Tragis! Pelatih Auckland Rela Cuti Tak Dibayar Hanya untuk Dihajar Bayern 10-0 di CWC 2025
Richard Andreas | 17 Juni 2025 04:39
Bola.net - Perjalanan Auckland City di Piala Dunia Antarklub 2025 dimulai dengan kenyataan yang sangat pahit. Tim semi-profesional asal Selandia Baru ini harus menelan kekalahan telak 0-10 dari Bayern Munchen dalam laga pembuka grup di Cincinnati.
Disparitas level yang sangat mencolok antara kedua tim tergambar jelas dalam skor akhir yang memalukan. Meski datang dengan semangat membara dan mimpi besar, skuad besutan Ivan Vicelich harus menerima kenyataan brutal di panggung dunia.
Di balik kekalahan yang menyakitkan ini, tersimpan kisah pengorbanan yang menyentuh hati. Para pemain dan pelatih Auckland rela meninggalkan pekerjaan tetap mereka demi membela klub di turnamen bergengsi ini.
Dihajar Bayern, Realita Kompetisi Terbuka
Bayern Munchen langsung menunjukkan kelas dunia mereka sejak peluit pertama ditiup. Kingsley Coman membuka pesta gol melalui sundulan di menit keenam yang langsung memberikan gambaran arah pertandingan.
Gol-gol selanjutnya mengalir deras dari Sacha Boey, Thomas Muller, Coman untuk yang kedua kalinya, dan dua kontribusi Michael Olise sebelum turun minum. Babak pertama berakhir dengan skor yang sudah sangat menyakitkan, 6-0 untuk Bayern.
Babak kedua tidak memberikan ampun bagi Auckland yang sudah terpuruk. Jamal Musiala yang masuk sebagai pemain pengganti justru mencetak hat-trick, sementara Muller menambah satu gol lagi untuk melengkapi penderitaan dengan skor final 10-0.
Satu-satunya pencapaian kecil yang bisa disyukuri Auckland adalah kemampuan mereka meredam Harry Kane. Kapten timnas Inggris tersebut tidak mencetak gol meski turut bermain dalam laga yang sangat berat sebelah ini.
Pelatih Gagal Gajian, Tetap Berangkat demi Mimpi

Ivan Vicelich mengemban tugas ganda sebagai pelatih sementara Auckland sekaligus pekerja biasa yang terpaksa mengorbankan penghasilan. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, dia mengungkap tidak mendapat dispensasi khusus dari tempat kerja.
Vicelich harus menggabungkan jatah cuti tahunan dengan cuti tanpa gaji untuk bisa memimpin tim di Amerika. Keputusan ini tentu membawa konsekuensi finansial yang berat bagi kehidupan pribadinya.
"Saya pasti akan kesulitan membayar sewa rumah dan berbagai tagihan bulanan," akunya dengan jujur. "Namun kesempatan bertanding melawan Bayern, Benfica, dan Boca Juniors itu 100 persen sebanding dengan pengorbanan ini."
Pemain Gudang Hadapi Gempuran Bintang Dunia
Conor Tracey, kiper utama Auckland, juga menghadapi dilema serupa dengan sang pelatih. Pemain yang berprofesi sebagai pekerja gudang di perusahaan farmasi Selandia Baru ini datang dengan kesadaran penuh akan tantangan berat.
"Tantangan kami adalah bermain sebaik mungkin sesuai kemampuan yang dimiliki," ungkapnya sebelum laga dimulai. "Kami tidak naif dan sangat paham level lawan yang akan dihadapi di turnamen ini."
Auckland City merupakan juara bertahan Liga Champions OFC selama empat musim berturut-turut. Mereka menjadi satu-satunya perwakilan region Oseania yang berhasil lolos ke turnamen bergengsi ini.
Perjuangan Auckland akan berlanjut dengan menghadapi Benfica di Orlando pada hari Jumat mendatang. Fase grup akan ditutup dengan pertandingan kontra Boca Juniors di Nashville sebagai ujian terakhir dalam perjalanan mereka.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Hasil Chelsea vs LAFC: Skor 2-0
Lionel Messi Jadi Berkah sekaligus Kutukan bagi Inter Miami
Tak Ada Bintang yang Dikecualikan, Xabi Alonso Terapkan Standar Tinggi di Real Madrid
Bisakah Liam Delap jadi Tumpuan Utama Gol Chelsea dengan Memakai No 9?
Juara Piala Dunia Antarklub Bakal jadi Pemanasan Sempurna Man City untuk Musim Depan
Boca Juniors vs Benfica: Pembuktian Reputasi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Schalke 04 vs Bayern 5 September 2026
Bundesliga 4 September 2026, 10:45
-
Kenapa Argentina Tak Bisa Pensiunkan Nomor 10 Lionel Messi?
Piala Dunia 3 September 2026, 14:14
-
Dear Manchester United, Bayern Munchen Rindu Kalian!
Liga Champions 28 Agustus 2026, 19:00
-
Liga Champions Jadi Ujian Terbesar Manchester United Era Carrick
Liga Champions 28 Agustus 2026, 11:42
LATEST UPDATE
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Deco Ungkap Alasan Barcelona Rela Bayar Mahal untuk Anthony Gordon
Liga Spanyol 11 September 2026, 12:35
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


