Agustus 2025 Harusnya Kemarau, tapi Mengapa Hujan Deras Masih Turun?
Asad Arifin | 20 Agustus 2025 05:46
Bola.net - Fenomena unik terjadi di Indonesia pada Agustus 2025. Alih-alih memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah justru diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Kondisi ini membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa hujan deras masih turun di saat seharusnya cuaca cenderung kering?
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edvin Aldrian, menjelaskan bahwa fenomena tersebut dikenal sebagai kemarau basah.
Menurut dia, ini merupakan kondisi ketika musim kemarau tetap berlangsung, tetapi curah hujan berada di atas normal. Akibatnya, meski kalender musim mencatat kemarau, hujan masih kerap turun di banyak daerah.
"Istilah kami itu kemarau basah, bukan kemarau kering, basah," kata Edvin kepada Liputan6.com, Selasa (19/8/2025).
Dampak Positif bagi Pertanian
Fenomena kemarau basah memang jarang terjadi di Indonesia. Namun, Edvin menilai kondisi ini membawa kabar baik, terutama bagi sektor pertanian. Curah hujan tambahan di periode kemarau membuat ketersediaan air irigasi lebih terjamin dan risiko kekeringan berkurang.
“Ini sebenarnya kabar baik, terutama bagi sektor pertanian. Dengan adanya curah hujan tambahan di musim kemarau, produksi pertanian bisa meningkat,” jelas Edvin.
Kondisi ini turut menguntungkan pemerintah, karena dapat membantu menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Di sisi lain, masyarakat juga merasakan manfaatnya melalui ketersediaan pasokan air bersih yang lebih terjaga.
Indonesia sebagai negara tropis memang kerap menghadapi variasi iklim yang dinamis, sehingga perubahan pola hujan bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan.
Berlangsung hingga Akhir Agustus 2025
Edvin menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan Asia-Pacific Climate Center (APCC), fenomena kemarau basah tahun ini diperkirakan akan bertahan hingga akhir musim kemarau, yakni sekitar penghujung Agustus 2025.
Artinya, hujan dengan intensitas relatif tinggi masih akan terjadi di beberapa wilayah dalam beberapa bulan ke depan.
Meski demikian, ia menegaskan fenomena ini tidak terlepas dari pengaruh pemanasan global. Peningkatan suhu muka laut disebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat terjadinya perubahan iklim, termasuk memicu anomali berupa kemarau basah.
“Biasanya karena kita ini daerah dengan kemarau tinggi, suhu-suhu muka laut itu sudah tinggi. Jadi kalau peningkatan suhu muka laut, artinya ada kaitannya dengan pemanasan global,” ucapnya.
Meski cuaca terasa tak menentu, Edvin mengingatkan agar masyarakat tidak perlu cemas. Indonesia secara alami memang rentan mengalami variasi iklim karena faktor geografis dan kondisi laut.
“Wajar ya, karena tahun ini ya begitu Indonesia memang salah satu negara yang kemungkinan besar mengalami kemarau basah tahun ini,” ujarnya.
Disadur dari Liputan6: Winda Nelfira/19 Agustus 2025
Baca Ini Juga:
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 25 Agustus 2025
Bocoran APBN 2026: Inilah 10 Kementerian dengan Anggaran Terbesar, Siapa Juaranya?
Indonesia Darurat Penipuan: Scam Makin Masif Incar Semua Kalangan, Kerugian Tembus Rp4,6 Triliun
Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat Jadi Sorotan Usai Kebakaran di Blora
Rute Penerbangan Jember - Jakarta Resmi Dibuka: Tanpa Transit, Berapa Tarif Tiketnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klarifikasi BPBD Sumut Soal Kontainer Bantuan Aceh yang Viral: Ada Kesalahpahaman Informasi
News 31 Desember 2025, 15:29
-
Tok! DJP Resmi Tunjuk Pemilik ChatGPT Jadi Pemungut Pajak Digital
News 29 Desember 2025, 11:06
-
Harga Pangan Jelang Nataru Mulai Terkendali, Cabai Berangsur Turun dan Beras Tetap Aman
News 24 Desember 2025, 16:43
-
Daftar UMP 2026 di 13 Daerah, Siapa Paling Tinggi?
News 24 Desember 2025, 16:38
-
Kiai Ma'ruf Amin Mundur dari MUI: Pilih Istirahat demi Regenerasi Ulama
News 23 Desember 2025, 20:16
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

