
Bola.net - Rapat kerja (Raker) antara Komisi X DPR-RI dan Menpora Imam Nahrawi batal digelar di Gedung DPR RI, Rabu (24/6) siang. Hal tersebut, karena Menpora dinilai tidak mempunyai niat baik dan mengabaikan hasil keputusan Raker sebelumnya.
Kesimpulan Raker Komisi X dan Menpora Imam pada tanggal 10 Juni lalu, yakni Menpora bertemu PSSI paling lambat tanggal 23 Juni 2015 untuk membicarakan penyelenggaraan kompetisi dalam menghidupkan sepak bola Indonesia dan langkah-langkah strategis untuk mengakhiri sanksi FIFA.
Namun, Menpora malah melakukan tindakan aneh dan mengecewakan banyak pihak terutama masyarakat sepakbola. Menpora justru mengundang Ketua Umum PSSI 2011-2015 Djohar Arifin, bukan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
"Karena itu, kita batalkan Raker dengan Menpora usai rapat internal pukul 12.00 WIB. Raker sendiri seharusnya dimulai pukul 1 siang," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Ridwan Hisjam.
Ridwan menambahkan, berdasarkan pasal 98 ayat 6 UU no 17 tahun 2014 Jo UU no 42 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD menyatakan bahwa keputusan dan kesimpulan Raker komisi atau gabungan komisi bersifat mengikat antara DPR dan Pemerintah serta wajib dilaksanakan Pemerintah.
"Kita anggap Menpora tidak memiliki niat baik dan mengabaikan Raker yang kita lakukan bersama pada tanggal 10 Juni 2015 lalu. Kita kecewa hingga batas waktu yang ditentukan pada tanggal 23 Juni 2015, Menpora tidak melakukan pertemuan dengan PSSI hasil KLB Surabaya 2015 yang diakui FIFA dan berdasarkan hasil penetapan PTUN Jakarta No 91/G/2015/PTUN. JKT tanggal 25 Mei yang menunda keberlakuan SK Menpora RI No 01307 tahun 2015 yang harus dipatuhi oleh semua pihak," tambah Ridwan.
Dilanjutkannya, bahwa setelah membatalkan Raker dengan Menpora hari ini, Komisi X langsung melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan DPR RI untuk menanyakan perkembangan surat pimpinan DPR RI kepada Presiden RI nomor PW/08304/DPR-RI/V/2015 tanggal 28 Mei 2015 yang meminta Presiden untuk memerintahkan Menpora segera mengakhiri permasalahan sepak bolanasional.
"Kita akan terus mendesak Menpora untuk melaksanakan keputusan raker pada 5 Februari, 6 April, dan 10 Juni kemarin. Apabila tidak dilaksanakan Komisi X akan mempertimbangkan persetujuan terkait pembahasan RAPBN TA 2016 yang diajukan Menpora," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Kesimpulan Raker Komisi X dan Menpora Imam pada tanggal 10 Juni lalu, yakni Menpora bertemu PSSI paling lambat tanggal 23 Juni 2015 untuk membicarakan penyelenggaraan kompetisi dalam menghidupkan sepak bola Indonesia dan langkah-langkah strategis untuk mengakhiri sanksi FIFA.
Namun, Menpora malah melakukan tindakan aneh dan mengecewakan banyak pihak terutama masyarakat sepakbola. Menpora justru mengundang Ketua Umum PSSI 2011-2015 Djohar Arifin, bukan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
"Karena itu, kita batalkan Raker dengan Menpora usai rapat internal pukul 12.00 WIB. Raker sendiri seharusnya dimulai pukul 1 siang," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Ridwan Hisjam.
Ridwan menambahkan, berdasarkan pasal 98 ayat 6 UU no 17 tahun 2014 Jo UU no 42 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD menyatakan bahwa keputusan dan kesimpulan Raker komisi atau gabungan komisi bersifat mengikat antara DPR dan Pemerintah serta wajib dilaksanakan Pemerintah.
"Kita anggap Menpora tidak memiliki niat baik dan mengabaikan Raker yang kita lakukan bersama pada tanggal 10 Juni 2015 lalu. Kita kecewa hingga batas waktu yang ditentukan pada tanggal 23 Juni 2015, Menpora tidak melakukan pertemuan dengan PSSI hasil KLB Surabaya 2015 yang diakui FIFA dan berdasarkan hasil penetapan PTUN Jakarta No 91/G/2015/PTUN. JKT tanggal 25 Mei yang menunda keberlakuan SK Menpora RI No 01307 tahun 2015 yang harus dipatuhi oleh semua pihak," tambah Ridwan.
Dilanjutkannya, bahwa setelah membatalkan Raker dengan Menpora hari ini, Komisi X langsung melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan DPR RI untuk menanyakan perkembangan surat pimpinan DPR RI kepada Presiden RI nomor PW/08304/DPR-RI/V/2015 tanggal 28 Mei 2015 yang meminta Presiden untuk memerintahkan Menpora segera mengakhiri permasalahan sepak bolanasional.
"Kita akan terus mendesak Menpora untuk melaksanakan keputusan raker pada 5 Februari, 6 April, dan 10 Juni kemarin. Apabila tidak dilaksanakan Komisi X akan mempertimbangkan persetujuan terkait pembahasan RAPBN TA 2016 yang diajukan Menpora," pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Tak Fokus Cabut Sanksi, Menpora Tunggu FIFA Gelar KLB
- 'Penuhi Undangan Menpora, Djohar Membuat Malu Dirinya Sendiri'
- Soal Djohar, PSSI Tegaskan Tak Ada Dualisme
- Undang Djohar, PSSI Cap Menpora Injak-injak Kehormatan Sepakbola
- Djohar Arifin Beber Alasan Penuhi Undangan Kemenpora
- PSSI Nilai Menpora Melecehkan Kecerdasan dan Norma Umum
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 29 Oktober 2026 17:12Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
-
Bola Indonesia 27 Agustus 2026 19:42
PSSI Beri Restui Laga Persija vs Persib Digelar di Stadion Gelora Bung Karno
-
Bola Indonesia 14 Agustus 2026 16:25Marselino Ferdinan Fokus Rehabilitasi usai Operasi Lutut di Sevilla
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:00Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:54Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:41Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
BERITA LAINNYA
-
indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 18:00Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
-
indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 17:42Hasil BRI Super League: Java United Beri Bhayangkara FC Kekalahan Perdana Musim Ini
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 16:27Pesan Prabowo saat Resmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi
-
Liputan6 30 Oktober 2026 15:13Kemendagri Percepat Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
-
Liputan6 29 Oktober 2026 20:23Kubu Gibran Tunjukkan Riwayat Pendidikan, Penggugat Soroti Bukti Penyetaraan
MOST VIEWED
Link Nonton Siaran Persib vs Melbourne Victory Hari Ini: Live Streaming di RCTI, Vision+, dan YouTube
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Klasemen Grup E AFC Champions League 2026/2027: Persib di Puncak, FC Seoul Bangkit di Vietnam
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386619/original/052363300_1793352425-1baedaf7-5ec9-4b3e-97d7-a405ef8a875b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386466/original/014521800_1793348019-1d166084-97ad-4422-811f-04062161bdb6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385915/original/075393800_1793280225-IMG_0682.jpeg)

