Membedah Alasan Belanda Gagal Menang Lawan Jepang: Salah Ronald Koeman?
Richard Andreas | 16 Juni 2026 07:01
Bola.net - Belanda harus puas berbagi poin dengan Jepang (2-2) setelah gagal mempertahankan keunggulan dalam laga Grup F Piala Dunia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tim asuhan Ronald Koeman masih memiliki pekerjaan rumah dalam menghadapi lawan yang bertahan disiplin.
Sebelum pertandingan, Jepang memang dikenal sebagai salah satu tim dengan organisasi pertahanan terbaik di Asia. Mereka datang dengan catatan hanya kebobolan tiga gol dalam 10 pertandingan pada putaran ketiga kualifikasi zona Asia.
Kekuatan itu kembali terlihat saat menghadapi Belanda. Dengan susunan lima pemain di lini belakang ketika bertahan, Jepang mampu membuat lawan kesulitan menemukan celah sepanjang sebagian besar pertandingan.
Belanda Terlalu Lama Menemukan Cara Membongkar Pertahanan Jepang

Pada babak pertama, sebagian besar serangan Belanda dibangun melalui sisi kiri lapangan. Bola berulang kali diarahkan kepada Cody Gakpo yang ditempatkan dekat garis tepi lapangan.
Namun, bentuk pertahanan Jepang membuat mereka mampu dengan mudah menggandakan penjagaan terhadap Gakpo. Situasi itu memaksa pemain sayap Belanda tersebut sering mengembalikan bola ke belakang karena ruang geraknya sangat terbatas.
Masalah lain muncul karena Micky van de Ven yang dimainkan sebagai bek kiri tidak banyak memberikan dukungan ofensif. Bek Tottenham Hotspur itu lebih sering mengalirkan bola kepada Gakpo yang sudah berada dalam tekanan tanpa membantu meregangkan struktur pertahanan Jepang.
Baru pada menit ke-27 Belanda menemukan pola yang lebih efektif. Van de Ven melakukan pergerakan tanpa bola, bertukar umpan dengan Gakpo, lalu masuk ke ruang di belakang pertahanan Jepang sebelum mengirim umpan silang berbahaya ke kotak penalti.
Perubahan Babak Kedua Membuat Serangan Lebih Hidup
Pola permainan Belanda terlihat berbeda setelah jeda. Pergerakan tanpa bola lebih sering dilakukan sehingga serangan mereka menjadi tidak mudah ditebak.
Beberapa menit setelah babak kedua dimulai, Ryan Gravenberch melakukan pergerakan menusuk dari lini kedua dan berhasil menembus pertahanan Jepang. Situasi itu menjadi gambaran bagaimana dukungan pemain lain membantu membuka ruang yang sebelumnya sulit ditemukan.
Pergerakan pendukung tersebut juga berperan dalam terciptanya gol kedua Belanda. Saat Crysencio Summerville menerima bola, Denzel Dumfries melakukan overlap yang memaksa bek Jepang Keito Nakamura bergeser lebih lebar.
Ruang yang tercipta dimanfaatkan Summerville untuk bergerak ke dalam sebelum melepaskan penyelesaian dengan kaki kiri. Gol itu menunjukkan efektivitas variasi pergerakan yang sebelumnya jarang terlihat pada babak pertama.
Keunggulan Lepas, Belanda Dapat Peringatan untuk Laga Berikutnya
Selain mencoba bermain lebih agresif, Belanda juga menerapkan pendekatan yang lebih aman dalam membangun serangan. Kiper Bart Verbruggen kerap mengirim umpan panjang ke arah Gakpo untuk memanfaatkan keunggulan duel udara dan mempertahankan dominasi wilayah permainan.
Peran Frenkie de Jong juga menarik perhatian. Gelandang Barcelona itu sering turun lebih dalam dan membentuk lini belakang berisi lima pemain ketika timnya kehilangan bola untuk membantu menutup ruang di area pertahanan.
Saat unggul 2-1 pada akhir pertandingan, Koeman memilih menambah pemain bertahan dengan memasukkan Nathan Ake menggantikan Gravenberch. Namun keputusan itu tidak berjalan sesuai rencana setelah Belanda kebobolan melalui situasi bola mati pada menit-menit akhir.
Hasil imbang ini menjadi catatan yang kurang menyenangkan bagi Belanda karena untuk pertama kalinya mereka memimpin dua kali dalam pertandingan Piala Dunia tetapi gagal meraih kemenangan.
Meski peluang lolos ke fase gugur masih terbuka lebar, Belanda dituntut lebih cepat menemukan jawaban atas tantangan taktis ketika menghadapi Swedia pada laga berikutnya.
Jangan Lewatkan!
Efek Instan dalam 23 Detik, Romelu Lukaku Bantu Belgia Paksa Hasil Imbang dengan Mesir
Donald Trump Dapat Izin Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026, Bahkan Ikut Selebrasi di Podium
Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde, Kejutan Besar Pertama Piala Dunia 2026
Kontroversi Piala Dunia 2026: FIFA Selidiki Gestur Shaun Evans, Wasit Australia yang Pernah Berkarier di Liga Indonesia
Fakta Unik Piala Dunia 2026: FIFA Tutupi Ribuan Logo Sponsor di Stadion
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Asia 12 Agustus 2026, 23:23
-
Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
Piala Dunia 12 Agustus 2026, 07:06
-
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Agustus 2026, 15:40
-
Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 20:04
LATEST UPDATE
-
Cristian Chivu Tak Khawatir Inter Milan Kebobolan Banyak Gol Usai Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 06:52
-
Rapor Pemain Inter Milan saat Comeback Lawan Udinese: Barella Gemilang, Martinez Bikin Cemas
Liga Italia 15 September 2026, 06:08
-
Vinicius Junior, Kontribusinya Belum Sebanding dengan Perlakuan Khusus yang Ia Terima
Liga Spanyol 15 September 2026, 06:00
-
Manchester United dan Sebuah Masalah Lama yang Kembali Terlihat
Liga Inggris 15 September 2026, 05:54
-
Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan
Liga Italia 15 September 2026, 05:10
-
Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim
Liga Italia 15 September 2026, 05:05
-
Juventus Ini Masih Jauh dari Level Tim Hebat
Liga Italia 15 September 2026, 04:43
-
Juventus Dinilai Tak Bisa Tembus 4 Besar Jika Mainnya Seperti Ini
Liga Italia 15 September 2026, 04:39
-
Fans Minta Juventus Pecat Spalletti Setelah Awal Musim yang Mengecewakan
Liga Italia 15 September 2026, 04:33
-
Prediksi Elche vs Madrid 16 September 2026
Liga Spanyol 15 September 2026, 04:23
-
Prediksi Ipswich vs Arsenal 16 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 04:16
-
Man of the Match Inter vs Udinese: Marcus Thuram
Liga Italia 15 September 2026, 04:06
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 16 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 04:04
-
Hasil Inter vs Udinese: Comeback Gila! Tertinggal 0-2, Nerazzurri Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 03:45
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

