itulah bentuk cinta yang tak berhasil ia balas. “Kekecewaan terbesar saya adalah cinta itu sendiri,” ungkapnya.
Walau pergi dengan kepala tertunduk, Spalletti tak menutup pintu harapan. Ia percaya pelatih berikutnya bisa melanjutkan pondasi yang ia tanamkan. Sebab, dalam sepak bola, terkadang perubahan besar justru datang dari langkah kecil yang benar.
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wajah Timnas Italia Bersama Roberto Mancini: Tanpa Pemain Juventus dan AC Milan
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 00:13
-
Roberto Mancini Akui Italia Sempat Kesulitan saat Kalahkan Turki 3-1
Piala Eropa 6 Oktober 2026, 05:09
-
Soal Kasus Manchester City, Roberto Mancini: Bukan Urusan Saya!
Liga Inggris 4 Oktober 2026, 16:30
-
Andrea Cambiaso Dicoba di Posisi Baru oleh Spalletti di Juventus
Liga Italia 3 Oktober 2026, 20:08
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


