Roy Suryo Pastikan Siap Hadir dalam Pemeriksaan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Asad Arifin | 12 November 2025 18:48
Bola.net - Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan perdana terhadap Roy Suryo dan dua rekannya terkait kasus dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Ketiga tersangka yang akan diperiksa adalah Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr. Tifauziah Tyassuma alias dr. Tifa. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 13 November 2025.
"Iya benar. Sementara 3 tersangka itu yang dijadwalkan Kamis 13 November 2025," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).
Siap Penuhi Panggilan Polisi
Secara terpisah, Roy Suryo membenarkan bahwa dirinya telah menerima surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Ia dijadwalkan hadir di Polda Metro Jaya pada pukul 10.00 WIB.
"Benar, sudah ada panggilan pertama," ujarnya dalam keterangan terpisah.
Roy menegaskan kesiapannya untuk memenuhi panggilan penyidik. "Insya Allah saya hadir bersama Tim Kuasa Hukum," ucapnya.
Sebagai pengamat telematika, Roy menyebut langkah yang diambilnya merupakan bagian dari penelitian ilmiah terhadap dokumen publik. Ia bahkan telah membahasnya dalam buku berjudul “Jokowi’s White Paper.”
"Saya tetap menghormati dulu panggilan tersebut. Perkembangan selanjutnya sebaiknya semua mengikuti proses hukum yang ada, karena pemanggilan dalam status 'tersangka' ini belum tentu 'terdakwa' apalagi 'terpidana'," kata Roy.
Sindir Kasus Silfester Matutina
Dalam pernyataannya, Roy juga menyinggung kasus Silfester Matutina yang menurutnya telah berkekuatan hukum tetap, namun belum dieksekusi.
"Sedangkan ada buronan di Indonesia dengan status sudah 'terpidana' dan berjalan 6 (enam) tahun inkracht saja masih ada yang bebas melenggang tidak menghormati hukum sampai sekarang yang berinitial 'SM' (Silfester Matutina)," tandasnya.
Sumber: Liputan6/Ady Anugrahadi
Baca Ini Juga:
- Program BSU 2025 Tuntas: Kemnaker Pastikan 14,95 Juta Buruh Telah Terima Bantuan
- KPK Selidiki Dugaan Mark-Up Lahan di Proyek Kereta Cepat Whoosh: Harga 10 Dijual Jadi 100
- KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Ponorogo, Diduga Terkait Pengembangan Kasus OTT
- JAS Airport Services Stasiun Denpasar Sabet Penghargaan 'Best Station' di Pride of Ground Handling Awards 2025
- Sejarah Hari Jomblo Sedunia: Dari Kampus Nanjing Jadi Festival Belanja Terbesar Dunia
- Gelar Pahlawan untuk Marsinah: Kemenham Abadikan Nama, Keluarga Tagih Janji Kesejahteraan Buruh
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
-
Klarifikasi BPBD Sumut Soal Kontainer Bantuan Aceh yang Viral: Ada Kesalahpahaman Informasi
News 31 Desember 2025, 15:29
LATEST UPDATE
-
Jadwal dan Link Streaming BRI Super League: Arema FC vs Malut United
Bola Indonesia 1 April 2026, 15:51
-
Kondisi Terkini Mykhailo Mudryk: Tetap Latihan Meski Terancam Sanksi
Liga Inggris 1 April 2026, 15:30
-
Benfica Incar Franco Mastantuono, Real Madrid Siapkan Skema Khusus
Liga Spanyol 1 April 2026, 15:01
-
Soal Sandro Tonali, MU Pilih Bertindak Rasional dan Realistis!
Liga Inggris 1 April 2026, 14:25
-
8 Minggu Menakutkan Bagi Thomas Tuchel dan Timnas Inggris, Kenapa?
Piala Dunia 1 April 2026, 13:44
LATEST EDITORIAL
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45











