Sering Mendengar Istilahnya, FFP Itu Sebenarnya Apa Sih?
Richard Andreas | 11 Juni 2019 13:30
Bola.net - Sepak bola Eropa level klub sedang berhenti sejenak. Setelah menjalani semusim yang berat dan intens, klub-klub Eropa boleh mengambil napas untuk mengevaluasi skuad dan mencoba mendatangkan pemain-pemain yang tepat guna memperkuat tim.
Ya, saat ini bursa transfer musim panas sedang berlangsung. Sudah dimulai beberapa pekan lalu, dan bakal berjalan beberapa pekan ke depan. Batas waktunya tergantung letak geografis masing-masing negara. Di Inggris misalnya, punya tenggat pelaporan transfer yang berbeda dengan Spanyol.
Selalu, pada momen bursa transfer seperti ini, istilah 'FFP' paling sering didengar pecinta sepak bola Eropa.
Di Eropa, setiap liga bernaung di bawah komando UEFA sebagai badan tertinggi sepak bola. UEFA menentukan beberapa peraturan umum yang wajib dipenuhi setiap klub, mulai dari Barcelona sampai Nottingham Forrest, semuanya sama di mata hukum.
Salah satu peraturan UEFA yang mengubah wajah sepak bola dunia adalah Financial Fair Play atau yang lebih akrab dikenal FFP. Peraturan ini lahir di era Michael Platini yang menginginkan sepak bola lebih adil.
Sebelumnya, beberapa tahun silam, klub-klub raksasa seperti Real Madrid, Manchester United, dan Barcelona tampak tidak terjangkau oleh yang lain. Mereka bisa membeli pemain mana pun yang mereka mau, dengan harga berapa pun, semahal apa pun.
FFP diciptakan untuk mencegah transfer-transfer liar itu, demi sepak bola yang lebih adil. Mengutip BBC, berikut penjelasan FFP secara lengkap:
1. FFP sebenarnya apa sih?
FFP dikenalkan oleh UEFA, dengan maksud mencegah klub-klub yang berada di bawah naungan mereka untuk mengeluarkan uang leih besar daripada pendapatan mereka. Michael Platini menyebutnya dengan istilah 'financial doping' dalam sepak bola.
Platini percaya pembelian besar-besaran oleh beberapa klub bakal mengacaukan keindahan sepak bola dan dia merasa besar utang klub sebenarnya tak mampu dilunasi.
2. Apa yang perlu dilakukan klub untuk memenuhi FFP?
UEFA pertama kali menerapkan FFP pada bulan April berdasarkan laporan keuangan klub di musim 2011/12 dan 2012/13.
Klub hanya boleh mengeluarkan plus 5 juta euro dari total pendapatan mereka di setiap periode penilaian. Biar begitu, pada periode monitoring ini, total kerugian sebesar 45 juta euro masih diperbolehkan asalkan klub berada di bawah pemilik yang mampu menambal kerugian.
Mulai saat ini, penilaian FFP tersebut bakal dilakukan setiap tiga tahun sekali. Pada musim 2014/15 lalu, kerugian masih dibatasi di angka 45 juta euro. Di musim 2015/16, UEFA menghitung tiga musim sebelumnya, tetapi batas rugi menurun jadi 30 juta euro.
Pola ini diulangi pada musim 2016/17 dan 2017/18, dan beberapa tahun ke depan batas rugi akan kembali diperkecil.
3. Apa saja yang dinaungi FFP?
Klub harus mencapai keseimbangan pengeluaran dalam bidang sepak bola - transfer dan beban gaji - dengan pendapatan televisi dan tiket, juga keuntungan yang didapat dari departemen komersial.
Uang yang dikeluarkan untuk mengembangkan stadion, fasilitas latihan, perkembangan usia muda, atau komunitas tidak termasuk dalam ranah FFP.
4. Siapa yang mengawasi?
Peraturan tanpa pengawas tak ada guna. Sebab itu, UEFA membentuk badan bernama Club Financial Control Body (CFCB) yang bertugas mengawasi Club Licensing System dan Financial Fair Play Regulations.
5. Sanksi apa saja yang bisa diterima klub pelanggar?
"Bom atomnya adalah larangan bermain di kompetisi Eropa," ujar Jean-Luc Dehaene, direktur pertama dan pimpinan investigator CFCB, pada 2011 lalu.
CFCB dapat membantu klub dengan menawarkan langkah untuk menemukan kesepakatan penyelesaian masalah, dengan potensi hukuman termasuk peringatan, denda, memotong uang hadiah, larangan transfer, pengurangan poin, larangan mendaftarkan pemain baru, dan pembatasan jumlah pemain yang bisa didaftarkan untuk kompetisi UEFA.
Contoh teranyar: Chelsea dijatuhi hukuman larangan membeli pemain pada dua bursa transfer karena terbukti melanggar regulasi pembelian pemain usia muda.
Baca Juga:
- Arti Penting Juara Liga Champions Bagi Mental Jurgen Klopp
- Henderson Akan Dikenang Sebagai Salah Satu Legenda Liverpool
- Terlalu Sering Juara Liga Champions, Real Madrid Jadi Lupa La Liga
- King Kenny Yakin Robertson Tak Akan Tinggalkan Liverpool Demi Barcelona
- Eks Mitra Kukar: Bersama Sarri, Juventus Siap Juara Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Insiden Kartu Merah Camavinga Bikin Real Madrid Meradang
Liga Champions 17 April 2026, 12:15
-
Saran untuk Lamine Yamal: Jangan Banyak Bicara
Liga Spanyol 17 April 2026, 09:45
-
Sudah Tersingkir dari UCL, Barcelona Masih Ajukan Protes ke UEFA
Liga Champions 17 April 2026, 09:15
-
Resmi! Serie A Hanya Kirim 7 Wakil ke Kompetisi Eropa Musim Depan
Liga Italia 17 April 2026, 08:20
LATEST UPDATE
-
Teka-Teki 'Last Dance' Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 April 2026, 01:28
-
Mungkinkah Real Madrid Reuni dengan Jose Mourinho?
Liga Spanyol 21 April 2026, 00:30
-
Real Madrid dan Mimpi Buruk Dua Musim Tanpa Trofi
Liga Spanyol 20 April 2026, 23:30
-
Profil Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Kuda Hitam Asia Penuh Perhitungan
Piala Dunia 20 April 2026, 23:15
-
Sederet Alasan Arsenal Masih Favorit Juara Premier League
Liga Inggris 20 April 2026, 22:30
-
Erling Haaland Bergulat dengan Gabriel, Man City pun Menang
Liga Inggris 20 April 2026, 21:29
-
Cerita Klasik Liverpool: Salah dan Van Dijk Jadi Penyelamat Lagi
Liga Inggris 20 April 2026, 20:45
-
Kapten Arsenal Belum Menyerah, Persaingan Masih Terbuka!
Liga Inggris 20 April 2026, 20:15
-
Prediksi Inter vs Como 22 April 2026
Liga Italia 20 April 2026, 20:09
-
Mikel Arteta Terlalu Emosional? Arsenal Diuji di Momen Penentuan
Liga Inggris 20 April 2026, 19:44
-
Prediksi Real Madrid vs Alaves 22 April 2026
Liga Spanyol 20 April 2026, 19:32
-
6 Pemain Arsenal yang 'Menghilang' Saat Dikalahkan Man City
Liga Inggris 20 April 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00





